Ma'rifat Dhabt Alfazhil Hadits
مَتْنًا وَإِسْنَادًا وَالِاحْتِرَازُ مِنَ التَّصْحِيفِ فِيهَا
"(Yaitu) mengetahui ke-dhabt-an (ketelitian/kecermatan) lafal-lafal hadits, baik pada matan maupun sanadnya, serta upaya menjaga diri dari tashif (kesalahan baca akibat kemiripan bentuk tulisan) di dalamnya."
فَقَدْ وَقَعَ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ كَثِيرٌ لِجَمَاعَةٍ مِنَ الْحُفَّاظِ وَغَيْرِهِمْ، مِمَّنْ تَرَسَّمَ بِصِنَاعَةِ الْحَدِيثِ وَلَيْسَ مِنْهُمْ. وَقَدْ صَنَّفَ الْعَسْكَرِيُّ فِي ذَلِكَ مُجَلَّدًا كَبِيرًا.
"Kesalahan semacam ini banyak sekali terjadi, baik pada sejumlah huffazh maupun selain mereka, khususnya pada orang-orang yang hanya bergaya seperti ahli hadits padahal sesungguhnya bukan. Al-'Askari telah menyusun sebuah jilid besar mengenai hal ini."
وَأَكْثَرُ مَا يَقَعُ ذَلِكَ لِمَنْ أَخَذَ مِنَ الصُّحُفِ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ حَافِظٌ يُوقِفُهُ عَلَى ذَلِكَ.
"Kesalahan semacam ini paling banyak terjadi pada orang yang mengambil ilmu dari lembaran-lembaran tulisan semata, tanpa memiliki guru hafizh yang membimbingnya secara langsung."
وَمَا يَنْقُلُهُ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ: أَنَّهُ كَانَ يُصَحِّفُ قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ: فَغَرِيبٌ جِدًّا! لِأَنَّ لَهُ كِتَابًا فِي التَّفْسِيرِ، وَقَدْ نُقِلَ عَنْهُ أَشْيَاءُ لَا تَصْدُرُ عَنْ صِبْيَانِ الْمَكَاتِبِ. وَأَمَّا مَا وَقَعَ لِبَعْضِ الْمُحَدِّثِينَ مِنْ ذَلِكَ، فَمِنْهُ مَا يَكَادُ اللَّبِيبُ يَضْحَكُ مِنْهُ، كَمَا حُكِيَ عَنْ بَعْضِهِمْ: أَنَّهُ جَمَعَ طُرُقَ حَدِيثِ: " يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النَّفِيرُ "، ثُمَّ أَمْلَاهُ فِي مَجْلِسِهِ عَلَى مَنْ حَضَرَهُ مِنَ النَّاسِ فَجَعَلَ يَقُولُ: " يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ الْبَعِيرُ "! فَافْتُضِحَ عِنْدَهُمْ، وَأَرَّخُوهَا عَنْهُ!! وَكَذَا اتَّفَقَ لِبَعْضِ مُدَرِّسِي النِّظَامِيَّةِ بِبَغْدَادَ: أَنَّهُ أَوَّلَ يَوْمِ إِجْلَاسِهِ أَوْرَدَ حَدِيثَ " صَلَاةٌ فِي إِثْرِ صَلَاةٍ كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ "، فَقَالَ: " كِنَازٌ فِي غَلَسٍ "!
"Adapun apa yang dinukil oleh banyak orang tentang Utsman bin Abi Syaibah, bahwa ia keliru membaca (tashif) dalam bacaan Al-Qur'an — maka ini sangatlah aneh! Sebab ia memiliki kitab tafsir sendiri, dan telah dinukil darinya hal-hal yang tidak mungkin keluar dari anak-anak sekolah dasar sekalipun. Adapun kesalahan yang terjadi pada sebagian ahli hadits, di antaranya ada yang hampir membuat orang yang cerdas tertawa karenanya. Sebagaimana dikisahkan tentang seseorang: ia mengumpulkan berbagai jalur hadits 'Wahai Abu 'Umair, apa yang dilakukan an-Nafir?', kemudian ia mendiktekannya di majelisnya di hadapan orang-orang yang hadir, namun ia justru mengucapkan: 'Wahai Abu 'Umair, apa yang dilakukan unta (ba'ir)?'! Maka ia pun dipermalukan di hadapan mereka, dan orang-orang mencatat kejadian itu sebagai catatan sejarah tentangnya!! Kejadian serupa juga menimpa salah seorang pengajar Madrasah Nizhamiyyah di Baghdad: pada hari pertama ia mengajar, ia membawakan hadits 'Shalat sesudah shalat (yang lain, tertulis) dalam kitab di 'Illiyyin', namun ia justru mengucapkannya: 'Kinaz fi ghalas' (ucapan yang tidak bermakna)!"
فَلَمْ يَفْهَمِ الْحَاضِرُونَ مَا يَقُولُ، حَتَّى أَخْبَرَهُمْ بَعْضُهُمْ بِأَنَّهُ تُصُحِّفَ عَلَيْهِ " كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ "!! وَهَذَا كَثِيرٌ جِدًّا. وَقَدِ أَوْرَدَ ابْنُ الصَّلَاحِ أَشْيَاءَ كَثِيرَةً.
"Maka orang-orang yang hadir tidak memahami apa yang ia ucapkan, hingga sebagian dari mereka memberitahukan bahwa ia telah keliru membaca (tashif) ucapan 'kitabun fi 'Illiyyin'!! Kesalahan semacam ini sangatlah banyak terjadi, dan Ibnu Shalah telah membawakan banyak sekali contohnya."
وَقَدْ كَانَ شَيْخُنَا الْحَافِظُ الْكَبِيرُ الْجِهْبِذُ أَبُو الْحَجَّاجِ الْمِزِّيُّ، تَغَمَّدَهُ اللَّهُ بِرَحْمَتِهِ، مِنْ أَبْعَدِ النَّاسِ عَنْ هَذَا الْمَقَامِ، وَمِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ أَدَاءً لِلْإِسْنَادِ وَالْمَتْنِ، بَلْ لَمْ يَكُنْ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ - فِيمَا نَعْلَمُ - مِثْلُهُ فِي هَذَا الشَّأْنِ أَيْضًا. وَكَانَ إِذَا تُغُرِّبَ عَلَيْهِ أَحَدٌ بِرِوَايَةِ شَيْءٍ مِمَّا يَذْكُرُهُ بَعْضُ الشُّرَّاحِ عَلَى خِلَافِ الْمَشْهُورِ عِنْدَهُ، يَقُولُ: هَذَا مِنَ التَّصْحِيفِ الَّذِي لَمْ يَقِفْ صَاحِبُهُ إِلَّا عَلَى مُجَرَّدِ الصُّحُفِ وَالْأَخْذِ مِنْهَا.
"Guru kami, Al-Hafizh Al-Kabir Al-Jihbidz Abul Hajjaj Al-Mizzi — semoga Allah menyelimutinya dengan rahmat-Nya — adalah orang yang paling jauh dari kesalahan semacam ini, dan orang yang paling baik dalam membawakan sanad maupun matan. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang menyamainya dalam bidang ini pula. Apabila ada seseorang yang membawakan kepadanya suatu riwayat asing, sebagaimana disebutkan oleh sebagian penulis syarah, yang menyalahi apa yang masyhur menurutnya, beliau berkata: 'Ini termasuk tashif, yang pelakunya hanya bersandar pada lembaran-lembaran tulisan semata dan mengambil ilmu darinya (tanpa talaqqi langsung kepada guru).'"