Tadrib ar-Rawi fi Syarh Taqrib an-Nawawi
Al-Imam Jalaluddin 'Abdurrahman bin Abi Bakr As-Suyuthi (w. 911H)
Syarah As-Suyuthi atas At-Taqrib wat-Taysir karya An-Nawawi (yang sendirinya adalah ringkasan Muqaddimah Ibnu Shalah) - kitab rujukan musthalah hadits paling mendalam di jenjang Lanjut program ini. Mencakup 65 anwa' (jenis pembahasan) dasar yang sama dengan Muqaddimah Ibnu Shalah, DITAMBAH 28 anwa' baru (nau' 66-93) yang murni tambahan orisinal As-Suyuthi sendiri, tidak ada pada Ibnu Shalah maupun An-Nawawi.
Daftar Bab
-
1 Ash-Shahih
Definisi hadits shahih dan lima syaratnya, asahhul asanid, kenapa Bukhari didahulukan dari Muslim, tingkatan-tingkatan shahih, dan makna 'muttafaq 'alaih'.
-
2 Al-Hasan
Definisi hasan menurut Al-Khaththabi dan Ibn ash-Shalah, makna 'hasan shahih', dan bagaimana hasan bisa naik jadi shahih lewat mutaba'ah.
-
3 Adh-Dha'if
Definisi hadits dha'if, istilah-istilah sinonim seperti jayyid/shalih/musyabbah, dan daftar sanad paling lemah (awha al-asanid) per sahabat dan wilayah.
-
4 Al-Musnad
Tiga definisi berbeda istilah 'musnad' dari Al-Khathib, Ibnu 'Abdil Barr, dan Al-Hakim.
-
5 Al-Muttashil
Hadits muttashil - sanad bersambung, mencakup marfu' maupun mauquf, dan perluasan cakupannya oleh As-Suyuthi.
-
6 Al-Marfu'
Hadits marfu' - disandarkan kepada Nabi terlepas bersambung-tidaknya sanad, dua rumusan definisi berbeda dari As-Suyuthi dan Al-Khathib.
-
7 Al-Mauquf
Hadits mauquf - riwayat dari sahabat, plus tiga kasus ucapan sahabat yang justru dihukumi marfu'.
-
8 Al-Maqthu'
Hadits maqthu' - ucapan/perbuatan tabi'in, dan kerancuan istilah ini dengan al-munqathi' dalam pemakaian ulama klasik.
-
9 Al-Mursal
Hadits mursal - definisi yang diperdebatkan, kenapa jumhur menilainya dha'if sementara Malik dan Abu Hanifah menerimanya.
-
10 Al-Munqathi'
Hadits munqathi' - sanad terputus di titik mana pun, tiga rumusan definisi dan hubungannya dengan istilah mursal.
-
11 Al-Mu'dhal
Hadits mu'dhal - sanad gugur dua perawi berurutan, plus empat furu' penting: sanad mu'an'an, ta'liq Bukhari, dan perbedaan riwayat mursal vs muttasil.
-
12 At-Tadlis wa Hukmul Mudallis
Tadlis dan hukum mudallis, klasifikasi tingkatan mudallisin, dan contoh perawi yang dikenal melakukannya.
-
13 Asy-Syadz
Hadits syadz - riwayat perawi tsiqah yang menyelisihi riwayat yang lebih kuat.
-
14 Al-Munkar
Hadits munkar - perbedaannya dari syadz dan dari matruk.
-
15 Al-I'tibar wal-Mutaba'at wasy-Syawahid
I'tibar, mutaba'at, dan syawahid - cara memeriksa apakah sebuah riwayat punya penguat.
-
16 Ziyadatuts Tsiqat wa Hukmuha
Kapan tambahan lafal/sanad dari perawi tsiqah diterima, kapan ditolak - As-Suyuthi merangkum perbedaan pendapat ulama ushul dan muhaddits.
-
17 Al-Afrad
Al-Afrad - hadits yang hanya diriwayatkan satu perawi, baik secara mutlak maupun nisbi.
-
18 Al-Hadits al-Mu'allal
Hadits mu'allal - cacat tersembunyi yang merusak keshahihan, dengan contoh temuan 'illat Imam Ad-Daraquthni.
-
19 Al-Mudhtharib
Hadits mudhtharib - beberapa versi riwayat sama kuat sehingga tidak bisa dikompromikan atau ditarjih.
-
20 Al-Mudraj
Hadits mudraj - sisipan yang tercampur ke dalam matan atau sanad hadits.
-
21 Al-Maudhu'
Hadits maudhu' (palsu) - ciri-cirinya dan kitab-kitab yang menghimpun daftarnya untuk keperluan pengecekan.
-
22 Al-Maqlub
Hadits maqlub - matan dan sanad yang sengaja ditukar, termasuk kisah terkenal ulama Baghdad menguji Al-Bukhari dengan 100 hadits dibolak-balik.
-
23 Man Tuqbalu Riwayatuhu wa Man Turadd
'Adalah, dhabt, dan tingkatan istilah jarh wat-ta'dil - siapa yang diterima dan ditolak riwayatnya.
-
24 Kaifiyyatu Sama'il Hadits wa Tahammuluhu
Delapan cara menerima hadits dari guru (tahammul), usia sahnya sama', dan perbandingan kekuatan haddatsana/akhbarana/sami'tu.
-
25 Kitabatul Hadits wa Dhabtuhu
Kaidah menulis dan menjaga ketelitian catatan hadits - dari perdebatan salaf soal boleh-tidaknya menulis sampai tanda tashih/tadhbib.
-
26 Shifatu Riwayatil Hadits wa Syarthu Ada'ihi
Adab dan kasus praktis meriwayatkan kembali sebuah hadits - dari perawi tunanetra sampai riwayah bil-ma'na.
-
27 Adabul Muhaddits
Kemuliaan ilmu hadits dan adab mengajarkannya - usia mengajar, adab menghadiri majelis, dan tata cara imla' hadits.
-
28 Adabu Thalibil Hadits
Adab penuntut ilmu hadits - meluruskan niat, menghormati guru, mudzakarah, dan kesiapan menyusun karya sendiri.
-
29 Al-Isnad al-'Ali wan-Nazil
Kenapa sanad adalah kekhususan umat ini, lima jenis sanad 'ali (tinggi), dan kenapa sanad nazil kurang disukai.
-
30 Al-Masyhur minal-Hadits
Hadits masyhur dan pembongkaran sejumlah 'hadits masyhur' populer yang ternyata tidak berdasar sama sekali, plus batasnya dengan mutawatir.
-
31 Al-Gharib wal-'Aziz
Gharib dan 'aziz - diukur dari seberapa banyak orang meriwayatkan dari seorang imam hadits tertentu.
-
32 Gharibul Hadits
Gharibul-hadits - kosakata asing dalam matan hadits dan kitab-kitab rujukan untuk memahaminya.
-
33 Al-Musalsal minal-Hadits
Hadits musalsal - sifat perawi atau cara periwayatan yang berantai sama di sepanjang sanad.
-
34 Nasikhul Hadits wa Mansukhuhu
Cara mengetahui hukum hadits mana yang sudah dibatalkan (naskh), dengan contoh nyata hukuman mati bagi peminum khamr yang ternyata dicabut.
-
35 Al-Mushahhaf
Tashif - kesalahan baca dan dengar dalam hadits, termasuk contoh terkenal 'enam hari Syawal' yang pernah salah dibaca jadi 'sesuatu'.
-
36 Mukhtaliful Hadits
Cara mendamaikan dua hadits shahih yang tampak bertentangan, dengan contoh nyata air dua qullah dan hadits 'tidak ada penularan'.
-
37 Al-Mazid fi Muttashilil Asanid
Studi kasus nyata sanad Ibnul Mubarak dengan dua nama tambahan yang ternyata keliru disisipkan.
-
38 Al-Marasil al-Khafiyyah
Perbedaan irsal zahir dan irsal khafi - mursal tersembunyi yang sekilas tampak bersambung.
-
39 Ma'rifatush Shahabah
Definisi sahabat dan kasus-kasus rumitnya, dalil seluruh sahabat 'udul, dua belas tingkatan keutamaan sahabat, dan kasus langka tiga generasi di Badr.
-
40 Ma'rifatut Tabi'in
Definisi tabi'i yang diperdebatkan, lima belas tingkatan Al-Hakim, kaum mukhadramun, dan Tujuh Fuqaha Madinah.
-
41 Riwayatul Akabir 'anil-Ashaghir
Tiga jenis riwayatul-akabir 'anil-ashaghir, akarnya pada riwayat Nabi dari Tamim Ad-Dari, dan kasus 'Amr bin Syu'aib yang diriwayatkan puluhan tabi'in.
-
42 Al-Mudabbaj: Ketika Dua Perawi Sejawat Saling Meriwayatkan
Nau' 42 Tadrib ar-Rawi: definisi qarinani dan al-mudabbaj menurut As-Suyuthi, contoh 'Aisyah-Abu Hurairah dan Az-Zuhri-Abu Az-Zubair, serta latifah tentang sekumpulan aqran berkumpul dalam satu sanad.
-
43 Ma'rifatul-Ikhwah wal-Akhawat: Mengenal Saudara Kandung Sesama Perawi Hadits
Nau' 43 Tadrib ar-Rawi: contoh-contoh perawi hadits yang bersaudara kandung, dari dua sampai tujuh bersaudara sekaligus, lengkap dengan koreksi ulama atas kekeliruan mendata nama-nama mereka.
-
44 Riwayatul Aba' 'anil-Abna': Ketika Ayah Meriwayatkan Hadits dari Anaknya Sendiri
Nau' 44 Tadrib ar-Rawi: kasus-kasus ayah meriwayatkan hadits dari anaknya sendiri, dari riwayat Al-'Abbas dari Al-Fadhl hingga kasus unik Mu'tamir bin Sulaiman yang riwayatnya berputar kembali lewat ayahnya sendiri.
-
45 Riwayatul Abna' 'anil-Aba': Ketika Sanad Keluarga Diuji Seketat Sanad Biasa
Nau' 45 Tadrib ar-Rawi: anak meriwayatkan dari ayahnya, rantai sembilan generasi ayah-ke-anak, dan perdebatan ulama soal keabsahan sanad 'Amr bin Syu'aib 'an abihi 'an jaddihi.
-
46 As-Sabiq wal-Lahiq: Dua Perawi Berjauhan Wafat, Satu Guru yang Sama
Nau' 46 Tadrib ar-Rawi: as-sabiq wal-lahiq, fenomena dua perawi meriwayatkan dari guru yang sama meski jarak wafat mereka berjauhan puluhan bahkan seratus tahun lebih - kitab khusus Al-Khatib al-Baghdadi dan contoh nyatanya.
-
47 Ma'rifatul-Wuhdan: Sahabat dan Tabi'in yang Hanya Diriwayatkan Satu Orang
Nau' 47 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatul-wuhdan, para sahabat dan tabi'in yang riwayatnya hanya diteruskan satu murid saja - contoh nyata dari As-Suyuthi dan koreksi Al-Hakim soal Shahihain.
-
48 Man Dzukira bi Asma'in aw Shifatin Mukhtalifah: Satu Perawi, Berbagai Sebutan
Nau' 48 Tadrib ar-Rawi: fann rumit mengenali perawi yang disebut dengan nama, kunyah, atau nasab berbeda-beda - kegunaannya mendeteksi tadlis, kitab Idhah al-Isykal karya Abdul Ghani bin Sa'id, dan contoh nyata Al-Kalbi serta Salim.
-
49 Al-Mufradat: Ketika Sebuah Nama Hanya Dimiliki Satu Orang Perawi
Nau' 49 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatul-mufradat, ilmu mengenal nama, kunyah, dan gelar yang hanya dimiliki satu perawi - lengkap dengan contoh nyata sahabat dan kasus Su'air yang klaim keunikannya diperdebatkan lintas generasi ulama.
-
50 Al-Asma' wal-Kuna: Mengenal Nama Asli di Balik Kunyah Seorang Perawi
Nau' 50 Tadrib ar-Rawi: ilmu al-asma' wal-kuna - mengenal nama asli perawi yang dikenal lewat kunyahnya, termasuk perdebatan panjang ulama soal nama asli Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
-
51 Kunal-Ma'rufina bil-Asma': Kunyah Tersembunyi di Balik Nama-Nama yang Sudah Masyhur
Nau' 51 Tadrib ar-Rawi: perawi yang justru lebih dikenal lewat namanya, padahal juga memiliki kunyah - lengkap dengan contoh sahabat dan koreksi Al-'Iraqi atas kekeliruan mencatat kunyah Abdullah bin Ja'far.
-
52 Alqabul-Muhadditsin: Ketika Julukan Mengaburkan Identitas Perawi
Nau' 52 Tadrib ar-Rawi: alqabul-muhadditsin, julukan-julukan seperti Ghandar, Ghunjar, Sa'iqah, dan Muthayyan - kenapa mengenalnya penting agar satu perawi tidak keliru dianggap dua orang berbeda.
-
53 Al-Mu'talif wal-Mukhtalif: Nama-Nama yang Tulisannya Sama, Tapi Bacaannya Berbeda
Nau' 53 Tadrib ar-Rawi: mu'talif dan mukhtalif - nama, laqab, dan nasab perawi yang tulisan Arabnya sama persis tapi cara bacanya berbeda, lengkap contoh-contoh nyata dari Al-Ikmal karya Ibnu Makula.
-
54 Al-Muttafiq wal-Muftariq: Nama dan Nasab Sama Persis, Orangnya Berbeda
Nau' 54 Tadrib ar-Rawi: al-muttafiq wal-muftariq - nama dan nasab yang tertulis dan terbaca persis sama, tapi merujuk pada perawi yang benar-benar berbeda, lengkap contoh Al-Khalil bin Ahmad dan Anas bin Malik dari As-Suyuthi.
-
55 Al-Mutasyabih: Ketika Pola Nama Ayah dan Anak Tertukar dengan Pasangan Lain
Nau' 55 Tadrib ar-Rawi: al-Mutasyabih - gabungan mu'talif-mukhtalif dan muttafiq-muftariq, ketika pola nama seorang perawi dan ayahnya tertukar dengan pasangan ayah-anak lain, lengkap contoh Musa bin 'Ali/'Ulayy dan Ayyub bin Bisyr/Busyair.
-
56 Al-Musytabih Al-Maqlub: Ketika Nama dan Nasab Dua Perawi Saling Tertukar Posisi
Nau' 56 Tadrib ar-Rawi: al-musytabih al-maqlub - dua perawi berbeda yang nama dan nasabnya justru saling tertukar posisi, contoh kekeliruan nyata Al-Bukhari, dan kitab khusus Al-Khathib untuk membereskannya.
-
57 Al-Mansubun ila Ghairi Aba'ihim: Perawi yang Dinisbatkan Bukan kepada Ayahnya
Nau' 57 Tadrib ar-Rawi: perawi yang lebih dikenal dinisbatkan kepada ibunya ketimbang ayahnya - dari Banu 'Afra' dan Bilal bin Hamamah sampai kasus rumit Ya'la bin Munyah yang diperdebatkan ulama.
-
58 An-Nasab allati 'ala Khilafi Zhahiriha: Nisbah yang Maknanya Berbeda dari Kesan Pertama
Nau' 58 Tadrib ar-Rawi: sepuluh contoh nisbah perawi hadits yang bunyinya terkesan jelas maknanya, padahal sebab sebenarnya sama sekali berbeda - dari Abu Mas'ud al-Badri hingga tiga generasi keluarga as-Sulami.
-
59 Al-Mubhamat: Menelusuri Identitas Perawi yang Disamarkan dalam Sanad
Nau' 59 Tadrib ar-Rawi: al-mubhamat - perawi yang identitasnya disamarkan dalam sanad atau matan. Kitab-kitab rujukannya, ringkasan As-Suyuthi, dan contoh nyata penelusuran identitas perempuan mubham.
-
60 At-Tawarikh wal-Wafayat: Melacak Tahun Lahir dan Wafat untuk Membongkar Klaim Sanad Mustahil
Nau' 60 Tadrib ar-Rawi: fungsi ilmu tawarikh wal-wafayat membongkar klaim sanad mustahil, asal mula penanggalan hijriyah, dan data wafat para penyusun Kutubus Sittah.
-
61 Ma'rifatuts-Tsiqat wadh-Dhu'afa': Kamus-Kamus Rijal yang Mencatat Siapa Layak Dipercaya
Nau' 61 Tadrib ar-Rawi: kenapa mengenal perawi tsiqah dan dhaif termasuk nau' paling mulia, kitab-kitab rijal klasik yang menghimpunnya, dan kaidah kehati-hatian As-Suyuthi dalam jarh wat-ta'dil.
-
62 Man Khalatha minats-Tsiqat: Perawi Tsiqah yang Hafalannya Kacau di Akhir Usianya
Nau' 62 Tadrib ar-Rawi: al-ikhtilath - daftar perawi tsiqah yang mengalami kekacauan hafalan di akhir usianya, dan bagaimana ulama memilah riwayat mereka sebelum dan sesudah masa itu.
-
63 Thabaqatul-'Ulama' war-Ruwah: Mengelompokkan Ulama dan Perawi Berdasarkan Generasi
Nau' 63 Tadrib ar-Rawi: thabaqatul-'ulama' war-ruwah - As-Suyuthi menjelaskan makna thabaqah yang relatif tergantung sudut pandang, contoh Anas bin Malik, dan catatan penting soal Ath-Thabaqat Al-Kubra karya Ibnu Sa'd.
-
64 Ma'rifatul-Mawali: Ragam Status Mawla Perawi Hadits, dari Kisah Kakek Imam al-Bukhari
Nau' 64 Tadrib ar-Rawi: ragam status mawla (perawi yang dinisbahkan ke sebuah kabilah bukan lewat nasab darah) - mawla 'itaqah, mawla islam (kisah kakek Imam al-Bukhari), mawla hilf, dan kasus mawla dari mawla.
-
65 Ma'rifatu Awthanir-Ruwah wa Buldanihim: Nisbah Negeri dan Nisbah Wala' Perawi
Nau' 65 Tadrib ar-Rawi: kenapa huffazh hadits perlu tahu asal negeri perawi, aturan nisbah bagi yang berpindah kota, standar empat tahun Ibnul Mubarak, dan nisbah karena wala' (perbudakan/perwalian).
-
66 Al-Mu'allaq wal-Mu'an'an: Nau' Pembuka Tambahan Orisinal As-Suyuthi
Nau' 66-67 Tadrib ar-Rawi: mu'allaq dan mu'an'an - As-Suyuthi sengaja tidak mengulang pembahasannya di sini karena keduanya sudah dituntaskan di nau' Al-Mu'dhal, pembuka rangkaian tambahan orisinal beliau.
-
67 Al-Mutawatir wal-'Aziz: Dua Istilah yang Sudah Dituntaskan di Nau' Sebelumnya
Nau' 68-69 Tadrib ar-Rawi: Al-Mutawatir dan Al-'Aziz - As-Suyuthi tidak membahas ulang keduanya di sini karena sudah dituntaskan di nau' Al-Masyhur dan Al-Gharib, pola yang sama dengan nau' Al-Mu'allaq wal-Mu'an'an sebelumnya.
-
68 Al-Mustafidh: Istilah yang Diperdebatkan Ulama, Disamakan atau Dibedakan dari Masyhur
Nau' 70 Tadrib ar-Rawi: hadits mustafidh - istilah yang oleh As-Suyuthi cukup dirujuk balik ke pembahasan masyhur, karena ulama sendiri berbeda pendapat apakah mustafidh sama persis dengan masyhur atau punya syarat tersendiri.
-
69 Al-Mahfuzh wal-Ma'ruf: Lawan Kata dari Syadz dan Munkar
Nau' 71-72 Tadrib ar-Rawi: As-Suyuthi membahas mahfuzh (lawan syadz) dan ma'ruf (lawan munkar) hanya lewat rujuk-silang singkat ke nau' 13-14 kitab yang sama - dua istilah yang melengkapi pasangan konseptual syadz-munkar.
-
70 Al-Matruk: Nau' yang Dirujuk Balik As-Suyuthi ke Munkar dan Maqlub
Nau' 73 Tadrib ar-Rawi: hadits matruk - As-Suyuthi hanya merujuk balik ke pembahasan yang sudah ia sampaikan dalam nau' munkar dan tepat sesudah nau' maqlub, tanpa menguraikannya ulang.
-
71 Al-Muharraf: Nau' Ringkas yang Dirujuk Balik ke Pembahasan Tashif
Nau' 74 Tadrib ar-Rawi: al-muharraf, kesalahan pada harakat sebuah kata hadits, hanya dirujuk balik oleh As-Suyuthi ke nau' al-mushahhaf (tashif) - salah satu nau' ringkas dalam rangkaian tambahan orisinal beliau.
-
72 Ma'rifatu Atba'it-Tabi'in: Nau' Ringkas tentang Generasi Sesudah Tabi'in
Nau' 75 Tadrib ar-Rawi: Ma'rifatu Atba'it-Tabi'in, generasi sesudah tabi'in yang oleh As-Suyuthi hanya dirujuk singkat ke pembahasan Al-Hakim, melengkapi rangkaian nau' 39 dan 40 kitab ini.
-
73 Riwayatush Shahabati Ba'duhum 'an Ba'd: Ketika Sesama Sahabat dan Sesama Tabi'in Saling Meriwayatkan
Nau' 76-77 Tadrib ar-Rawi: riwayatush shahabati ba'duhum 'an ba'd dan riwayatut-tabi'in ba'duhum 'an ba'd - pola langka ketika sahabat meriwayatkan dari sesama sahabat, lengkap dua contoh sanad dari As-Suyuthi.
-
74 Ma Rawahush-Shahabatu 'anit-Tabi'in 'anish-Shahabah: Ketika Sahabat Meriwayatkan Lewat Perantara Tabi'in
Nau' 78 Tadrib ar-Rawi: pola ganjil ketika seorang sahabat meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat lain, tapi lewat perantara seorang tabi'in di tengah sanad - salah satu nau' tambahan As-Suyuthi.
-
75 Man Wafaqat Kunyatuhu Isma Abihi wa 'Aksuhu: Kunyah yang Cocok dengan Nama Ayah, dan Sebaliknya
Nau' 79-80 Tadrib ar-Rawi: perawi yang kunyahnya kebetulan sama dengan nama ayahnya (atau sebaliknya) - kitab Al-Khathib dan Abul-Fath Al-Azdi tentang dua jenis kebetulan nama ini, dan risiko salah menisbatkan perawi ke ayahnya.
-
76 Man Wafaqat Kunyatuhu Kunyata Zaujihi: Kunyah Suami yang Kebetulan Sama dengan Kunyah Istri
Nau' 81 Tadrib ar-Rawi: kasus kunyah seorang perawi kebetulan sama dengan kunyah istrinya - disebutkan Ibnu Hajar dalam an-Nukhbah, dan didata khusus oleh Ibnu Hayyawaih serta Ibnu 'Asakir.
-
77 Man Wafaqa Isma Syaikhihi Isma Abihi: Ketika Nama Guru Kebetulan Sama dengan Nama Ayah
Nau' 82 Tadrib ar-Rawi: kasus seorang perawi punya guru yang namanya kebetulan sama dengan nama ayahnya sendiri - contoh Ar-Rabi' bin Anas dari Anas bin Malik, dan potensi salah sangka yang perlu diwaspadai.
-
78 Man Ittafaqa Ismuhu wa Ismu Abihi wa Jaddihi: Ketika Tiga Generasi Nama Kebetulan Sama
Nau' 83 Tadrib ar-Rawi: perawi yang nama, nama ayah, dan nama kakeknya sama persis dengan perawi lain - contoh Al-Hasan bin Al-Hasan bin 'Ali, kitab Abul Fath Al-Azdi, dan kasus Abul Yaman Al-Kindi yang berulang tiga tingkat.
-
79 Man Ittafaqa Ismuhu wa Isma Syaikhihi wa Syaikhi Syaikhihi: Tiga Tingkat Sanad dengan Nama yang Sama
Nau' 84 Tadrib ar-Rawi: perawi, gurunya, dan guru dari gurunya kebetulan bernama sama - contoh 'Imran dari 'Imran dari 'Imran, Sulaiman Ath-Thabarani, dan kasus nama lengkap enam generasi yang identik.
-
80 Ma'rifatu Man Ittafaqa Ismu Syaikhihi war-Rawi 'Anhu: Ketika Nama Guru dan Murid Kebetulan Sama
Nau' 85 Tadrib ar-Rawi: kasus nama guru seorang perawi kebetulan sama dengan nama muridnya sendiri, dicontohkan As-Suyuthi lewat dua tokoh bernama Muslim dalam sanad Al-Bukhari.
-
81 Man Ittafaqa Ismuhu wa Kunyatuhu: Ketika Nama Asli Seorang Perawi Sama dengan Kunyahnya Sendiri
Nau' 86 Tadrib ar-Rawi: kasus perawi yang ismu-nya (nama asli) sama persis dengan kunyah-nya, dicatat Ibnu Hajar dan ditulis khusus oleh Al-Khathib al-Baghdadi, dengan contoh Ibnu Thailasan al-Hafizh.
-
82 Man Wafaqa Ismuhu Nasabahu: Ketika Nama Asli Perawi Kebetulan Berbentuk Nasab
Nau' 87 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatu man wafaqa ismuhu nasabahu - kasus perawi yang nama aslinya sendiri kebetulan berbentuk sama persis dengan nasab/nisbahnya, dicontohkan As-Suyuthi dengan Himyar bin Basyir al-Himyari dan al-Hadhrami ayah Al-'Ala'.
-
83 Al-Asma' allati Yasytariku fihar-Rijalu wan-Nisa': Nama yang Sama-Sama Dipakai Perawi Laki-Laki dan Perempuan
Nau' 88 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatul asma' allati yasytariku fihar-rijalu wan-nisa - nama yang kebetulan dipakai bersama perawi laki-laki dan perempuan, dengan contoh nyata dari As-Suyuthi seperti Asma', Buraidah, dan Busrah.
-
84 Ma'rifatu Asbabil Hadits: Sebab yang Melatarbelakangi Munculnya Sebuah Sabda Nabi
Nau' 89 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatu asbabil hadits menurut Al-Bulqini, kenapa mengetahui sebab sebuah sabda memperjelas fiqihnya, dan contoh hadits al-kharaju bidh-dhaman.
-
85 Ma'rifatu Tawarikhil-Mutun: Menanggalkan Matan Hadits untuk Mengurai Nasikh-Mansukh
Nau' 90 Tadrib ar-Rawi: ma'rifatu tawarikhil-mutun, ilmu penanggalan matan hadits yang disebutkan al-Bulqini - empat cara sebuah matan menunjukkan waktunya, dan tiga contoh hadits yang membuktikannya.
-
86 Man Lam Yarwi illa Haditsan Wahidan: Sahabat yang Hanya Punya Satu Riwayat
Nau' 91 Tadrib ar-Rawi: sahabat yang sepanjang hidupnya hanya tercatat meriwayatkan satu hadits saja - definisi As-Suyuthi, bedanya dengan al-wuhdan, dan dua contoh nyata dari kalangan sahabat.
-
87 Man Usnida 'Anhu minash-Shahabah: Sahabat yang Wafat Semasa Nabi Masih Hidup namun Punya Riwayat
Nau' 92 Tadrib ar-Rawi: sahabat yang wafat semasa Rasulullah masih hidup namun tetap punya hadits yang disandarkan kepadanya - nau' tambahan orisinal As-Suyuthi, lengkap contoh Abu Salamah, Ja'far bin Abi Thalib, dan Hamzah.
-
88 Ma'rifatul Huffazh: Kutipan Ulama Menilai Deretan Hafizh Sepanjang Zaman
Nau' 93 Tadrib ar-Rawi: rangkaian kutipan ulama - dari Umar bin Khattab, Az-Zuhri, hingga Ahmad bin Hanbal - yang saling menilai siapa hafizh dan imam paling menonjol di kota dan zaman mereka.
Peta sanad kitab ini belum tercatat. Tambahkan jalur sanad lewat halaman admin.