Al-Muttashil: Hadits Bersambung Sanadnya, MarfuMaupun Mauquf

Nau' 5 dalam Tadrib ar-Rawi membahas hadits muttashil (juga disebut mawshul) - hadits yang sanadnya bersambung penuh, setiap perawinya benar-benar mendengar langsung dari gurunya (atau menerima ijazah darinya) sampai ke ujung sanad.

Definisi dan Perluasannya

As-Suyuthi menukil definisi Ibn ash-Shalah: hadits muttashil adalah hadits yang sanadnya bersambung, baik itu marfu' (sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) maupun mauquf (berhenti pada orang lain). As-Suyuthi sendiri menambahkan perluasan penting di luar rumusan Ibn ash-Shalah: bila kata "mauquf" itu diganti dengan "berhenti pada siapa pun", cakupannya jadi lebih luas lagi, mencakup pula perkataan para tabi'in dan generasi sesudahnya - bukan cuma perkataan sahabat. Ibnu Jama'ah mengikuti perluasan ini.

As-Suyuthi mencatat, Ibn ash-Shalah sendiri mencontohkan hadits mauquf dengan jalur Malik dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dari 'Umar - contoh yang jelas menunjukkan ia memang membatasi istilah "mauquf" pada perkataan sahabat saja. Al-'Iraqi memperjelas lebih lanjut: perkataan-perkataan tabi'in, sekalipun sanadnya bersambung sampai kepada mereka, tidak lazim disebut "muttashil" begitu saja tanpa keterangan tambahan - namun boleh dan memang biasa dipakai dalam bentuk terikat, seperti ucapan "ini muttashil sampai ke Sa'id bin Al-Musayyab" atau "sampai ke Az-Zuhri" atau "sampai ke Malik." Alasannya, riwayat semacam itu sebenarnya juga disebut maqathi' (jamak dari maqthu', nau' 8 kitab ini) - sehingga menyebutnya muttashil begitu saja, tanpa keterangan, seolah menyandingkan dua sifat yang berlawanan pada satu hal yang sama.1

Kenapa Ketelitian Istilah Ini Penting

Membedakan dengan tepat sampai di mana sebuah sanad "bersambung" - kepada Nabi, kepada sahabat, atau hanya kepada seorang tabi'in - adalah bagian dari kehati-hatian menyeluruh dalam menyampaikan riwayat, sejalan dengan prinsip memastikan kejelasan sumber sebelum menyandarkan sesuatu kepada siapa pun dalam agama:

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
"Sesungguhnya ilmu (agama) ini adalah agama, maka perhatikanlah baik-baik dari siapa kalian mengambil (ilmu) agama kalian." (dinukil dalam Muqaddimah Shahih Muslim)2

Nau' 5 ini adalah salah satu dari 93 nau' dalam kitab Tadrib ar-Rawi, kitab rujukan jenjang Lanjut program Ulumul Hadits Berjenjang Ngajisanad. Nau' berikutnya membahas Al-Marfu' dan Al-Mauquf secara terpisah.

Catatan & Referensi

  1. As-Suyuthi, Tadrib ar-Rawi fi Syarh Taqrib an-Nawawi, tahqiq Abu Qutaybah Nazhar Muhammad al-Faryabi, naskah digital Al-Maktabah Asy-Syamilah, hlm. 201.

  2. Dinukil Imam Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email