-
1 Pengantar Aqsamul Hadits
Kenalan dengan Fathul Mughits karya As-Sakhawi dan pembagian umum hadits (aqsamul hadits) - fondasi sebelum masuk ke rincian shahih, hasan, dan dhaif.
-
2 Al-Hadits ash-Shahih
Lima syarat al-hadits ash-shahih menurut Fathul Mughits, kitab-kitab tershahih (ashahhul kutub), al-mustakhrajat, dan tingkatan (maratib) hadits shahih.
-
3 Al-Hadits al-Hasan
Definisi al-hadits al-hasan menurut Fathul Mughits, pembagiannya jadi hasan li dzatihi dan hasan li ghairihi, serta contoh dan peran Imam At-Tirmidzi.
-
4 Al-Marfu'
Riwayat yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam - empat bentuknya dan konsep marfu' hukmi.
-
5 Al-Muttasil
Sumbu terpisah dari marfu/mawquf/maqthu - apakah sanad benar-benar bersambung dari awal sampai akhir.
-
6 Al-Mawquf
Riwayat yang hanya disandarkan kepada sahabat, beserta konsep mawquf hukmi.
-
7 Al-Maqthu'
Riwayat yang disandarkan kepada tabi'in, dan kenapa istilah ini sering tertukar dengan al-munqathi'.
-
8 Al-Mursal
Keterputusan sanad tepat di level sahabat, dan perdebatan ulama soal hujjiyyahnya.
-
9 Al-Munqathi'
Keterputusan satu rawi di titik mana pun selain level sahabat.
-
10 Al-Mu'dhal
Keterputusan dua rawi atau lebih secara berurutan - bentuk keterputusan paling berat.
-
11 At-Tadlis
Tiga jenis tadlis - tadlis al-isnad, tadlis at-taswiyah, dan tadlis asy-syuyukh.
-
12 Asy-Syadz
Riwayat dari rawi tsiqah yang menyelisihi riwayat lain yang lebih kuat.
-
13 Al-Munkar
Riwayat dari rawi dhaif yang menyelisihi riwayat lain yang lebih kuat - beda status rawi dari asy-syadz.
-
14 Al-I'tibar, Al-Muttaba'at, Asy-Syawahid
Metodologi mengumpulkan seluruh jalur riwayat, dan dua jenis penguat yang dihasilkannya.
-
15 Ziyadatuts Tsiqat
Tambahan lafaz dari rawi tsiqah yang tidak disebutkan rawi lain, dan perbedaan pendapat ulama menyikapinya.
-
16 Al-Afrad
Hadits yang hanya diriwayatkan satu rawi tanpa penguat - fard muthlaq dan fard nisbi.
-
17 Al-Mu'allal
Cacat tersembunyi ('illah) yang hanya bisa ditemukan lewat penelusuran mendalam - puncak tertinggi ilmu ini.
-
18 Al-Mudhtarib
Riwayat dengan versi-versi yang saling bertentangan tanpa bisa direkonsiliasi.
-
19 Al-Mudraj
Susupan kata atau kalimat yang tercampur ke matan/sanad tanpa pemisah yang jelas.
-
20 Al-Maudhu'
Hadits palsu yang sengaja dikarang dan disandarkan kepada Nabi - cacat paling berat dalam ilmu ini.
-
21 Al-Maqlub
Pertukaran posisi dua unsur dalam sanad atau matan, termasuk kisah ujian Imam Al-Bukhari di Baghdad.
-
22 Al-Mubhamat
Rawi yang disebut secara samar tanpa nama, dan kaidah jahalah yang melemahkan sanadnya.
-
23 Al-Jarh wat-Ta'dil
Kritik dan validasi kredibilitas rawi, tingkatan lafaz jarh dan ta'dil, dan kaidah mendahulukan jarh yang dijelaskan sebabnya.
-
24 Syarat Tahammulul Hadits
Kapan seseorang sah menerima riwayat - cukup dengan tamyiz, sementara syarat Islam-baligh-'adalah baru berlaku saat menyampaikannya.
-
25 As-Sama'
Mendengar langsung dari guru - cara tahammul dengan tingkatan tertinggi menurut mayoritas ulama.
-
26 Al-Qira'ah 'alasy-Syaikh
Murid membaca di hadapan guru - perdebatan ulama soal urutan kekuatannya dibanding sama'.
-
27 Al-Ijazah
Izin meriwayatkan tanpa membaca/mendengar langsung - ijazah mu'ayyan li mu'ayyan dan ijazah 'amm.
-
28 Al-Munawalah
Penyerahan naskah fisik dari guru ke murid, dengan atau tanpa izin eksplisit periwayatan.
-
29 Al-Mukatabah
Periwayatan lewat tulisan/surat - cara menjaga sanad tetap tersambung antar ulama yang terpisah jarak jauh.
-
30 Al-I'lam
Sekadar pemberitahuan tanpa izin eksplisit - cara tahammul paling diperdebatkan validitasnya.
-
31 Al-Washiyyah
Wasiat penjagaan naskah menjelang wafat atau bepergian jauh, tanpa ijazah eksplisit.
-
32 Al-Wijadah
Menemukan naskah tanpa hubungan guru-murid sama sekali - cara tahammul paling lemah, menutup kedelapan cara.
-
33 Kitabatul Hadits
Sejarah pembolehan menulis hadits, peran Umar bin Abdul Aziz, dan pentingnya naqth-syakl mencegah kerancuan nama rawi.
-
34 At-Tash-hih wat-Tamridh wa Ar-Ramz
Simbol verifikasi naskah dan sistem kode singkatan kitab-kitab induk hadits.
-
35 Shifat Riwayat al-Hadits
Tingkatan lafaz periwayatan dari sami'tu/haddatsana sampai 'an dan anna, dan kenapa pilihan kata ini bukan formalitas.
-
36 Al-Mu'an'an wal-Mu'annan
Syarat liqa' vs mu'asharah dalam menerima riwayat berlafaz 'an/anna, perdebatan Al-Bukhari vs Muslim.
-
37 Adab al-Muhaddits
Etika seorang guru hadits - keikhlasan mengajar, kesediaan berbagi ilmu, dan kesabaran menghadapi murid.
-
38 Adab Thalibil Hadits
Etika seorang penuntut ilmu hadits - keikhlasan, ketelitian menjaga riwayat, rihlah, dan kehati-hatian sebelum menyampaikan.
-
39 Al-Isnad al-'Ali wan-Nazil
Kenapa sanad yang lebih pendek jumlah rawinya lebih dihargai ulama, dan pembagian uluw muthlaq/nisbi.
-
40 Al-Masyhur
Hadits dengan tiga jalur atau lebih di setiap generasi, dan kenapa kemasyhuran bukan jaminan keabsahan.
-
41 Al-Gharib wal-'Aziz
Hadits dengan satu jalur (gharib) atau dua jalur (aziz) di suatu titik sanad.
-
42 Gharibul Hadits
Kosakata langka dalam matan hadits yang butuh penjelasan tersendiri, dan kitab-kitab rujukannya.
-
43 Al-Musalsal
Hadits yang setiap rawinya mengulang sifat/tindakan/ucapan tertentu secara berurutan, termasuk musalsal bil awwaliyyah.
-
44 An-Nasikh wal-Mansukh
Dalil yang membatalkan hukum dalil sebelumnya, dan empat cara mengetahui urutannya.
-
45 At-Tashif
Kesalahan mengubah kata karena kemiripan bentuk huruf, dan pembedaannya dari at-tahrif.
-
46 Mukhtaliful Hadits
Dua hadits shahih yang tampak bertentangan, dan urutan metode jam-naskh-tarjih-tawaqquf untuk menyelesaikannya.
-
47 Khafiyyul Irsal
Mursal tersembunyi yang mirip tapi berbeda dari tadlis - pembeda ada pada unsur kesengajaan menyamarkan.
-
48 Al-Mazid fi Muttasilil Isnad
Kasus tambahan rawi dalam sanad yang tampak bersambung - kapan ini cacat, kapan variasi periwayatan sah.
-
49 Ma'rifatush Shahabah
Definisi sahabat, prinsip 'adalatush shahabah, dan cara mengenali status kesahabatan seseorang.
-
50 Ma'rifatut Tabi'in
Definisi tabi'in, tingkatan kibar dan shighar at-tabi'in, dan kategori al-mukhadhramun.
-
51 Riwayatul Akabir 'anil Ashaghir
Rawi senior meriwayatkan dari rawi junior - fenomena yang terdengar terbalik tapi terdokumentasi luas.
-
52 Al-Mudabbaj
Dua rawi sederajat yang saling meriwayatkan satu sama lain.
-
53 Al-Ikhwah wal-Akhawat
Saudara kandung yang sama-sama menjadi rawi hadits, dan manfaatnya sebagai mutaba'ah.
-
54 Riwayatul Aba' 'anil-Abna'
Ayah meriwayatkan dari anaknya sendiri, dan arah sebaliknya yang lebih umum.
-
55 As-Sabiq wal-Lahiq
Dua rawi dari guru yang sama tapi wafat dalam jarak waktu sangat jauh.
-
56 Man Lam Yarwi 'anhu illa Rawin Wahid
Rawi yang riwayatnya hanya sampai lewat satu murid saja, dan risiko jahalatul hal-nya.
-
57 Al-Mufradat
Nama-nama yang hanya pernah dipakai satu rawi sepanjang sejarah periwayatan hadits.
-
58 Al-Asma' wal-Kuna
Pendataan nama asli dan kun-yah setiap rawi secara sistematis.
-
59 Man 'Urifa bi-Kunyatihi
Rawi yang dikenal lewat kun-yahnya sampai nama aslinya nyaris terlupakan.
-
60 Al-Alqab
Gelar yang disematkan kepada seorang rawi, berbeda dari kun-yah dan nasab.
-
61 Al-Mu'talif wal-Mukhtalif
Nama yang tulisannya sama persis tapi bacaannya berbeda, merujuk pada orang berbeda.
-
62 Al-Muttafiq wal-Muftariq
Nama yang identik persis baik tulisan maupun bacaan, tapi tetap merujuk pada orang berbeda.
-
63 Al-Musytabih
Istilah payung yang menaungi seluruh kasus kerancuan nama rawi.
-
64 Man Nusiba ila Ghairi Abihi
Rawi yang dikenal dengan nisbah kepada selain ayah kandungnya sendiri.
-
65 An-Nasab allati 'ala Khilafizh-Zhahir
Nisbah yang tampak berarti satu hal, tapi makna sebenarnya berbeda dari kesan lahiriah.
-
66 Al-Mubhamat dalam Nasab
Penyebutan sebagian nasab tanpa kejelasan penuh identitas rawi.
-
67 Tawarikhur Ruwah wal-Wafayat
Pencatatan sistematis tarikh lahir dan wafat setiap rawi sebagai instrumen verifikasi sanad.
-
68 Ats-Tsiqat wadh-Dhu'afa
Genre kitab rujukan yang mendata status kredibilitas rawi secara ringkas.
-
69 Al-Ikhtilath
Kondisi rawi yang mengalami penurunan kualitas hafalan pada periode tertentu dalam hidupnya.
-
70 Ath-Thabaqat
Pengelompokan rawi ke dalam tingkatan generasi.
-
71 Al-Mawali
Rawi berstatus mawla, dan kenapa Islam mengangkat kedudukan mereka berdasarkan ilmu bukan nasab.
-
72 Awthanur Ruwah
Pencatatan asal daerah rawi - bab penutup seluruh kajian ini.