At-Tadzkirah Bab 35: Thuruq at-Tahammul (Delapan Metode Penerimaan Hadits)
16 Agustus 2026 · 2 menit baca
وَأَقْسَامُ طُرُقِ الرِّوَايَةِ: وَهِيَ ثَمَانِيَةٌ: أ- السَّمَاعُ مِنْ لَفْظِ الشَّيْخِ. ب- وَالْقِرَاءَةُ عَلَيْهِ. ج- وَالْإِجَازَةُ بِأَنْوَاعِهَا. د- وَالْمُنَاوَلَةُ. هـ- وَالْمُكَاتَبَةُ. و وَالْإِعْلَامُ. ز- وَالْوَصِيَّةُ. ح- وَالْوِجَادَةُ
"Pembagian metode penerimaan riwayat (thuruq ar-riwayah) ada delapan: (1) as-sama' - mendengar langsung dari lisan guru, (2) al-qira'ah 'alaihi - membaca [riwayat] di hadapan guru, (3) al-ijazah - izin meriwayatkan dengan berbagai jenisnya, (4) al-munawalah - guru menyerahkan naskah kepada murid, (5) al-mukatabah - guru menuliskan riwayat untuk murid, (6) al-i'lam - guru memberitahu murid bahwa riwayat itu miliknya, (7) al-washiyyah - wasiat sebuah kitab kepada seseorang, dan (8) al-wijadah - menemukan tulisan riwayat seseorang tanpa mendengar atau izin langsung darinya."
Delapan metode ini disusun berjenjang dari yang paling kuat (as-sama', mendengar langsung dari lisan guru) sampai yang paling lemah (al-wijadah, sekadar menemukan tulisan tanpa pernah bertemu penulisnya sama sekali) - urutan ini mencerminkan prinsip inti ilmu sanad: semakin langsung dan personal proses transmisinya, semakin tinggi kualitas riwayat yang dihasilkan. Konsep ijazah - salah satu dari delapan metode ini - adalah mekanisme yang sampai hari ini masih dipraktikkan Ngaji Sanad sendiri untuk menyambungkan sanad para pengajar ke gurunya.
Pembahasan lebih lengkap dan mendalam soal kedelapan metode ini, termasuk contoh praktiknya, ada di 8 Cara Klasik Menerima Hadits (Thuruq at-Tahammul).
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.