Fathul Mughits Bab 57: Al-Mufradat

Bab sebelumnya membahas rawi yang riwayatnya hanya sampai lewat satu murid. Bab ini membahas kategori nama yang serupa kelangkaannya, tapi dari sisi yang berbeda: nama yang hanya pernah dipakai satu orang saja.

Al-Mufradat

As-Sakhawi merumuskan definisi ringkas afradul 'alam (istilah yang dipakai Alfiyah al-'Iraqi untuk kategori ini) dalam prosa syarahnya:

أَفْرَادُ الْعَلَمِ، وَهُوَ مَا يُجْعَلُ عَلَامَةً عَلَى الرَّاوِي مِنَ اسْمٍ وَكُنْيَةٍ وَلَقَبٍ
"Afradul 'alam adalah apa yang dijadikan tanda pengenal bagi seorang rawi - berupa nama, kun-yah, atau laqab - yang (masing-masing) hanya pernah dipakai oleh satu orang saja." (As-Sakhawi, Fathul Mughits, jilid 4 hlm. 206)

Alfiyah al-'Iraqi sendiri merangkum kategori ini dalam bait berikut, lengkap dengan contoh:

وَاعْنَ بِالْأَفْرَادِ سُمًا أَوْ لَقَبَا ... أَوْ كُنْيَةً نَحْوَ لُبَيِّ بْنِ لَبَا
"Dan perhatikanlah al-afrad (nama-nama tunggal) - baik nama, laqab, maupun kun-yah - seperti (nama) Lubay bin Laba." (Alfiyah al-'Iraqi, bait 862, dinukil dan disyarah As-Sakhawi dalam Fathul Mughits, jilid 4 hlm. 206)

Al-mufradat (juga disebut al-wuhdan) adalah nama-nama yang, sepanjang catatan sejarah periwayatan hadits, hanya pernah dipakai oleh satu orang rawi saja - tidak ada rawi lain, dari generasi mana pun, yang tercatat memakai nama persis yang sama.1 Ulama menyusun daftar nama-nama semacam ini justru untuk tujuan praktis: begitu sebuah sanad menyebut nama itu, identitasnya langsung bisa dipastikan tanpa risiko tertukar dengan rawi lain yang namanya sama, karena memang tidak ada duplikatnya.

Ini kebalikan dari masalah yang akan dibahas beberapa bab ke depan (al-mu'talif wal-mukhtalif dan al-musytabih) - di sana masalahnya adalah terlalu banyak rawi berbagi nama atau ejaan yang mirip, sementara al-mufradat justru sebaliknya: nama yang begitu unik sehingga tidak ada ambiguitas sama sekali. Mengetahui daftar nama-nama unik ini mempercepat proses identifikasi rawi dalam sebuah sanad, karena begitu nama itu muncul, peneliti sanad langsung tahu persis siapa yang dimaksud.

Bab selanjutnya kembali ke topik nama secara lebih luas: bagaimana ulama mendata nama asli dan kun-yah setiap rawi secara sistematis, al-asma' wal-kuna.

Catatan & Referensi

  1. Definisi al-mufradat (al-wuhdan) sebagai nama yang hanya pernah dipakai satu rawi dirumuskan Ibnu Shalah dalam Muqaddimah-nya dan dijelaskan As-Sakhawi dalam Fathul Mughits.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email