Tadlis al-isnad adalah salah satu penyakit sanad paling serius, karena ia berbeda dari mursal khafi (bab 8) yang keterputusannya tidak disadari - pada tadlis, perawi TAHU dirinya tidak mendengar langsung dari orang yang ia sebut, tapi tetap memilih kata yang menyamarkan itu ('an, qala) alih-alih berterus terang. Karena itu ulama hadits, di antaranya Imam Syu'bah bin Al-Hajjaj, menyamakan tadlis dengan saudara dari dusta:
التَّدْلِيسُ أَخُو الْكَذِبِ
"Tadlis adalah saudaranya dusta." (Perkataan Imam Syu'bah bin Al-Hajjaj, dinukil Imam Asy-Syafi'i darinya, dikutip Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Al-Kifayah fi 'Ilmi Ar-Riwayah)
Peringatan ini sejalan dengan larangan tegas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam soal berdusta atas nama beliau, yang sudah dibahas di bab 1 - tadlis pada dasarnya adalah jalan menuju kedustaan itu, meski pelakunya sendiri mungkin tidak menyadarinya sebagai kedustaan penuh.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.