Man Wafaqa Isma Syaikhihi Isma Abihi: Ketika Nama Guru Kebetulan Sama dengan Nama Ayah

Nau' 82 dalam Tadrib ar-Rawi membahas satu kerancuan kecil namun nyata dalam sanad: kebetulan nama guru seorang perawi persis sama dengan nama ayah kandungnya sendiri. As-Suyuthi menyebut, nau' ini disebutkan oleh Syaikhul Islam (Ibnu Hajar al-'Asqalani) dalam kitabnya, An-Nukhbah (Nukhbatul Fikar).1

Contoh yang Diberikan: Ar-Rabi' bin Anas dari Anas

Ibnu Hajar mencontohkan kasus ini dengan Ar-Rabi' bin Anas yang meriwayatkan dari Anas. Kalau ditulis begitu saja dalam sanad, "Ar-Rabi' bin Anas, dari Anas", orang bisa langsung menyangka bahwa Ar-Rabi' meriwayatkan dari ayahnya sendiri - toh namanya sudah jelas menyebut "ibnu Anas", dan gurunya pun bernama Anas. Padahal dugaan itu keliru: Anas yang menjadi guru Ar-Rabi' dalam riwayat ini bukan ayahnya, melainkan Anas bin Malik, sahabat Nabi yang masyhur. Ayah Ar-Rabi' sendiri - yang juga bernama Anas - dikenal dengan nisbah Bakri, bukan Anas bin Malik.2

Dibandingkan dengan Kasus yang Benar-Benar Ayah-Anak

Supaya perbedaannya lebih jelas, As-Suyuthi mengambil pembanding dari Shahih (al-Bukhari/Muslim): 'Amir bin Sa'd yang meriwayatkan dari Sa'd. Berbeda dari kasus Ar-Rabi', dalam riwayat ini Sa'd yang dimaksud memang benar-benar ayah kandung 'Amir sendiri. Perbandingan inilah yang membuat nau' 82 penting: sekadar melihat pola nama "fulan bin fulan, dari fulan" tidak cukup untuk memastikan apakah riwayat itu diambil dari ayah kandung atau dari guru lain yang kebetulan senama - harus dicek satu per satu lewat data biografi (ilmu rijal) setiap perawi.3

Kenapa Ketelitian Ini Penting

Kekeliruan sekecil menyangka seorang guru adalah ayah kandung - atau sebaliknya - bisa mengaburkan gambaran sebenarnya tentang siapa yang benar-benar meriwayatkan dari siapa dalam sebuah sanad. Karena itu ulama hadits menaruh perhatian sangat rinci pada detail semacam ini, sejalan dengan prinsip besar dalam menjaga keakuratan sumber sebuah riwayat:

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
"Sesungguhnya ilmu (agama) ini adalah agama, maka perhatikanlah baik-baik dari siapa kalian mengambil (ilmu) agama kalian." (dinukil dalam Muqaddimah Shahih Muslim)4

Nau' 82 ini adalah salah satu dari 93 nau' dalam kitab Tadrib ar-Rawi, kitab rujukan jenjang Lanjut program Ulumul Hadits Berjenjang Ngajisanad.

Catatan & Referensi

  1. As-Suyuthi, Tadrib ar-Rawi fi Syarh Taqrib an-Nawawi, tahqiq Abu Qutaybah Nazhar Muhammad al-Faryabi, naskah digital Al-Maktabah Asy-Syamilah, hlm. 923.

  2. Ibid., hlm. 923.

  3. Ibid., hlm. 923.

  4. Dinukil Imam Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email