Daftar Bab

  1. 1 Innamal A'malu bin-Niyyat (Setiap Amal Tergantung Niatnya)

    HR. Bukhari no. 1 & Muslim - hadits pembuka Shahih al-Bukhari sekaligus hadits pertama Arbain Nawawi, tentang kedudukan niat sebagai penentu nilai setiap amal.

  2. 2 Hadits Jibril: Islam, Iman, dan Ihsan

    HR. Muslim no. 93 (Kitab Al-Iman) - hadits Jibril: definisi Islam, Iman, dan Ihsan sekaligus dalam satu percakapan, dari 'Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu.

  3. 3 Buniyal Islamu 'ala Khams (Islam Dibangun di Atas Lima Perkara)

    HR. Bukhari no. 8 (Kitab Iman) & Muslim no. 111-113 - hadits ketiga Arbain Nawawi dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma tentang lima rukun Islam: syahadatain, shalat, zakat, haji, dan puasa Ramadhan.

  4. 4 Penciptaan Manusia dan Takdir

    HR. Bukhari no. 3208 & Muslim no. 6723 - proses penciptaan manusia dalam rahim melalui tiga fase 40 hari (nuthfah, 'alaqah, mudhghah) serta penetapan takdir rezeki, ajal, amal, dan akhir hidupnya sebelum ruh ditiupkan.

  5. 5 Man Ahdatsa fi Amrina (Larangan Bid'ah)

    HR. Bukhari no. 2697 & Muslim no. 4492-4493, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha - larangan mengada-adakan perkara baru dalam agama tanpa dasar (bid'ah), salah satu kaidah terbesar syariat.

  6. 6 Al-Halalu Bayyin (Halal, Haram, dan Perkara Syubhat)

    HR. Bukhari no. 52 & Muslim no. 4094 - batasan halal dan haram sudah jelas, sementara di antaranya ada perkara syubhat yang wajib dihindari agar terjaga agama dan kehormatan diri.

  7. 7 Ad-Dinun-Nashihah (Agama Adalah Nasihat)

    HR. Muslim no. 196 dari Tamim Ad-Dari radhiyallahu anhu - hadits tentang lima objek nasihat (Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin secara umum) sebagai inti agama.

  8. 8 Umirtu an Uqatilan-Nas (Terjaganya Darah dan Harta Muslim)

    HR. Bukhari no. 25 & Muslim (internal no. 129) - diperintahkan memerangi manusia hingga bersyahadat, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, yang setelahnya darah dan harta seseorang terjaga kecuali dengan hak Islam.

  9. 9 Ma Nahaitukum 'Anhu Fajtanibuh (Menjauhi Larangan, Melaksanakan Perintah Semampunya)

    Hadits Abu Hurairah tentang menjauhi larangan secara total dan melaksanakan perintah semampu diri, dengan latar belakang larangan bertanya berlebihan.

  10. 10 Innallaha Tayyibun La Yaqbalu Illa Tayyiban (Allah Maha Baik, Hanya Menerima yang Baik)

    Hadits Abu Hurairah tentang kaitan kehalalan rezeki dengan diterimanya amal dan dikabulkannya doa, lewat kisah musafir yang doanya terhalang.

  11. 11 Da' Ma Yaributuka Ila Ma La Yaributuka (Tinggalkan yang Meragukan)

    Hadits Al-Hasan bin Ali tentang meninggalkan perkara yang meragukan menuju yang tidak meragukan, dasar fikih kehati-hatian (wara).

  12. 12 Min Husni Islamil-Mar'i Tarkuhu Ma La Ya'nih (Tanda Baiknya Islam Seseorang)

    Hadits Abu Hurairah tentang meninggalkan yang tidak bermanfaat sebagai tanda baiknya keislaman seseorang, termasuk diskusi status sanad gharib dan mursal.

  13. 13 La Yu'minu Ahadukum Hatta Yuhibba Li-Akhihi (Mencintai Saudara Seperti Mencintai Diri Sendiri)

    Hadits Anas bin Malik tentang mencintai saudara seiman seperti mencintai diri sendiri sebagai bagian dari kesempurnaan iman.

  14. 14 La Yahillu Damu Imri'in Muslim Illa Bi-Ihda Tsalats (Tiga Alasan yang Menghalalkan Darah Muslim)

    Hadits Ibnu Mas'ud tentang tiga perkara yang menghalalkan darah seorang muslim: qisas pembunuhan, rajam pezina muhshan, dan hukuman kemurtadan.

  15. 15 Berkata Baik, Memuliakan Tetangga, dan Memuliakan Tamu

    Tiga wasiat sekaligus digantungkan pada iman kepada Allah dan hari akhir: menjaga lisan, memuliakan tetangga, dan memuliakan tamu.

  16. 16 Laa Taghdlab (Jangan Marah)

    Wasiat singkat Nabi yang diulang tiga kali: larangan mengikuti amarah, bukan larangan atas perasaan marah itu sendiri.

  17. 17 Innallaha Kataba Al-Ihsan (Ihsan pada Segala Sesuatu)

    Allah mewajibkan ihsan pada segala sesuatu, termasuk saat membunuh dalam qishash dan menyembelih hewan.

  18. 18 Ittaqillaha Haitsuma Kunta (Taqwa, Menghapus Keburukan, dan Akhlak Mulia)

    Tiga wasiat: bertakwa di mana pun berada, mengiringi keburukan dengan kebaikan, dan berakhlak baik kepada sesama.

  19. 19 Ihfazhillaha Yahfazhka (Jagalah Allah, Niscaya Allah Menjagamu)

    Wasiat Nabi kepada Ibnu Abbas: menjaga hak-hak Allah, tauhid dalam meminta dan memohon pertolongan, serta iman kepada takdir.

  20. 20 Keutamaan Sifat Malu (Al-Haya)

    Rasa malu sebagai warisan para nabi terdahulu dan salah satu cabang keimanan.

  21. 21 Qul Amantu Billah Tsumma Istaqim (Iman dan Istiqamah)

    Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi meminta satu kalimat pegangan hidup - Nabi menjawab: beriman kepada Allah, lalu istiqamah.

  22. 22 Ar'aita idza Shallaitul Maktubat (Kecukupan Amal Wajib)

    Jabir bin Abdullah meriwayatkan jaminan surga bagi siapa yang menjalankan shalat wajib, puasa Ramadhan, dan halal-haram tanpa menambah amalan sunnah.

  23. 23 Ath-Thuhuru Syathrul Iman (Kesucian Separuh Iman)

    Abu Malik Al-Asy'ari meriwayatkan delapan pesan sekaligus: bersuci, dzikir, shalat, sedekah, sabar, dan Al-Qur'an sebagai hujjah.

  24. 24 Ya Ibadi Inni Harramtuzh-Zhulma (Larangan Zalim)

    Hadits qudsi dari Abu Dzar Al-Ghifari: Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya dan melarangnya di antara para hamba.

  25. 25 Inna bikulli Tasbihatin Shadaqah (Sedekah Tanpa Harta)

    Abu Dzar meriwayatkan jawaban Nabi atas keluhan sahabat yang kurang mampu: dzikir, amar ma'ruf nahi mungkar, dan hubungan suami-istri yang halal juga bernilai sedekah.

  26. 26 Kullu Sulama Minan-Nas 'Alaihi Shadaqah (Setiap Ruas Tubuh Wajib Bersedekah)

    Abu Hurairah meriwayatkan (muttafaq alaih) bahwa setiap ruas tubuh manusia wajib bersedekah setiap hari - mendamaikan, membantu, berkata baik, melangkah ke shalat, menyingkirkan gangguan.

  27. 27 Al-Birru Husnul Khuluq (Kebajikan adalah Akhlak yang Baik)

    An-Nawwas bin Sam'an meriwayatkan (HR. Muslim) definisi kebajikan sebagai akhlak yang baik dan dosa sebagai apa yang mengganjal di hati, dilengkapi riwayat Wabishah bin Ma'bad tentang 'istafti qalbaka'.

  28. 28 Wasiat Berpegang pada Sunnah dan Larangan Bid'ah

    Al-'Irbadh bin Sariyah meriwayatkan (HR. Abu Dawud & Tirmidzi, hasan shahih) wasiat perpisahan Nabi: bertakwa, taat kepada pemimpin, berpegang pada sunnah Nabi dan Khulafaur Rasyidin, menjauhi bid'ah.

  29. 29 Amal yang Memasukkan ke Surga (Wasiat kepada Mu'adz bin Jabal)

    Mu'adz bin Jabal meriwayatkan (HR. Tirmidzi, hasan shahih) jawaban Nabi bertingkat: rukun Islam, pintu-pintu kebaikan, pokok-tiang-puncak (Islam, shalat, jihad), dan penguat semuanya: menjaga lisan.

  30. 30 Fara'idh, Hudud, dan Perkara yang Didiamkan Allah

    Abu Tsa'labah Al-Khusyani meriwayatkan (hadits hasan, Ad-Daraquthni dkk.) empat kategori hukum syariat: kewajiban, batasan, larangan, dan perkara yang didiamkan sebagai rahmat.

  31. 31 Zuhud terhadap Dunia dan Milik Orang Lain

    Sahl bin Sa'd As-Sa'idi meriwayatkan (HR. Ibnu Majah) bahwa zuhud terhadap dunia mengundang cinta Allah, dan zuhud terhadap milik orang lain mengundang cinta manusia.

  32. 32 La Dharara wa La Dhirar (Larangan Membahayakan)

    Abu Sa'id Al-Khudri meriwayatkan (hadits hasan lewat banyak jalur, Ibnu Majah dkk.) kaidah fiqih dasar: tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain tanpa hak.

  33. 33 Al-Bayyinah 'alal-Mudda'i (Bukti bagi Penuntut, Sumpah bagi yang Mengingkari)

    Kaidah hukum acara: bukti wajib dihadirkan pihak penuntut, sumpah wajib diucapkan pihak yang mengingkari tuduhan.

  34. 34 Man Ra'a Minkum Munkaran (Mengubah Kemungkaran dengan Tangan, Lisan, dan Hati)

    Tiga tingkatan mengubah kemungkaran sesuai kemampuan, beserta syarat dan adabnya.

  35. 35 La Tahasadu (Larangan Dengki dan Ukhuwah Islamiyah)

    Larangan dengki, najsy, saling membenci, dan saling memutus hubungan, ditutup perintah menjaga ukhuwah.

  36. 36 Man Naffasa 'an Mu'min (Keutamaan Meringankan Kesulitan Sesama Muslim)

    Enam keutamaan: melapangkan kesulitan, memudahkan orang susah, menutupi aib, menolong, menuntut ilmu, dan majelis Al-Quran.

  37. 37 Innallaha Kataba (Kebaikan dan Keburukan Dicatat Sesuai Niat)

    Hadits qudsi tentang mekanisme pencatatan pahala dan dosa berdasarkan niat, terlaksana atau tidak.

  38. 38 Man 'Ada Li Waliyyan (Wali Allah lewat Amalan Wajib dan Sunnah)

    Makna wali Allah sesungguhnya, dua jalur mendekatkan diri lewat amalan wajib dan sunnah.

  39. 39 Innallaha Tajawaza (Allah Memaafkan Kesalahan, Lupa, dan Paksaan)

    Kaidah raf'ul haraj: kesalahan tak sengaja, lupa, dan paksaan tidak mengundang dosa, meski konsekuensi hukum duniawinya dalam kasus tertentu tetap berlaku.

  40. 40 Kun Fid-Dunya ka'annaka Ghariib (Jadilah Musafir di Dunia)

    Dua tingkatan zuhud: menjadi orang asing dan musafir di dunia, serta nasihat praktis Ibnu Umar untuk tidak menunda amal.

  41. 41 La Yu'minu Ahadukum (Iman Sempurna Saat Hawa Nafsu Tunduk pada Syariat)

    Kesempurnaan iman menuntut tunduknya hawa nafsu pada syariat, disertai kajian jujur atas perselisihan ulama tentang status sanad hadits ini.

  42. 42 Ya Ibna Adam (Luasnya Ampunan Allah, Penutup Al-Arbain An-Nawawiyah)

    Hadits qudsi penutup koleksi: tiga sebab ampunan Allah (doa, istighfar, tauhid) dan keseimbangan antara harap dan takut.

Belajar langsung bersama pengajar bersanad di jalur Musthalah Hadits →

Peta sanad kitab ini belum tercatat. Tambahkan jalur sanad lewat halaman admin.