Melanjutkan contoh Hammad bin Salamah di bab sebelumnya, Ibnul Mulaqqin mendefinisikan hasil pertama dari proses i'tibar:
Mutaba'ah tammah terjadi ketika penguat itu bertemu PERSIS di titik guru yang sama (dalam contoh ini, sama-sama dari Ayyub) - berbeda dari mutaba'ah qashirah (mutaba'ah tidak sempurna, tidak disebutkan definisinya secara eksplisit di At-Tadzkirah tapi masyhur di kitab musthalah lain), yang terjadi ketika penguat itu baru bertemu di titik yang lebih jauh dari perawi tunggal, misalnya sama-sama sampai ke Ibnu Sirin atau ke Abu Hurairah, tapi lewat guru perantara yang berbeda dari Ayyub.
Mutaba'ah adalah salah satu alat paling penting untuk menaikkan derajat hadits yang awalnya lemah (misalnya karena perawi tunggalnya kurang kuat hafalannya) menjadi hasan li ghairihi, karena ditemukannya jalur lain yang saling menguatkan.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.