At-Tadzkirah Bab 59: Al-Mutasyabih

وَالْمُتَشَابِهُ
1
"Dan [dibahas pula] al-mutasyabih."

Al-mutasyabih adalah lapisan kerancuan nama yang paling rumit dalam rangkaian bab ini: nama perawi itu sendiri sama persis, baik tulisan maupun ucapannya - tapi nama AYAH mereka justru berbeda ucapannya meski sama tulisannya, atau sebaliknya, sama ucapannya tapi berbeda tulisannya. Ini menggabungkan pola mu'talif-mukhtalif (yang berlaku di sini pada nama AYAH, bukan nama perawi itu sendiri) dengan identitas nama depan yang identik.

Dengan selesainya bab ini, At-Tadzkirah telah membahas seluruh ragam kerancuan penamaan perawi: mu'talif-mukhtalif (tulisan sama, ucapan beda), muttafiq-muftariq (nama+nasab sama, orang beda), gabungan keduanya, dan mutasyabih (kombinasi lebih rumit yang melibatkan nama ayah). Bab-bab selanjutnya akan beralih ke persoalan nasab dan penisbatan perawi yang berbeda sifatnya, meski masih dalam payung besar ilmu asma' ar-rijal.

Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.

Catatan & Referensi

  1. Nama perawi sama persis (tulisan dan ucapan), sementara nama ayah mereka berbeda ucapan namun sama tulisan, atau sebaliknya. Teks matan dikutip dari As-Sakhawi, At-Tawdih al-Abhar li Tadzkirati Ibnul Mulaqqin fi 'Ilmil Atsar - naskah digital diverifikasi terhadap Maktabah Syamilah (shamela.ws, kitab #23640).

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email