Daftar Bab

  1. 1 Muqaddimah

    Pengantar Ibnu Katsir - kenapa beliau meringkas Muqaddimah Ibnu Shalah, dan kedudukan kitab ini dalam jenjang belajar ilmu hadits.

  2. 2 Hadits Shahih

    Anwa 1: definisi hadits shahih - lima syarat yang harus terpenuhi bersamaan.

  3. 3 Hadits Hasan

    Anwa 2: dua kategori hadits hasan dan pembagian hasan li dzatihi/li ghairihi.

  4. 4 Hadits Dha'if

    Anwa 3: definisi payung hadits dha'if dan peta sub-kategori kelemahannya.

  5. 5 Hadits Musnad

    Anwa 4: hadits musnad - gabungan marfu' dan muttashil - dan bedanya dari kitab Musnad.

  6. 6 Hadits Muttashil

    Anwa 5: hadits muttashil dan pembagian muttashil marfu'/mauquf.

  7. 7 Hadits Marfu'

    Anwa 6: hadits marfu' - ucapan, perbuatan, taqrir, dan sifat Nabi - serta marfu' hukmi.

  8. 8 Hadits Mauquf

    Anwa 7: hadits mauquf dan kasus mauquf yang berstatus hukmi marfu'.

  9. 9 Hadits Maqthu'

    Anwa 8: hadits maqthu' dan peringatan agar tidak tertukar dengan munqathi'.

  10. 10 Hadits Mursal

    Anwa 9: hadits mursal, perbedaan pendapat ulama, dan pengecualian mursal shahabi.

  11. 11 Hadits Munqathi'

    Anwa 10: keterputusan sanad di titik selain sahabat, satu perawi gugur.

  12. 12 Hadits Mu'dhal

    Anwa 11: dua perawi atau lebih gugur berturut-turut dari sanad.

  13. 13 Tadlis dan Hukum Mudallis

    Anwa 12: tadlis isnad dan tadlis syuyukh, serta hukum riwayat mudallis berdasarkan lafalnya.

  14. 14 Hadits Syadz

    Anwa 13: definisi syadz menurut Imam Asy-Syafi'i dan bedanya dari gharib.

  15. 15 Hadits Munkar

    Anwa 14: hadits munkar dan bedanya dari syadz, serta lawan katanya ma'ruf.

  16. 16 Al-I'tibar, Al-Mutaba'ah, wal-Syawahid

    Anwa 15: metode menelusuri penguat riwayat - mutaba'ah (sanad sama) dan syawahid (sahabat berbeda) - dengan contoh hadits niat.

  17. 17 Al-Afrad

    Anwa 16: riwayat yang menyendiri tanpa penguat - fardh mutlak dan fardh nisbi.

  18. 18 Ziyadatuts Tsiqah

    Anwa 17: tiga kondisi penilaian tambahan riwayat dari perawi tsiqah.

  19. 19 Al-Hadits Al-Mu'allal

    Anwa 18: cacat tersembunyi ('illat) pada sanad/matan yang sekilas tampak shahih.

  20. 20 Al-Mudhtarib

    Anwa 19: riwayat dengan versi-versi yang saling bertentangan dan tidak bisa ditarjih.

  21. 21 Al-Mudraj

    Anwa 20: sisipan yang tercampur ke matan atau sanad hadits.

  22. 22 Al-Maudhu'

    Anwa 21: hadits palsu yang direkayasa dan disandarkan ke Nabi, ancaman bagi pemalsu, dan cara mendeteksinya.

  23. 23 Al-Maqlub

    Anwa 22: maqlub pada sanad dan matan, termasuk qalb al-isnad lil-imtihan.

  24. 24 Al-Jarh wat-Ta'dil

    Anwa 23: syarat 'adalah dan dhabt, ilmu jarh wat-ta'dil, dan kaidah al-jarh muqaddam 'alat-ta'dil.

  25. 25 As-Sama' wat-Tahammul

    Anwa 24: delapan metode tahammul al-ilm dari sama' hingga wijadah.

  26. 26 Kitabatul Hadits wa Dhabtuhu wa Taqyiduhu

    Anwa 25: kaidah dhabtul kitab, taqyid, dan muqabalah dalam mencatat hadits.

  27. 27 Sifat Riwayatil Hadits wa Syarthu Ada'ihi

    Anwa 26: riwayat bil-lafzhi vs bil-ma'na, dan lafal-lafal periwayatan sesuai metode tahammul.

  28. 28 Adab Al-Muhaddits

    Anwa 27: kode etik ahli hadits - ikhlas, tidak meriwayatkan yang diragukan, tawadhu'.

  29. 29 Adab Thalibil Hadits

    Anwa 28: kode etik penuntut ilmu hadits - niat ikhlas, rihlah, mencatat segera.

  30. 30 Al-Isnad Al-'Ali wan-Nazil

    Anwa 29: sanad tinggi dan sanad rendah, tradisi rihlah mencari sanad ali.

  31. 31 Al-Masyhur

    Anwa 30: hadits dengan tiga jalur perawi atau lebih, dan bedanya dari sekadar populer di masyarakat.

  32. 32 Al-Gharib wal-'Aziz

    Anwa 31: gharib (satu perawi, contoh hadits niat) dan 'aziz (dua perawi).

  33. 33 Gharib Alfazhil Hadits

    Anwa 32: kosakata langka dalam matan hadits dan karya rujukannya.

  34. 34 Al-Musalsal

    Anwa 33: sanad dengan pola periwayatan yang sama berulang di setiap tingkatan.

  35. 35 An-Nasikh wal-Mansukh

    Anwa 34: dalil yang membatalkan hukum dalil sebelumnya dan cara mengetahuinya.

  36. 36 Dhabt Alfazhil Hadits Matnan wa Isnadan

    Anwa 35: at-tashif dan at-tahrif, dua kesalahan lafal yang mengancam akurasi matan/sanad.

  37. 37 Mukhtaliful Hadits

    Anwa 36: hadits shahih yang tampak bertentangan dan empat langkah menyelesaikannya.

  38. 38 Al-Mazid fi Muttashilil Asanid

    Anwa 37: meneliti perawi tambahan dalam sanad yang tampak bersambung.

  39. 39 Al-Khafi minal Marasil (Al-Irsal Al-Khafi)

    Anwa 38: keterputusan sanad tersamar antara dua perawi sezaman.

  40. 40 Ma'rifatush Shahabah

    Anwa 39: definisi sahabat dan dasar kenapa seluruh sahabat dianggap adil.

  41. 41 Ma'rifatut Tabi'in

    Anwa 40: definisi tabi'in, kibar/shighar at-tabi'in, dan al-mukhadhramun.

  42. 42 Riwayatul Akabir 'anil Ashaghir

    Anwa 41: kasus khusus ulama senior meriwayatkan dari yang lebih muda/junior.

  43. 43 Al-Mudabbaj

    Anwa 42: dua rawi sederajat yang saling meriwayatkan hadits satu sama lain.

  44. 44 Al-Ikhwah wal-Akhawat

    Anwa 43: pasangan rawi yang bersaudara kandung.

  45. 45 Riwayatul Aba' 'anil Abna'

    Anwa 44: kasus khusus ayah meriwayatkan hadits dari anaknya sendiri.

  46. 46 Riwayatul Abna' 'anil Aba'

    Anwa 45: pola periwayatan anak dari ayah, contoh sanad Amr bin Syuaib.

  47. 47 As-Sabiq wal-Lahiq

    Anwa 46: dua rawi dari guru yang sama dengan jarak wafat sangat jauh.

  48. 48 Man Lam Yarwi 'anhu Illa Rawin Wahid

    Anwa 47: rawi yang hanya dikenal lewat satu jalur murid.

  49. 49 Man Lahu Asma' Muta'addidah

    Anwa 48: rawi dengan lebih dari satu nama, risiko kekeliruan sanad.

  50. 50 Al-Asma' Al-Mufradah wal-Kuna

    Anwa 49: rawi dengan nama/kunyah tunggal, tidak dipakai rawi lain.

  51. 51 Al-Asma' wal-Kuna

    Anwa 50: pasangan nama dan kunyah rawi, contoh Abu Hurairah dan kitab Al-Kuna wal-Asma.

  52. 52 Man Isytahara bil-Ism duna Al-Kunyah

    Anwa 51: rawi yang lebih dikenal lewat namanya sendiri dibanding kunyahnya.

  53. 53 Al-Alqab

    Anwa 52: julukan/gelar rawi hadits, contoh Ghundar dan Al-Amasy.

  54. 54 Al-Mu'talif wal-Mukhtalif

    Anwa 53: nama rawi yang ejaan tulisannya sama tapi bacaannya berbeda.

  55. 55 Al-Muttafiq wal-Muftariq

    Anwa 54: nama dan nasab yang ejaan serta bacaannya sama persis namun merujuk rawi berbeda.

  56. 56 An-Naw' Al-Murakkab min An-Naw'ain Qablahu

    Anwa 55: kasus gabungan mu talif-mukhtalif dan muttafiq-muftariq pada satu kelompok nama.

  57. 57 Shinf Akhar

    Anwa 56: kategori tambahan kerawanan nama rawi.

  58. 58 Al-Mansubun ila Ghairi Aba'ihim

    Anwa 57: rawi yang dinisbatkan kepada selain ayah kandungnya.

  59. 59 An-Nasab Al-Lati 'ala Khilafi Zhahiriha

    Anwa 58: nisbah nama rawi yang maknanya menyimpang dari kesan harfiahnya.

  60. 60 Al-Mubhamat

    Anwa 59: rawi yang disebut tanpa nama eksplisit dalam sanad.

  61. 61 Wafayatur Ruwah wa Mawalidihim wa Miqdaru A'marihim

    Anwa 60: data tahun wafat, lahir, dan usia rawi.

  62. 62 Ats-Tsiqat wadh-Dhu'afa'

    Anwa 61: kompilasi rawi tsiqah dan dhaif.

  63. 63 Man Ikhtalatha fi Akhiri 'Umrihi (Al-Ikhtilath)

    Anwa 62: rawi tsiqah yang hafalannya kacau di usia senja.

  64. 64 Ath-Thabaqat

    Anwa 63: pengelompokan rawi berdasarkan generasi.

  65. 65 Al-Mawali

    Anwa 64: rawi dari kalangan mantan budak yang dimerdekakan.

  66. 66 Authanur Ruwah wa Buldanuhum

    Anwa 65 (penutup): asal-usul kota/negeri para rawi.

Belajar langsung bersama pengajar bersanad di jalur Musthalah Hadits →

Peta sanad kitab ini belum tercatat. Tambahkan jalur sanad lewat halaman admin.