"Mustafidh adalah riwayat yang jumlah perawinya pada setiap tingkatan sanad lebih dari tiga orang."
Definisi ini persis menyerempet definisi masyhur yang sudah dibahas di bab 16 (diriwayatkan oleh "jama'ah", sekelompok orang) - dan memang, catatan kaki pensyarah At-Tadzkirah menegaskan secara eksplisit bahwa mustafidh "adalah masyhur itu sendiri" (huwal-masyhuru nafsuhu). Sebagian ulama musthalah lain membedakan keduanya secara lebih halus - ada yang membatasi mustafidh khusus untuk riwayat yang jumlah perawinya SAMA rata di setiap tingkatan sanad (tidak menyempit atau melebar), sementara masyhur lebih longgar cakupannya - tapi At-Tadzkirah sendiri, sesuai catatan pensyarahnya, memperlakukan keduanya sebagai sinonim.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.
Catatan & Referensi
Pensyarah At-Tadzkirah menegaskan istilah ini "adalah masyhur itu sendiri" (huwal-masyhuru nafsuhu). Teks matan dikutip dari As-Sakhawi, At-Tawdih al-Abhar li Tadzkirati Ibnul Mulaqqin fi 'Ilmil Atsar (sharh yang mengutip matan At-Tadzkirah secara utuh) - naskah digital diverifikasi terhadap Maktabah Syamilah (shamela.ws, kitab #23640).
↩