"Maudhu' adalah riwayat yang direka-reka dan dibuat-buat (dipalsukan). Kadang disebut juga dengan istilah: Mardud (tertolak), Matruk (ditinggalkan), Bathil (batil), dan Mufsid (merusak)."
Hadits maudhu' adalah kategori paling berat dalam seluruh klasifikasi hadits dha'if - ia bukan sekadar lemah, tapi murni rekaan yang tidak pernah diucapkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sama sekali, biasanya diselipkan dengan sengaja demi kepentingan tertentu (politik, sektarian, atau sekadar niat baik yang keliru seperti "memotivasi orang beribadah"). Ancaman Nabi yang sudah dikutip di bab 1 - "man kadzaba 'alayya muta'ammidan falyatabawwa' maq'adahu minan-nar" - berlaku persis untuk kategori ini.
Dua ungkapan yang paling sering dikutip sebagai contoh hadits maudhu' - meski sangat populer di kalangan awam - adalah اطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ ("uthlubul-'ilma minal-mahdi ilal-lahdi" - "carilah ilmu dari buaian hingga liang lahat") dan اطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ ("uthlubul-'ilma walau bish-shin" - "carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina") - keduanya TIDAK memiliki sanad yang bisa dipertanggungjawabkan sampai ke Nabi dan dinilai para ulama hadits sebagai maudhu' atau minimal sangat lemah, meski maknanya sendiri (anjuran menuntut ilmu) tidak bertentangan dengan syariat dan bisa dikuatkan dengan dalil lain yang shahih.
Empat istilah semakna yang disebut Ibnul Mulaqqin - mardud, matruk, bathil, mufsid - punya catatan penting: menurut pensyarah At-Tadzkirah, tiga di antaranya (mardud, bathil, mufsid) sebenarnya juga dipakai secara umum untuk menyebut hadits dha'if biasa, bukan khusus untuk maudhu' saja. Hanya matruk yang cenderung dipakai lebih spesifik untuk riwayat dari perawi yang tertuduh berdusta (muttaham bil-kadzib), status yang lebih berat dari sekadar dha'if biasa namun belum tentu terbukti maudhu'. Pembahasan lebih lengkap soal ragam hadits dha'if ada di Mengenal Jenis-Jenis Hadits Dha'if.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.
Catatan & Referensi
Seluruh istilah ini, kecuali matruk, juga dipakai secara umum untuk menyebut hadits dha'if. Teks matan dikutip dari As-Sakhawi, At-Tawdih al-Abhar li Tadzkirati Ibnul Mulaqqin fi 'Ilmil Atsar (sharh yang mengutip matan At-Tadzkirah secara utuh) - naskah digital diverifikasi terhadap Maktabah Syamilah (shamela.ws, kitab #23640).
↩