At-Tadzkirah Bab 30: Asy-Syahid (Hadits Penguat Semakna)

Hasil kedua dari al-i'tibar (bab 28), berbeda dari mutaba'ah yang harus datang dari jalur/guru yang sama:

أَنْ يُرْوَى حَدِيثٌ آخَرُ بِمَعْنَاهُ
"(Asy-Syahid adalah) ketika diriwayatkan hadits LAIN yang semakna dengannya."

Bedanya dengan mutaba'ah: syahid tidak harus datang dari jalur sanad yang sama sekali - cukup ada riwayat lain, biasanya dari SAHABAT yang berbeda, yang isinya semakna (meski redaksinya bisa berbeda). Karena itu istilah "syahid" (saksi) dipakai - riwayat kedua itu "bersaksi" bahwa kandungan makna riwayat pertama memang benar diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, meski jalur periwayatannya sepenuhnya terpisah.

Seperti mutaba'ah, syahid juga bisa menaikkan status sebuah hadits yang lemah - inilah mekanisme di balik status "hadits mutawatir secara makna" yang sering disebut untuk sekumpulan hadits yang masing-masing sanadnya ahad, tapi isinya diriwayatkan lewat begitu banyak jalur dan sahabat berbeda sehingga maknanya dianggap pasti benar.

Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email