At-Tadzkirah Bab 67: Perawi yang Lupa lalu Meriwayatkan dari Muridnya Sendiri

وَمَنْ حَدَّثَ وَنَسِيَ، ثُمَّ رَوَى عَمَّنْ رَوَى عَنْهُ
"Dan [dibahas pula] perawi yang pernah menyampaikan sebuah riwayat lalu melupakannya, kemudian ia justru meriwayatkan riwayat itu dari orang yang sebelumnya meriwayatkan darinya."

Fenomena unik ini adalah pembalikan arah periwayatan yang jarang terjadi: seorang guru mengajarkan sebuah hadits kepada muridnya, lalu di kemudian hari sang guru LUPA bahwa ia pernah mengajarkan hadits itu - ketika ia ingin menyampaikan hadits yang sama, ia justru mendengarnya kembali (dan meriwayatkannya) dari muridnya sendiri, yang notabene mendapatkan hadits itu darinya di masa lalu. Kasus ini menunjukkan betapa jujurnya tradisi periwayatan hadits klasik - sang guru tidak malu mengakui lupa dan justru mengambil riwayatnya kembali dari sumber yang sah (meski muridnya sendiri), alih-alih memaksakan diri mengingat-ingat dan berisiko keliru.

Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email