Poin penting yang membedakan syadz dari sekadar hadits lemah biasa: perawi tunggal dalam kasus syadz TETAP tsiqah - masalahnya bukan pada kredibilitas perawinya, melainkan pada riwayatnya yang bertentangan dengan riwayat perawi-perawi tsiqah lain yang jumlahnya lebih banyak atau lebih kuat hafalannya. Karena itu, menentukan sebuah hadits syadz atau tidak membutuhkan perbandingan antar-riwayat (muqaranah), bukan sekadar meneliti satu sanad saja - inilah salah satu alasan kenapa ilmu 'ilal al-hadits (bab 19, Mu'allal) dianggap cabang paling rumit dalam ilmu hadits, karena mensyaratkan penghafalan dan perbandingan ribuan jalur riwayat sekaligus.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.