At-Tadzkirah Bab 54: Perawi yang Masyhur dengan Nama Saja atau Kunyah Saja

وَمَعْرِفَةُ مُفْرَدَاتِ ذَلِكَ، وَمَنِ اشْتُهِرَ بِالِاسْمِ دُونَ الْكُنْيَةِ، وَعَكْسُهُ
"Dan mengetahui bentuk tunggal (yang hanya dipakai satu kali) dari itu semua, serta perawi yang masyhur dengan namanya saja tanpa kunyahnya, dan sebaliknya (masyhur dengan kunyahnya saja tanpa nama)."

Bab ini melanjutkan bab sebelumnya dengan dua sub-persoalan. Pertama, "mufradat" (bentuk-bentuk tunggal) merujuk pada nama, kunyah, atau laqab yang HANYA dipakai oleh satu perawi saja sepanjang sejarah periwayatan hadits, tidak ada perawi lain yang berbagi sebutan itu - mengetahui mana yang mufrad membantu memastikan sebuah sanad tidak mungkin merujuk pada orang lain. Kedua, ada perawi yang begitu masyhur dengan namanya sehingga kunyah-nya nyaris terlupakan orang, dan sebaliknya ada yang justru lebih dikenal lewat kunyah-nya (seperti Abu Hurairah, yang nama aslinya sendiri diperselisihkan ulama - ada yang menyebut Abdurrahman bin Shakhr, ada pula pendapat lain) sampai nama aslinya jarang dipakai dalam sanad.

Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email