At-Tadzkirah Bab 26: Hadits Mushahhaf

وَالْمُصَحَّفُ: وَهُوَ تَغْيِيرُ لَفْظٍ أَوْ مَعْنًى. وَتَارَةً يَقَعُ فِي الْمَتْنِ، وَتَارَةً فِي الْإِسْنَادِ. وَفِيهِ تَصَانِيفُ
1
"Mushahhaf adalah perubahan pada lafal atau makna riwayat, kadang terjadi pada matan, kadang pada sanad. Soal ini ada kitab-kitab khusus yang membahasnya."

Syarat penting tashhif (perubahan sehingga jadi mushahhaf), menurut catatan pensyarah At-Tadzkirah: bentuk tulisan huruf (rasm) harus tetap sama persis, hanya berbeda pada titik (naqth) atau harakat (dhabth) - misalnya kata yang terlihat identik dalam tulisan Arab tanpa titik, tapi berubah makna total karena titik hurufnya keliru diletakkan atau dibaca. Ini berbeda dari kesalahan penulisan yang mengubah bentuk huruf itu sendiri.

Kekeliruan semacam ini nyata risikonya di era ketika manuskrip disalin tangan dan sebagian naskah awal ditulis tanpa titik sama sekali. Al-'Askari, ulama yang disebut secara khusus di kitab ini, menulis Tashhifat al-Muhadditsin untuk mengumpulkan dan mengoreksi kasus-kasus tashhif yang pernah terjadi di kalangan perawi hadits.

Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.

Catatan & Referensi

  1. Dengan syarat bentuk tulisan huruf (rasm) tetap sama, hanya berbeda titik atau harakat. Kitab paling masyhur soal ini: Tashhifat al-Muhadditsin karya Al-'Askari. Teks matan dikutip dari As-Sakhawi, At-Tawdih al-Abhar li Tadzkirati Ibnul Mulaqqin fi 'Ilmil Atsar - naskah digital diverifikasi terhadap Maktabah Syamilah (shamela.ws, kitab #23640).

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email