Bilal, muadzin Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang masyhur, sering disebut dalam riwayat sebagai "Bilal bin Hamamah" - padahal Hamamah bukan nama ayahnya, melainkan nama IBUNYA. Penisbatan kepada ibu alih-alih ayah semacam ini punya beberapa sebab dalam tradisi Arab: bisa karena sang ibu lebih dikenal luas, karena identitas ayahnya kurang jelas/tidak masyhur, atau sekadar kebiasaan yang berkembang di kalangan tertentu. Mengetahui kasus-kasus semacam ini penting agar seorang penuntut ilmu tidak keliru menganggap "Hamamah" sebagai nama ayah Bilal saat menelusuri riwayat hidupnya.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.