Daftar Bab

  1. 1 Ash-Shahih

    Definisi hadits shahih dan lima syaratnya, asahhul asanid, kenapa Bukhari didahulukan dari Muslim, tingkatan-tingkatan shahih, dan makna 'muttafaq 'alaih'.

  2. 2 Al-Hasan

    Definisi hasan menurut Al-Khaththabi dan Ibn ash-Shalah, makna 'hasan shahih', dan bagaimana hasan bisa naik jadi shahih lewat mutaba'ah.

  3. 3 Adh-Dha'if

    Definisi hadits dha'if, istilah-istilah sinonim seperti jayyid/shalih/musyabbah, dan daftar sanad paling lemah (awha al-asanid) per sahabat dan wilayah.

  4. 4 Al-Musnad

    Tiga definisi berbeda istilah 'musnad' dari Al-Khathib, Ibnu 'Abdil Barr, dan Al-Hakim.

  5. 5 Al-Muttashil

    Hadits muttashil - sanad bersambung, mencakup marfu' maupun mauquf, dan perluasan cakupannya oleh As-Suyuthi.

  6. 6 Al-Marfu'

    Hadits marfu' - disandarkan kepada Nabi terlepas bersambung-tidaknya sanad, dua rumusan definisi berbeda dari As-Suyuthi dan Al-Khathib.

  7. 7 Al-Mauquf

    Hadits mauquf - riwayat dari sahabat, plus tiga kasus ucapan sahabat yang justru dihukumi marfu'.

  8. 8 Al-Maqthu'

    Hadits maqthu' - ucapan/perbuatan tabi'in, dan kerancuan istilah ini dengan al-munqathi' dalam pemakaian ulama klasik.

  9. 9 Al-Mursal

    Hadits mursal - definisi yang diperdebatkan, kenapa jumhur menilainya dha'if sementara Malik dan Abu Hanifah menerimanya.

  10. 10 Al-Munqathi'

    Hadits munqathi' - sanad terputus di titik mana pun, tiga rumusan definisi dan hubungannya dengan istilah mursal.

  11. 11 Al-Mu'dhal

    Hadits mu'dhal - sanad gugur dua perawi berurutan, plus empat furu' penting: sanad mu'an'an, ta'liq Bukhari, dan perbedaan riwayat mursal vs muttasil.

  12. 12 At-Tadlis wa Hukmul Mudallis

    Tadlis dan hukum mudallis, klasifikasi tingkatan mudallisin, dan contoh perawi yang dikenal melakukannya.

  13. 13 Asy-Syadz

    Hadits syadz - riwayat perawi tsiqah yang menyelisihi riwayat yang lebih kuat.

  14. 14 Al-Munkar

    Hadits munkar - perbedaannya dari syadz dan dari matruk.

  15. 15 Al-I'tibar wal-Mutaba'at wasy-Syawahid

    I'tibar, mutaba'at, dan syawahid - cara memeriksa apakah sebuah riwayat punya penguat.

  16. 16 Ziyadatuts Tsiqat wa Hukmuha

    Kapan tambahan lafal/sanad dari perawi tsiqah diterima, kapan ditolak - As-Suyuthi merangkum perbedaan pendapat ulama ushul dan muhaddits.

  17. 17 Al-Afrad

    Al-Afrad - hadits yang hanya diriwayatkan satu perawi, baik secara mutlak maupun nisbi.

  18. 18 Al-Hadits al-Mu'allal

    Hadits mu'allal - cacat tersembunyi yang merusak keshahihan, dengan contoh temuan 'illat Imam Ad-Daraquthni.

  19. 19 Al-Mudhtharib

    Hadits mudhtharib - beberapa versi riwayat sama kuat sehingga tidak bisa dikompromikan atau ditarjih.

  20. 20 Al-Mudraj

    Hadits mudraj - sisipan yang tercampur ke dalam matan atau sanad hadits.

  21. 21 Al-Maudhu'

    Hadits maudhu' (palsu) - ciri-cirinya dan kitab-kitab yang menghimpun daftarnya untuk keperluan pengecekan.

  22. 22 Al-Maqlub

    Hadits maqlub - matan dan sanad yang sengaja ditukar, termasuk kisah terkenal ulama Baghdad menguji Al-Bukhari dengan 100 hadits dibolak-balik.

  23. 23 Man Tuqbalu Riwayatuhu wa Man Turadd

    'Adalah, dhabt, dan tingkatan istilah jarh wat-ta'dil - siapa yang diterima dan ditolak riwayatnya.

  24. 24 Kaifiyyatu Sama'il Hadits wa Tahammuluhu

    Delapan cara menerima hadits dari guru (tahammul), usia sahnya sama', dan perbandingan kekuatan haddatsana/akhbarana/sami'tu.

  25. 25 Kitabatul Hadits wa Dhabtuhu

    Kaidah menulis dan menjaga ketelitian catatan hadits - dari perdebatan salaf soal boleh-tidaknya menulis sampai tanda tashih/tadhbib.

  26. 26 Shifatu Riwayatil Hadits wa Syarthu Ada'ihi

    Adab dan kasus praktis meriwayatkan kembali sebuah hadits - dari perawi tunanetra sampai riwayah bil-ma'na.

  27. 27 Adabul Muhaddits

    Kemuliaan ilmu hadits dan adab mengajarkannya - usia mengajar, adab menghadiri majelis, dan tata cara imla' hadits.

  28. 28 Adabu Thalibil Hadits

    Adab penuntut ilmu hadits - meluruskan niat, menghormati guru, mudzakarah, dan kesiapan menyusun karya sendiri.

  29. 29 Al-Isnad al-'Ali wan-Nazil

    Kenapa sanad adalah kekhususan umat ini, lima jenis sanad 'ali (tinggi), dan kenapa sanad nazil kurang disukai.

  30. 30 Al-Masyhur minal-Hadits

    Hadits masyhur dan pembongkaran sejumlah 'hadits masyhur' populer yang ternyata tidak berdasar sama sekali, plus batasnya dengan mutawatir.

  31. 31 Al-Gharib wal-'Aziz

    Gharib dan 'aziz - diukur dari seberapa banyak orang meriwayatkan dari seorang imam hadits tertentu.

  32. 32 Gharibul Hadits

    Gharibul-hadits - kosakata asing dalam matan hadits dan kitab-kitab rujukan untuk memahaminya.

  33. 33 Al-Musalsal minal-Hadits

    Hadits musalsal - sifat perawi atau cara periwayatan yang berantai sama di sepanjang sanad.

  34. 34 Nasikhul Hadits wa Mansukhuhu

    Cara mengetahui hukum hadits mana yang sudah dibatalkan (naskh), dengan contoh nyata hukuman mati bagi peminum khamr yang ternyata dicabut.

  35. 35 Al-Mushahhaf

    Tashif - kesalahan baca dan dengar dalam hadits, termasuk contoh terkenal 'enam hari Syawal' yang pernah salah dibaca jadi 'sesuatu'.

  36. 36 Mukhtaliful Hadits

    Cara mendamaikan dua hadits shahih yang tampak bertentangan, dengan contoh nyata air dua qullah dan hadits 'tidak ada penularan'.

  37. 37 Al-Mazid fi Muttashilil Asanid

    Studi kasus nyata sanad Ibnul Mubarak dengan dua nama tambahan yang ternyata keliru disisipkan.

  38. 38 Al-Marasil al-Khafiyyah

    Perbedaan irsal zahir dan irsal khafi - mursal tersembunyi yang sekilas tampak bersambung.

  39. 39 Ma'rifatush Shahabah

    Definisi sahabat dan kasus-kasus rumitnya, dalil seluruh sahabat 'udul, dua belas tingkatan keutamaan sahabat, dan kasus langka tiga generasi di Badr.

  40. 40 Ma'rifatut Tabi'in

    Definisi tabi'i yang diperdebatkan, lima belas tingkatan Al-Hakim, kaum mukhadramun, dan Tujuh Fuqaha Madinah.

  41. 41 Riwayatul Akabir 'anil-Ashaghir

    Tiga jenis riwayatul-akabir 'anil-ashaghir, akarnya pada riwayat Nabi dari Tamim Ad-Dari, dan kasus 'Amr bin Syu'aib yang diriwayatkan puluhan tabi'in.

  42. 42 Al-Mudabbaj: Ketika Dua Perawi Sejawat Saling Meriwayatkan

    Nau' 42 Tadrib ar-Rawi: definisi qarinani dan al-mudabbaj menurut As-Suyuthi, contoh 'Aisyah-Abu Hurairah dan Az-Zuhri-Abu Az-Zubair, serta latifah tentang sekumpulan aqran berkumpul dalam satu sanad.

  43. 43 Ma'rifatul-Ikhwah wal-Akhawat: Mengenal Saudara Kandung Sesama Perawi Hadits

    Nau' 43 Tadrib ar-Rawi: contoh-contoh perawi hadits yang bersaudara kandung, dari dua sampai tujuh bersaudara sekaligus, lengkap dengan koreksi ulama atas kekeliruan mendata nama-nama mereka.

  44. 44 Riwayatul Aba' 'anil-Abna': Ketika Ayah Meriwayatkan Hadits dari Anaknya Sendiri

    Nau' 44 Tadrib ar-Rawi: kasus-kasus ayah meriwayatkan hadits dari anaknya sendiri, dari riwayat Al-'Abbas dari Al-Fadhl hingga kasus unik Mu'tamir bin Sulaiman yang riwayatnya berputar kembali lewat ayahnya sendiri.

  45. 45 Riwayatul Abna' 'anil-Aba': Ketika Sanad Keluarga Diuji Seketat Sanad Biasa

    Nau' 45 Tadrib ar-Rawi: anak meriwayatkan dari ayahnya, rantai sembilan generasi ayah-ke-anak, dan perdebatan ulama soal keabsahan sanad 'Amr bin Syu'aib 'an abihi 'an jaddihi.

  46. 46 As-Sabiq wal-Lahiq: Dua Perawi Berjauhan Wafat, Satu Guru yang Sama

    Nau' 46 Tadrib ar-Rawi: as-sabiq wal-lahiq, fenomena dua perawi meriwayatkan dari guru yang sama meski jarak wafat mereka berjauhan puluhan bahkan seratus tahun lebih - kitab khusus Al-Khatib al-Baghdadi dan contoh nyatanya.

  47. 47 Ma'rifatul-Wuhdan: Sahabat dan Tabi'in yang Hanya Diriwayatkan Satu Orang

    Nau' 47 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatul-wuhdan, para sahabat dan tabi'in yang riwayatnya hanya diteruskan satu murid saja - contoh nyata dari As-Suyuthi dan koreksi Al-Hakim soal Shahihain.

  48. 48 Man Dzukira bi Asma'in aw Shifatin Mukhtalifah: Satu Perawi, Berbagai Sebutan

    Nau' 48 Tadrib ar-Rawi: fann rumit mengenali perawi yang disebut dengan nama, kunyah, atau nasab berbeda-beda - kegunaannya mendeteksi tadlis, kitab Idhah al-Isykal karya Abdul Ghani bin Sa'id, dan contoh nyata Al-Kalbi serta Salim.

  49. 49 Al-Mufradat: Ketika Sebuah Nama Hanya Dimiliki Satu Orang Perawi

    Nau' 49 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatul-mufradat, ilmu mengenal nama, kunyah, dan gelar yang hanya dimiliki satu perawi - lengkap dengan contoh nyata sahabat dan kasus Su'air yang klaim keunikannya diperdebatkan lintas generasi ulama.

  50. 50 Al-Asma' wal-Kuna: Mengenal Nama Asli di Balik Kunyah Seorang Perawi

    Nau' 50 Tadrib ar-Rawi: ilmu al-asma' wal-kuna - mengenal nama asli perawi yang dikenal lewat kunyahnya, termasuk perdebatan panjang ulama soal nama asli Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

  51. 51 Kunal-Ma'rufina bil-Asma': Kunyah Tersembunyi di Balik Nama-Nama yang Sudah Masyhur

    Nau' 51 Tadrib ar-Rawi: perawi yang justru lebih dikenal lewat namanya, padahal juga memiliki kunyah - lengkap dengan contoh sahabat dan koreksi Al-'Iraqi atas kekeliruan mencatat kunyah Abdullah bin Ja'far.

  52. 52 Alqabul-Muhadditsin: Ketika Julukan Mengaburkan Identitas Perawi

    Nau' 52 Tadrib ar-Rawi: alqabul-muhadditsin, julukan-julukan seperti Ghandar, Ghunjar, Sa'iqah, dan Muthayyan - kenapa mengenalnya penting agar satu perawi tidak keliru dianggap dua orang berbeda.

  53. 53 Al-Mu'talif wal-Mukhtalif: Nama-Nama yang Tulisannya Sama, Tapi Bacaannya Berbeda

    Nau' 53 Tadrib ar-Rawi: mu'talif dan mukhtalif - nama, laqab, dan nasab perawi yang tulisan Arabnya sama persis tapi cara bacanya berbeda, lengkap contoh-contoh nyata dari Al-Ikmal karya Ibnu Makula.

  54. 54 Al-Muttafiq wal-Muftariq: Nama dan Nasab Sama Persis, Orangnya Berbeda

    Nau' 54 Tadrib ar-Rawi: al-muttafiq wal-muftariq - nama dan nasab yang tertulis dan terbaca persis sama, tapi merujuk pada perawi yang benar-benar berbeda, lengkap contoh Al-Khalil bin Ahmad dan Anas bin Malik dari As-Suyuthi.

  55. 55 Al-Mutasyabih: Ketika Pola Nama Ayah dan Anak Tertukar dengan Pasangan Lain

    Nau' 55 Tadrib ar-Rawi: al-Mutasyabih - gabungan mu'talif-mukhtalif dan muttafiq-muftariq, ketika pola nama seorang perawi dan ayahnya tertukar dengan pasangan ayah-anak lain, lengkap contoh Musa bin 'Ali/'Ulayy dan Ayyub bin Bisyr/Busyair.

  56. 56 Al-Musytabih Al-Maqlub: Ketika Nama dan Nasab Dua Perawi Saling Tertukar Posisi

    Nau' 56 Tadrib ar-Rawi: al-musytabih al-maqlub - dua perawi berbeda yang nama dan nasabnya justru saling tertukar posisi, contoh kekeliruan nyata Al-Bukhari, dan kitab khusus Al-Khathib untuk membereskannya.

  57. 57 Al-Mansubun ila Ghairi Aba'ihim: Perawi yang Dinisbatkan Bukan kepada Ayahnya

    Nau' 57 Tadrib ar-Rawi: perawi yang lebih dikenal dinisbatkan kepada ibunya ketimbang ayahnya - dari Banu 'Afra' dan Bilal bin Hamamah sampai kasus rumit Ya'la bin Munyah yang diperdebatkan ulama.

  58. 58 An-Nasab allati 'ala Khilafi Zhahiriha: Nisbah yang Maknanya Berbeda dari Kesan Pertama

    Nau' 58 Tadrib ar-Rawi: sepuluh contoh nisbah perawi hadits yang bunyinya terkesan jelas maknanya, padahal sebab sebenarnya sama sekali berbeda - dari Abu Mas'ud al-Badri hingga tiga generasi keluarga as-Sulami.

  59. 59 Al-Mubhamat: Menelusuri Identitas Perawi yang Disamarkan dalam Sanad

    Nau' 59 Tadrib ar-Rawi: al-mubhamat - perawi yang identitasnya disamarkan dalam sanad atau matan. Kitab-kitab rujukannya, ringkasan As-Suyuthi, dan contoh nyata penelusuran identitas perempuan mubham.

  60. 60 At-Tawarikh wal-Wafayat: Melacak Tahun Lahir dan Wafat untuk Membongkar Klaim Sanad Mustahil

    Nau' 60 Tadrib ar-Rawi: fungsi ilmu tawarikh wal-wafayat membongkar klaim sanad mustahil, asal mula penanggalan hijriyah, dan data wafat para penyusun Kutubus Sittah.

  61. 61 Ma'rifatuts-Tsiqat wadh-Dhu'afa': Kamus-Kamus Rijal yang Mencatat Siapa Layak Dipercaya

    Nau' 61 Tadrib ar-Rawi: kenapa mengenal perawi tsiqah dan dhaif termasuk nau' paling mulia, kitab-kitab rijal klasik yang menghimpunnya, dan kaidah kehati-hatian As-Suyuthi dalam jarh wat-ta'dil.

  62. 62 Man Khalatha minats-Tsiqat: Perawi Tsiqah yang Hafalannya Kacau di Akhir Usianya

    Nau' 62 Tadrib ar-Rawi: al-ikhtilath - daftar perawi tsiqah yang mengalami kekacauan hafalan di akhir usianya, dan bagaimana ulama memilah riwayat mereka sebelum dan sesudah masa itu.

  63. 63 Thabaqatul-'Ulama' war-Ruwah: Mengelompokkan Ulama dan Perawi Berdasarkan Generasi

    Nau' 63 Tadrib ar-Rawi: thabaqatul-'ulama' war-ruwah - As-Suyuthi menjelaskan makna thabaqah yang relatif tergantung sudut pandang, contoh Anas bin Malik, dan catatan penting soal Ath-Thabaqat Al-Kubra karya Ibnu Sa'd.

  64. 64 Ma'rifatul-Mawali: Ragam Status Mawla Perawi Hadits, dari Kisah Kakek Imam al-Bukhari

    Nau' 64 Tadrib ar-Rawi: ragam status mawla (perawi yang dinisbahkan ke sebuah kabilah bukan lewat nasab darah) - mawla 'itaqah, mawla islam (kisah kakek Imam al-Bukhari), mawla hilf, dan kasus mawla dari mawla.

  65. 65 Ma'rifatu Awthanir-Ruwah wa Buldanihim: Nisbah Negeri dan Nisbah Wala' Perawi

    Nau' 65 Tadrib ar-Rawi: kenapa huffazh hadits perlu tahu asal negeri perawi, aturan nisbah bagi yang berpindah kota, standar empat tahun Ibnul Mubarak, dan nisbah karena wala' (perbudakan/perwalian).

  66. 66 Al-Mu'allaq wal-Mu'an'an: Nau' Pembuka Tambahan Orisinal As-Suyuthi

    Nau' 66-67 Tadrib ar-Rawi: mu'allaq dan mu'an'an - As-Suyuthi sengaja tidak mengulang pembahasannya di sini karena keduanya sudah dituntaskan di nau' Al-Mu'dhal, pembuka rangkaian tambahan orisinal beliau.

  67. 67 Al-Mutawatir wal-'Aziz: Dua Istilah yang Sudah Dituntaskan di Nau' Sebelumnya

    Nau' 68-69 Tadrib ar-Rawi: Al-Mutawatir dan Al-'Aziz - As-Suyuthi tidak membahas ulang keduanya di sini karena sudah dituntaskan di nau' Al-Masyhur dan Al-Gharib, pola yang sama dengan nau' Al-Mu'allaq wal-Mu'an'an sebelumnya.

  68. 68 Al-Mustafidh: Istilah yang Diperdebatkan Ulama, Disamakan atau Dibedakan dari Masyhur

    Nau' 70 Tadrib ar-Rawi: hadits mustafidh - istilah yang oleh As-Suyuthi cukup dirujuk balik ke pembahasan masyhur, karena ulama sendiri berbeda pendapat apakah mustafidh sama persis dengan masyhur atau punya syarat tersendiri.

  69. 69 Al-Mahfuzh wal-Ma'ruf: Lawan Kata dari Syadz dan Munkar

    Nau' 71-72 Tadrib ar-Rawi: As-Suyuthi membahas mahfuzh (lawan syadz) dan ma'ruf (lawan munkar) hanya lewat rujuk-silang singkat ke nau' 13-14 kitab yang sama - dua istilah yang melengkapi pasangan konseptual syadz-munkar.

  70. 70 Al-Matruk: Nau' yang Dirujuk Balik As-Suyuthi ke Munkar dan Maqlub

    Nau' 73 Tadrib ar-Rawi: hadits matruk - As-Suyuthi hanya merujuk balik ke pembahasan yang sudah ia sampaikan dalam nau' munkar dan tepat sesudah nau' maqlub, tanpa menguraikannya ulang.

  71. 71 Al-Muharraf: Nau' Ringkas yang Dirujuk Balik ke Pembahasan Tashif

    Nau' 74 Tadrib ar-Rawi: al-muharraf, kesalahan pada harakat sebuah kata hadits, hanya dirujuk balik oleh As-Suyuthi ke nau' al-mushahhaf (tashif) - salah satu nau' ringkas dalam rangkaian tambahan orisinal beliau.

  72. 72 Ma'rifatu Atba'it-Tabi'in: Nau' Ringkas tentang Generasi Sesudah Tabi'in

    Nau' 75 Tadrib ar-Rawi: Ma'rifatu Atba'it-Tabi'in, generasi sesudah tabi'in yang oleh As-Suyuthi hanya dirujuk singkat ke pembahasan Al-Hakim, melengkapi rangkaian nau' 39 dan 40 kitab ini.

  73. 73 Riwayatush Shahabati Ba'duhum 'an Ba'd: Ketika Sesama Sahabat dan Sesama Tabi'in Saling Meriwayatkan

    Nau' 76-77 Tadrib ar-Rawi: riwayatush shahabati ba'duhum 'an ba'd dan riwayatut-tabi'in ba'duhum 'an ba'd - pola langka ketika sahabat meriwayatkan dari sesama sahabat, lengkap dua contoh sanad dari As-Suyuthi.

  74. 74 Ma Rawahush-Shahabatu 'anit-Tabi'in 'anish-Shahabah: Ketika Sahabat Meriwayatkan Lewat Perantara Tabi'in

    Nau' 78 Tadrib ar-Rawi: pola ganjil ketika seorang sahabat meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat lain, tapi lewat perantara seorang tabi'in di tengah sanad - salah satu nau' tambahan As-Suyuthi.

  75. 75 Man Wafaqat Kunyatuhu Isma Abihi wa 'Aksuhu: Kunyah yang Cocok dengan Nama Ayah, dan Sebaliknya

    Nau' 79-80 Tadrib ar-Rawi: perawi yang kunyahnya kebetulan sama dengan nama ayahnya (atau sebaliknya) - kitab Al-Khathib dan Abul-Fath Al-Azdi tentang dua jenis kebetulan nama ini, dan risiko salah menisbatkan perawi ke ayahnya.

  76. 76 Man Wafaqat Kunyatuhu Kunyata Zaujihi: Kunyah Suami yang Kebetulan Sama dengan Kunyah Istri

    Nau' 81 Tadrib ar-Rawi: kasus kunyah seorang perawi kebetulan sama dengan kunyah istrinya - disebutkan Ibnu Hajar dalam an-Nukhbah, dan didata khusus oleh Ibnu Hayyawaih serta Ibnu 'Asakir.

  77. 77 Man Wafaqa Isma Syaikhihi Isma Abihi: Ketika Nama Guru Kebetulan Sama dengan Nama Ayah

    Nau' 82 Tadrib ar-Rawi: kasus seorang perawi punya guru yang namanya kebetulan sama dengan nama ayahnya sendiri - contoh Ar-Rabi' bin Anas dari Anas bin Malik, dan potensi salah sangka yang perlu diwaspadai.

  78. 78 Man Ittafaqa Ismuhu wa Ismu Abihi wa Jaddihi: Ketika Tiga Generasi Nama Kebetulan Sama

    Nau' 83 Tadrib ar-Rawi: perawi yang nama, nama ayah, dan nama kakeknya sama persis dengan perawi lain - contoh Al-Hasan bin Al-Hasan bin 'Ali, kitab Abul Fath Al-Azdi, dan kasus Abul Yaman Al-Kindi yang berulang tiga tingkat.

  79. 79 Man Ittafaqa Ismuhu wa Isma Syaikhihi wa Syaikhi Syaikhihi: Tiga Tingkat Sanad dengan Nama yang Sama

    Nau' 84 Tadrib ar-Rawi: perawi, gurunya, dan guru dari gurunya kebetulan bernama sama - contoh 'Imran dari 'Imran dari 'Imran, Sulaiman Ath-Thabarani, dan kasus nama lengkap enam generasi yang identik.

  80. 80 Ma'rifatu Man Ittafaqa Ismu Syaikhihi war-Rawi 'Anhu: Ketika Nama Guru dan Murid Kebetulan Sama

    Nau' 85 Tadrib ar-Rawi: kasus nama guru seorang perawi kebetulan sama dengan nama muridnya sendiri, dicontohkan As-Suyuthi lewat dua tokoh bernama Muslim dalam sanad Al-Bukhari.

  81. 81 Man Ittafaqa Ismuhu wa Kunyatuhu: Ketika Nama Asli Seorang Perawi Sama dengan Kunyahnya Sendiri

    Nau' 86 Tadrib ar-Rawi: kasus perawi yang ismu-nya (nama asli) sama persis dengan kunyah-nya, dicatat Ibnu Hajar dan ditulis khusus oleh Al-Khathib al-Baghdadi, dengan contoh Ibnu Thailasan al-Hafizh.

  82. 82 Man Wafaqa Ismuhu Nasabahu: Ketika Nama Asli Perawi Kebetulan Berbentuk Nasab

    Nau' 87 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatu man wafaqa ismuhu nasabahu - kasus perawi yang nama aslinya sendiri kebetulan berbentuk sama persis dengan nasab/nisbahnya, dicontohkan As-Suyuthi dengan Himyar bin Basyir al-Himyari dan al-Hadhrami ayah Al-'Ala'.

  83. 83 Al-Asma' allati Yasytariku fihar-Rijalu wan-Nisa': Nama yang Sama-Sama Dipakai Perawi Laki-Laki dan Perempuan

    Nau' 88 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatul asma' allati yasytariku fihar-rijalu wan-nisa - nama yang kebetulan dipakai bersama perawi laki-laki dan perempuan, dengan contoh nyata dari As-Suyuthi seperti Asma', Buraidah, dan Busrah.

  84. 84 Ma'rifatu Asbabil Hadits: Sebab yang Melatarbelakangi Munculnya Sebuah Sabda Nabi

    Nau' 89 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatu asbabil hadits menurut Al-Bulqini, kenapa mengetahui sebab sebuah sabda memperjelas fiqihnya, dan contoh hadits al-kharaju bidh-dhaman.

  85. 85 Ma'rifatu Tawarikhil-Mutun: Menanggalkan Matan Hadits untuk Mengurai Nasikh-Mansukh

    Nau' 90 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatu tawarikhil-mutun, ilmu penanggalan matan hadits yang disebutkan al-Bulqini - empat cara sebuah matan menunjukkan waktunya, dan tiga contoh hadits yang membuktikannya.

  86. 86 Man Lam Yarwi illa Haditsan Wahidan: Sahabat yang Hanya Punya Satu Riwayat

    Nau' 91 Tadrib ar-Rawi: sahabat yang sepanjang hidupnya hanya tercatat meriwayatkan satu hadits saja - definisi As-Suyuthi, bedanya dengan al-wuhdan, dan dua contoh nyata dari kalangan sahabat.

  87. 87 Man Usnida 'Anhu minash-Shahabah: Sahabat yang Wafat Semasa Nabi Masih Hidup namun Punya Riwayat

    Nau' 92 Tadrib ar-Rawi: sahabat yang wafat semasa Rasulullah masih hidup namun tetap punya hadits yang disandarkan kepadanya - nau' tambahan orisinal As-Suyuthi, lengkap contoh Abu Salamah, Ja'far bin Abi Thalib, dan Hamzah.

  88. 88 Ma'rifatul Huffazh: Kutipan Ulama Menilai Deretan Hafizh Sepanjang Zaman

    Nau' 93 Tadrib ar-Rawi: rangkaian kutipan ulama - dari Umar bin Khattab, Az-Zuhri, hingga Ahmad bin Hanbal - yang saling menilai siapa hafizh dan imam paling menonjol di kota dan zaman mereka.

Belajar langsung bersama pengajar bersanad di jalur Musthalah Hadits →

Peta sanad kitab ini belum tercatat. Tambahkan jalur sanad lewat halaman admin.