Ikhtishar 'Ulumil Hadits
Al-Hafizh Imaduddin Abul Fida Isma'il bin Umar bin Katsir (w. 774 H)
Ringkasan Ibnu Katsir atas Muqaddimah Ibnu Shalah (Ma'rifat Anwa' 'Ulumil Hadits) - memuat 65 jenis (anwa') ilmu hadits dalam susunan yang lebih ringkas dan sistematis.
Daftar Bab
-
1 Muqaddimah
Pengantar Ibnu Katsir - kenapa beliau meringkas Muqaddimah Ibnu Shalah, dan kedudukan kitab ini dalam jenjang belajar ilmu hadits.
-
2 Hadits Shahih
Anwa 1: definisi hadits shahih - lima syarat yang harus terpenuhi bersamaan.
-
3 Hadits Hasan
Anwa 2: dua kategori hadits hasan dan pembagian hasan li dzatihi/li ghairihi.
-
4 Hadits Dha'if
Anwa 3: definisi payung hadits dha'if dan peta sub-kategori kelemahannya.
-
5 Hadits Musnad
Anwa 4: hadits musnad - gabungan marfu' dan muttashil - dan bedanya dari kitab Musnad.
-
6 Hadits Muttashil
Anwa 5: hadits muttashil dan pembagian muttashil marfu'/mauquf.
-
7 Hadits Marfu'
Anwa 6: hadits marfu' - ucapan, perbuatan, taqrir, dan sifat Nabi - serta marfu' hukmi.
-
8 Hadits Mauquf
Anwa 7: hadits mauquf dan kasus mauquf yang berstatus hukmi marfu'.
-
9 Hadits Maqthu'
Anwa 8: hadits maqthu' dan peringatan agar tidak tertukar dengan munqathi'.
-
10 Hadits Mursal
Anwa 9: hadits mursal, perbedaan pendapat ulama, dan pengecualian mursal shahabi.
-
11 Hadits Munqathi'
Anwa 10: keterputusan sanad di titik selain sahabat, satu perawi gugur.
-
12 Hadits Mu'dhal
Anwa 11: dua perawi atau lebih gugur berturut-turut dari sanad.
-
13 Tadlis dan Hukum Mudallis
Anwa 12: tadlis isnad dan tadlis syuyukh, serta hukum riwayat mudallis berdasarkan lafalnya.
-
14 Hadits Syadz
Anwa 13: definisi syadz menurut Imam Asy-Syafi'i dan bedanya dari gharib.
-
15 Hadits Munkar
Anwa 14: hadits munkar dan bedanya dari syadz, serta lawan katanya ma'ruf.
-
16 Al-I'tibar, Al-Mutaba'ah, wal-Syawahid
Anwa 15: metode menelusuri penguat riwayat - mutaba'ah (sanad sama) dan syawahid (sahabat berbeda) - dengan contoh hadits niat.
-
17 Al-Afrad
Anwa 16: riwayat yang menyendiri tanpa penguat - fardh mutlak dan fardh nisbi.
-
18 Ziyadatuts Tsiqah
Anwa 17: tiga kondisi penilaian tambahan riwayat dari perawi tsiqah.
-
19 Al-Hadits Al-Mu'allal
Anwa 18: cacat tersembunyi ('illat) pada sanad/matan yang sekilas tampak shahih.
-
20 Al-Mudhtarib
Anwa 19: riwayat dengan versi-versi yang saling bertentangan dan tidak bisa ditarjih.
-
21 Al-Mudraj
Anwa 20: sisipan yang tercampur ke matan atau sanad hadits.
-
22 Al-Maudhu'
Anwa 21: hadits palsu yang direkayasa dan disandarkan ke Nabi, ancaman bagi pemalsu, dan cara mendeteksinya.
-
23 Al-Maqlub
Anwa 22: maqlub pada sanad dan matan, termasuk qalb al-isnad lil-imtihan.
-
24 Al-Jarh wat-Ta'dil
Anwa 23: syarat 'adalah dan dhabt, ilmu jarh wat-ta'dil, dan kaidah al-jarh muqaddam 'alat-ta'dil.
-
25 As-Sama' wat-Tahammul
Anwa 24: delapan metode tahammul al-ilm dari sama' hingga wijadah.
-
26 Kitabatul Hadits wa Dhabtuhu wa Taqyiduhu
Anwa 25: kaidah dhabtul kitab, taqyid, dan muqabalah dalam mencatat hadits.
-
27 Sifat Riwayatil Hadits wa Syarthu Ada'ihi
Anwa 26: riwayat bil-lafzhi vs bil-ma'na, dan lafal-lafal periwayatan sesuai metode tahammul.
-
28 Adab Al-Muhaddits
Anwa 27: kode etik ahli hadits - ikhlas, tidak meriwayatkan yang diragukan, tawadhu'.
-
29 Adab Thalibil Hadits
Anwa 28: kode etik penuntut ilmu hadits - niat ikhlas, rihlah, mencatat segera.
-
30 Al-Isnad Al-'Ali wan-Nazil
Anwa 29: sanad tinggi dan sanad rendah, tradisi rihlah mencari sanad ali.
-
31 Al-Masyhur
Anwa 30: hadits dengan tiga jalur perawi atau lebih, dan bedanya dari sekadar populer di masyarakat.
-
32 Al-Gharib wal-'Aziz
Anwa 31: gharib (satu perawi, contoh hadits niat) dan 'aziz (dua perawi).
-
33 Gharib Alfazhil Hadits
Anwa 32: kosakata langka dalam matan hadits dan karya rujukannya.
-
34 Al-Musalsal
Anwa 33: sanad dengan pola periwayatan yang sama berulang di setiap tingkatan.
-
35 An-Nasikh wal-Mansukh
Anwa 34: dalil yang membatalkan hukum dalil sebelumnya dan cara mengetahuinya.
-
36 Dhabt Alfazhil Hadits Matnan wa Isnadan
Anwa 35: at-tashif dan at-tahrif, dua kesalahan lafal yang mengancam akurasi matan/sanad.
-
37 Mukhtaliful Hadits
Anwa 36: hadits shahih yang tampak bertentangan dan empat langkah menyelesaikannya.
-
38 Al-Mazid fi Muttashilil Asanid
Anwa 37: meneliti perawi tambahan dalam sanad yang tampak bersambung.
-
39 Al-Khafi minal Marasil (Al-Irsal Al-Khafi)
Anwa 38: keterputusan sanad tersamar antara dua perawi sezaman.
-
40 Ma'rifatush Shahabah
Anwa 39: definisi sahabat dan dasar kenapa seluruh sahabat dianggap adil.
-
41 Ma'rifatut Tabi'in
Anwa 40: definisi tabi'in, kibar/shighar at-tabi'in, dan al-mukhadhramun.
-
42 Riwayatul Akabir 'anil Ashaghir
Anwa 41: kasus khusus ulama senior meriwayatkan dari yang lebih muda/junior.
-
43 Al-Mudabbaj
Anwa 42: dua rawi sederajat yang saling meriwayatkan hadits satu sama lain.
-
44 Al-Ikhwah wal-Akhawat
Anwa 43: pasangan rawi yang bersaudara kandung.
-
45 Riwayatul Aba' 'anil Abna'
Anwa 44: kasus khusus ayah meriwayatkan hadits dari anaknya sendiri.
-
46 Riwayatul Abna' 'anil Aba'
Anwa 45: pola periwayatan anak dari ayah, contoh sanad Amr bin Syuaib.
-
47 As-Sabiq wal-Lahiq
Anwa 46: dua rawi dari guru yang sama dengan jarak wafat sangat jauh.
-
48 Man Lam Yarwi 'anhu Illa Rawin Wahid
Anwa 47: rawi yang hanya dikenal lewat satu jalur murid.
-
49 Man Lahu Asma' Muta'addidah
Anwa 48: rawi dengan lebih dari satu nama, risiko kekeliruan sanad.
-
50 Al-Asma' Al-Mufradah wal-Kuna
Anwa 49: rawi dengan nama/kunyah tunggal, tidak dipakai rawi lain.
-
51 Al-Asma' wal-Kuna
Anwa 50: pasangan nama dan kunyah rawi, contoh Abu Hurairah dan kitab Al-Kuna wal-Asma.
-
52 Man Isytahara bil-Ism duna Al-Kunyah
Anwa 51: rawi yang lebih dikenal lewat namanya sendiri dibanding kunyahnya.
-
53 Al-Alqab
Anwa 52: julukan/gelar rawi hadits, contoh Ghundar dan Al-Amasy.
-
54 Al-Mu'talif wal-Mukhtalif
Anwa 53: nama rawi yang ejaan tulisannya sama tapi bacaannya berbeda.
-
55 Al-Muttafiq wal-Muftariq
Anwa 54: nama dan nasab yang ejaan serta bacaannya sama persis namun merujuk rawi berbeda.
-
56 An-Naw' Al-Murakkab min An-Naw'ain Qablahu
Anwa 55: kasus gabungan mu talif-mukhtalif dan muttafiq-muftariq pada satu kelompok nama.
-
57 Shinf Akhar
Anwa 56: kategori tambahan kerawanan nama rawi.
-
58 Al-Mansubun ila Ghairi Aba'ihim
Anwa 57: rawi yang dinisbatkan kepada selain ayah kandungnya.
-
59 An-Nasab Al-Lati 'ala Khilafi Zhahiriha
Anwa 58: nisbah nama rawi yang maknanya menyimpang dari kesan harfiahnya.
-
60 Al-Mubhamat
Anwa 59: rawi yang disebut tanpa nama eksplisit dalam sanad.
-
61 Wafayatur Ruwah wa Mawalidihim wa Miqdaru A'marihim
Anwa 60: data tahun wafat, lahir, dan usia rawi.
-
62 Ats-Tsiqat wadh-Dhu'afa'
Anwa 61: kompilasi rawi tsiqah dan dhaif.
-
63 Man Ikhtalatha fi Akhiri 'Umrihi (Al-Ikhtilath)
Anwa 62: rawi tsiqah yang hafalannya kacau di usia senja.
-
64 Ath-Thabaqat
Anwa 63: pengelompokan rawi berdasarkan generasi.
-
65 Al-Mawali
Anwa 64: rawi dari kalangan mantan budak yang dimerdekakan.
-
66 Authanur Ruwah wa Buldanuhum
Anwa 65 (penutup): asal-usul kota/negeri para rawi.
Peta sanad kitab ini belum tercatat. Tambahkan jalur sanad lewat halaman admin.