At-Tadzkirah Bab 51: Perawi yang Hanya Diriwayatkan oleh Satu Orang

وَمَنْ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ إِلَّا وَاحِدٌ مِنَ الصَّحَابَةِ فَمَنْ بَعْدَهُمْ؛ كَمُحَمَّدِ بْنِ صَفْوَانَ، لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ الشَّعْبِيِّ
"Dan [dibahas pula] perawi yang tidak ada yang meriwayatkan darinya kecuali SATU orang saja, baik dari kalangan sahabat maupun generasi sesudahnya - seperti Muhammad bin Shafwan, yang tidak ada seorang pun yang meriwayatkan darinya selain Asy-Sya'bi."

Kasus ini adalah salah satu bentuk paling menantang dalam ilmu rijal - ketika hanya ada SATU jalur untuk mengenal seorang perawi (karena hanya satu murid yang meriwayatkan darinya), ulama hadits tidak punya perbandingan lain untuk memverifikasi riwayat hidupnya secara silang. Muhammad bin Shafwan sendiri, menurut catatan riwayat hidupnya, adalah seorang sahabat kecil yang hadits-nya hanya sampai kepada kita lewat Asy-Sya'bi (Amir bin Syarahil, tabi'in besar dari Kufah) - tanpa jalur Asy-Sya'bi ini, riwayat Muhammad bin Shafwan tidak akan pernah dikenal sama sekali.

Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email