At-Tadzkirah Bab 64: Ma'rifatuts-Tsiqat wadh-Dhu'afa

وَمَعْرِفَةُ الثِّقَاتِ وَالضُّعَفَاءِ؛ وَمَنِ اخْتُلِفَ فِيهِ، فَيُرَجَّحُ بِـ "الْمِيزَانِ"
1
"Dan mengetahui para perawi yang tsiqah (terpercaya) dan yang dha'if (lemah); adapun perawi yang diperselisihkan statusnya, penentuannya dirujuk kepada 'Al-Mizan' (neraca penimbang kredibilitas)."

Bab ini adalah puncak praktis dari seluruh ilmu al-jarh wat-ta'dil yang sudah disinggung di bab 33 - daftar konkret siapa saja perawi yang disepakati tsiqah, siapa yang disepakati dha'if, dan bagaimana menyikapi perawi yang PENILAIANNYA DIPERSELISIHKAN ulama (sebagian menilai tsiqah, sebagian lain menilai dha'if). "Al-Mizan" yang dirujuk di sini kemungkinan besar merujuk pada Mizan al-I'tidal karya Imam Adz-Dzahabi, kitab rujukan klasik yang menimbang secara adil (mizan berarti "neraca/timbangan") penilaian jarh-ta'dil yang berbeda-beda dari berbagai ulama terhadap ribuan perawi.

Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.

Catatan & Referensi

  1. Kemungkinan besar merujuk pada Mizan al-I'tidal karya Imam Adz-Dzahabi. Teks matan dikutip dari As-Sakhawi, At-Tawdih al-Abhar li Tadzkirati Ibnul Mulaqqin fi 'Ilmil Atsar - naskah digital diverifikasi terhadap Maktabah Syamilah (shamela.ws, kitab #23640).

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email