Bab ini melanjutkan bab sebelumnya dengan dua sub-persoalan. Pertama, "mufradat" (bentuk-bentuk tunggal) merujuk pada nama, kunyah, atau laqab yang HANYA dipakai oleh satu perawi saja sepanjang sejarah periwayatan hadits, tidak ada perawi lain yang berbagi sebutan itu - mengetahui mana yang mufrad membantu memastikan sebuah sanad tidak mungkin merujuk pada orang lain. Kedua, ada perawi yang begitu masyhur dengan namanya sehingga kunyah-nya nyaris terlupakan orang, dan sebaliknya ada yang justru lebih dikenal lewat kunyah-nya (seperti Abu Hurairah, yang nama aslinya sendiri diperselisihkan ulama - ada yang menyebut Abdurrahman bin Shakhr, ada pula pendapat lain) sampai nama aslinya jarang dipakai dalam sanad.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.