Bab terakhir dari rangkaian 73 istilah bernomor dalam At-Tadzkirah:
"Dan [dibahas pula] al-qaba'il (suku-suku), al-bilad (negeri-negeri/kota asal), ash-shina'ah (profesi/pekerjaan), dan al-huliy (perhiasan) - yaitu mengetahui para perawi yang dinisbatkan kepada hal-hal ini."
Empat kategori nisbah terakhir ini melengkapi seluruh cara penamaan dan penisbatan perawi yang sudah dibahas sepanjang At-Tadzkirah: seorang perawi bisa dinisbatkan kepada sukunya (misalnya "Al-Qurasyi", dari suku Quraisy), kota/negeri asalnya (misalnya "Al-Makki", dari Makkah, atau "Al-Bashri", dari Bashrah), profesi/pekerjaannya (misalnya "Al-Khayyath", tukang jahit, atau "Al-Warraq", penyalin kitab), bahkan jenis perhiasan atau barang yang dijualnya (misalnya "Al-Jauhari", penjual permata). Mengetahui pola-pola nisbah ini membantu seorang penuntut ilmu membaca sebuah nama sanad secara utuh - bukan sekadar menghafal nama, tapi memahami latar belakang sosial, geografis, dan profesi perawi yang membentuk identitasnya.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.
Catatan & Referensi
Yaitu mengetahui para perawi yang dinisbatkan kepada hal-hal ini. Teks matan dikutip dari As-Sakhawi, At-Tawdih al-Abhar li Tadzkirati Ibnul Mulaqqin fi 'Ilmil Atsar - naskah digital diverifikasi terhadap Maktabah Syamilah (shamela.ws, kitab #23640).
↩