An-Naw' Ats-Tsamin 'Asyar: Al-Mu'allal minal Hadits
وَهُوَ فَنٌّ خَفِيٌّ عَلَى كَثِيرٍ مِنْ عُلَمَاءِ الْحَدِيثِ، حَتَّى قَالَ بَعْضُ حُفَّاظِهِمْ: مَعْرِفَتُنَا بِهَذَا كَهَانَةٌ عِنْدَ الْجَاهِلِ
"Ilmu ini adalah cabang ilmu yang samar bagi banyak ulama hadits, sampai-sampai sebagian huffazh mereka berkata: 'Pengetahuan kami tentang ilmu ini tampak seperti perdukunan di mata orang yang tidak memahaminya.'"
وَإِنَّمَا يَهْتَدِي إِلَى تَحْقِيقِ هَذَا الْفَنِّ الْجَهَابِذَةُ النُّقَّادُ مِنْهُمْ، يُمَيِّزُونَ بَيْنَ صَحِيحِ الْحَدِيثِ وَسَقِيمِهِ، وَمُعْوَجِّهِ وَمُسْتَقِيمِهِ، كَمَا يُمَيِّزُ الصَّيْرَفِيُّ الْبَصِيرُ بِصِنَاعَتِهِ بَيْنَ الْجِيَادِ وَالسُّيُوفِ، وَالدَّنَانِيرِ وَالْفُلُوسِ. فَكَمَا لَا يَتَمَارَى هَذَا، كَذَلِكَ يَقْطَعُ ذَاكَ بِمَا ذَكَرْنَاهُ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَظُنُّ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَقِفُ، بِحَسَبِ مَرَاتِبِ عُلُومِهِمْ وَحِذْقِهِمْ وَاطِّلَاعِهِمْ عَلَى طُرُقِ الْحَدِيثِ، وَذَوْقِهِمْ حَلَاوَةَ عِبَارَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّتِي لَا يُشْبِهُهَا غَيْرُهَا مِنْ أَلْفَاظِ النَّاسِ
"Yang mampu menguasai secara mendalam ilmu ini hanyalah para pakar kritikus (al-jahabidzah an-nuqqad) di antara mereka, yang mampu membedakan antara hadits yang shahih dan yang cacat, yang lurus dan yang menyimpang - sebagaimana seorang penukar uang (sharraf) yang jeli dengan keahliannya mampu membedakan mana yang asli dan mana yang palsu, mana dinar (emas) dan mana fulus (uang receh). Sebagaimana orang itu tidak ragu-ragu dalam membedakannya, demikian pula ahli hadits memastikan penilaiannya dengan apa yang telah kami sebutkan. Di antara mereka ada yang hanya sampai pada tingkat menduga, dan ada yang berhenti (tidak memastikan), sesuai dengan tingkat ilmu, kepiawaian, dan pengetahuan mereka tentang jalur-jalur hadits, serta kepekaan rasa mereka terhadap manisnya ungkapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang tidak menyerupai ungkapan-ungkapan manusia lainnya."
فَمِنَ الْأَحَادِيثِ الْمَرْوِيَّةِ مَا عَلَيْهِ أَنْوَارُ النُّبُوَّةِ، وَمِنْهَا مَا وَقَعَ فِيهِ تَغْيِيرُ لَفْظٍ أَوْ زِيَادَةٌ بَاطِلَةٌ أَوْ مُجَازَفَةٌ أَوْ نَحْوُ ذَلِكَ، يُدْرِكُهَا الْبَصِيرُ مِنْ أَهْلِ هَذِهِ الصِّنَاعَةِ
"Di antara hadits-hadits yang diriwayatkan, ada yang memancarkan cahaya kenabian, dan ada pula yang di dalamnya terjadi perubahan lafal, tambahan yang batil, kecerobohan, atau semisalnya - yang semua itu dikenali oleh orang yang jeli dari kalangan ahli bidang ini."
وَقَدْ يَكُونُ التَّعْلِيلُ مُسْتَفَادًا مِنَ الْإِسْنَادِ. وَبَسْطُ أَمْثِلَةِ ذَلِكَ يَطُولُ جِدًّا، وَإِنَّمَا يَظْهَرُ بِالْعَمَلِ
"Terkadang penetapan 'illat itu diperoleh dari sanadnya. Memaparkan contoh-contohnya akan sangat panjang, dan hal itu hanya akan tampak jelas melalui praktik langsung."
وَمِنْ أَحْسَنِ كِتَابٍ وُضِعَ فِي ذَلِكَ وَأَجَلِّهِ وَأَفْحَلِهِ " كِتَابُ الْعِلَلِ " لِعَلِيِّ بْنِ الْمَدِينِيِّ شَيْخِ الْبُخَارِيِّ. وَسَائِرِ الْمُحَدِّثِينَ بَعْدَهُ، فِي هَذَا الشَّأْنِ عَلَى الْخُصُوصِ. وَكَذَلِكَ " كِتَابُ الْعِلَلِ " لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حَاتِمٍ، وَهُوَ مُرَتَّبٌ عَلَى أَبْوَابِ الْفِقْهِ، وَ " كِتَابُ الْعِلَلِ " لِلْخَلَّالِ. وَيَقَعُ فِي مُسْنَدِ الْحَافِظِ أَبِي بَكْرٍ الْبَزَّارِ مِنَ التَّعَالِيلِ مَا لَا يُوجَدُ فِي غَيْرِهِ مِنَ الْمَسَانِيدِ. وَقَدْ جَمَعَ أَزِمَّةَ مَا ذَكَرْنَاهُ كُلِّهِ الْحَافِظُ الْكَبِيرُ أَبُو الْحَسَنِ الدَّارَقُطْنِيُّ فِي كِتَابِهِ فِي ذَلِكَ، وَهُوَ مِنْ أَجَلِّ كِتَابٍ، بَلْ أَجَلُّ مَا رَأَيْنَاهُ وُضِعَ فِي هَذَا الْفَنِّ، لَمْ يُسْبَقْ إِلَى مِثْلِهِ، وَقَدْ أَعْجَزَ مَنْ يُرِيدُ أَنْ يَأْتِيَ بَعْدَهُ، فَرَحِمَهُ اللَّهُ وَأَكْرَمَ مَثْوَاهُ
"Di antara kitab terbaik, teragung, dan terunggul yang disusun dalam bidang ini adalah Kitab Al-'Ilal karya 'Ali bin Al-Madini, guru Al-Bukhari, dan para muhaddits lainnya sesudahnya, khusus dalam bidang ini. Demikian pula Kitab Al-'Ilal karya 'Abdurrahman bin Abi Hatim, yang disusun berdasarkan bab-bab fiqih, dan Kitab Al-'Ilal karya Al-Khallal. Dalam Musnad karya Al-Hafizh Abu Bakar Al-Bazzar terdapat pembahasan 'ilal yang tidak ditemukan pada musnad-musnad lainnya. Dan seluruh apa yang telah kami sebutkan itu dihimpun kendalinya oleh Al-Hafizh Al-Kabir Abul Hasan Ad-Daraquthni dalam kitabnya tentang ilmu ini, yang merupakan kitab paling agung - bahkan paling agung yang pernah kami lihat disusun dalam bidang ini. Tidak ada yang mendahuluinya dalam menyusun karya semisalnya, dan ia telah membuat lemah siapa pun yang ingin menandinginya sesudahnya. Semoga Allah merahmatinya dan memuliakan tempat kembalinya,"
وَلَكِنْ يُعْوِزُهُ شَيْءٌ لَا بُدَّ مِنْهُ، وَهُوَ: أَنْ يُرَتَّبَ عَلَى الْأَبْوَابِ، لِيَقْرُبَ تَنَاوُلُهُ لِلطُّلَّابِ، وَأَنْ تَكُونَ أَسْمَاءُ الصَّحَابَةِ الَّذِينَ اشْتَمَلَ عَلَيْهِمْ مُرَتَّبِينَ عَلَى حُرُوفِ الْمُعْجَمِ، لِيَسْهُلَ الْأَخْذُ مِنْهُ، فَإِنَّهُ مُبَدَّدٌ جِدًّا، لَا يَكَادُ يَهْتَدِي الْإِنْسَانُ إِلَى مَطْلُوبِهِ مِنْهُ بِسُهُولَةٍ. وَاللَّهُ الْمُوَفِّقُ
"Namun kitab itu masih kekurangan sesuatu yang mesti ada, yaitu: seharusnya disusun berdasarkan bab-bab, agar mudah dipelajari para penuntut ilmu, dan nama-nama sahabat yang termuat di dalamnya disusun berdasarkan huruf hijaiyah (alfabetis), agar mudah diambil manfaatnya. Sebab kitab itu sangat berserakan susunannya, sehingga seseorang hampir tidak bisa menemukan apa yang dicarinya dengan mudah. Wallahul Muwaffiq."