Al-Marasil Al-Khafiyyah: Sanad yang Tampak Bersambung, Padahal Tersembunyi Terputus

Nau' 38 dalam Tadrib ar-Rawi membahas al-marasil al-khafiyyah irsaluha - mursal yang tersembunyi, sebuah kasus yang lebih sulit dideteksi dibanding mursal biasa karena sekilas tampak seperti sanad yang bersambung.

Irsal Zahir vs Irsal Khafi

As-Suyuthi menegaskan, ini cabang ilmu penting dengan faedah besar, hanya bisa dikuasai lewat keluasan riwayat dan menghimpun berbagai jalur hadits disertai pengetahuan yang menyeluruh. Al-Khathib Al-Baghdadi menyusun karya khusus di bidang ini, berjudul "At-Tafshil li-Mubham Al-Marasil." As-Suyuthi membedakan dua jenis irsal (keterputusan sanad karena tidak benar-benar bertemu/mendengar): irsal zahir (jelas), yakni ketika seorang perawi meriwayatkan dari orang yang jelas-jelas tidak sezaman dengannya - seperti riwayat Al-Qasim bin Muhammad dari Ibnu Mas'ud, atau Malik dari Ibnul Musayyab; dan irsal khafi (tersembunyi) - inilah yang dibahas nau' ini.

Irsal khafi terjadi ketika seorang perawi diketahui me-mursal-kan riwayatnya meski sekilas ia sezaman dengan sumbernya - karena sebenarnya ia tidak pernah bertemu orang itu, atau sudah pernah bertemu namun tidak pernah mendengar hadits darinya sama sekali, atau pernah mendengar hal lain darinya namun bukan riwayat spesifik yang sedang dibicarakan. Kasus ini diketahui lewat dua cara: penegasan langsung dari seorang imam kritikus hadits, atau lewat bukti yang sah - misalnya pengakuan sang perawi sendiri tentang hal itu dalam salah satu jalur riwayat hadits yang sama. As-Suyuthi mencontohkan hadits riwayat Ibnu Majah lewat jalur 'Umar bin 'Abdil 'Aziz dari 'Uqbah bin 'Amir secara marfu': "semoga Allah merahmati penjaga yang berjaga (di perbatasan)."1

Kenapa Ketelitian Ini Penting

Kasus semacam ini menuntut kejelian ekstra - sanad yang sekilas tampak bersambung karena kedua perawi hidup sezaman, ternyata menyimpan keterputusan yang hanya bisa dibongkar lewat riset mendalam dan penguasaan menyeluruh atas berbagai jalur riwayat:

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
"Sesungguhnya ilmu (agama) ini adalah agama, maka perhatikanlah baik-baik dari siapa kalian mengambil (ilmu) agama kalian." (dinukil dalam Muqaddimah Shahih Muslim)2

Nau' 38 ini adalah salah satu dari 93 nau' dalam kitab Tadrib ar-Rawi, kitab rujukan jenjang Lanjut program Ulumul Hadits Berjenjang Ngajisanad. Mursal yang jelas (irsal zahir) dibahas di Al-Mursal.

Catatan & Referensi

  1. As-Suyuthi, Tadrib ar-Rawi fi Syarh Taqrib an-Nawawi, tahqiq Abu Qutaybah Nazhar Muhammad al-Faryabi, naskah digital Al-Maktabah Asy-Syamilah, hlm. 663.

  2. Dinukil Imam Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email