"Awal sanad" di sini maksudnya bagian sanad yang paling dekat dengan penyusun kitab (mukharrij) - bukan bagian yang dekat dengan Nabi. Contoh paling terkenal dari hadits mu'allaq ada di Shahih al-Bukhari sendiri: Imam Bukhari kadang membuka sebuah riwayat langsung dengan "Qala Fulan..." (Fulan berkata...) tanpa menyebutkan sanadnya sendiri sampai ke Fulan itu - inilah mu'allaq, karena mata rantai dari Bukhari ke perawi yang disebut itu digugurkan (di-mu'allaq-kan, seperti sesuatu yang "digantung").
Status mu'allaq dalam Shahih al-Bukhari bermacam-macam - sebagian besar sebenarnya bersanad shahih juga di tempat lain dalam kitab yang sama (disebut mu'allaq yang majzum, ditandai kata kerja pasti seperti "qala"), sementara sebagian yang lain hanya sekadar isyarat pada riwayat yang lebih lemah (ditandai kata seperti "yudzkaru" atau "yuqal").
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.