Muqaddimah Ibnu Shalah Bab 58: Al-Mansub ila Ghairi Abihi

النَّوْعُ السَّابِعُ وَالْخَمْسُونَ: مَعْرِفَةُ الْمَنْسُوبِينَ إِلَى غَيْرِ آبَائِهِمْ
"Anwa' kelima puluh tujuh: mengenal orang-orang yang dinisbatkan bukan kepada ayahnya."1

وَذَلِكَ عَلَى ضُرُوبٍ:
"Ini terbagi menjadi beberapa golongan:"

Golongan Pertama: Dinisbatkan kepada Ibu

أَحَدُهَا: مَنْ نُسِبَ إِلَى أُمِّهِ، مِنْهُمْ مُعَاذٌ، وَمُعَوِّذٌ، وَعَوْذٌ بَنُو عَفْرَاءَ، هِيَ أُمُّهُمْ، وَأَبُوهُمُ الْحَارِثُ بْنُ رِفَاعَةَ الْأَنْصَارِيُّ، وَذَكَرَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ أَنَّهُ يُقَالُ فِي عَوْذٍ عَوْفٌ، وَأَنَّهُ الْأَكْثَرُ.
"Pertama: orang yang dinisbatkan kepada ibunya. Di antaranya Mu'adz, Mu'awwidz, dan 'Audz, putra-putra 'Afra' - ia adalah ibu mereka, sedangkan ayah mereka adalah al-Harits bin Rifa'ah al-Anshari. Ibnu Abdil Barr menyebutkan bahwa 'Audz juga disebut 'Auf, dan itulah sebutan yang lebih banyak dipakai."
بِلَالُ ابْنُ حَمَامَةَ الْمُؤَذِّنُ: حَمَامَةُ أُمُّهُ، وَأَبُوهُ رَبَاحٌ.
"Bilal Ibnu Hamamah, sang muadzin - Hamamah adalah ibunya, sedangkan ayahnya adalah Rabah."
سُهَيْلٌ وَأَخَوَاهُ سَهْلٌ وَصَفْوَانُ بَنُو بَيْضَاءَ، هِيَ أُمُّهُمْ وَاسْمُهَا دَعْدُ، وَاسْمُ أَبِيهِمْ وَهْبٌ.
"Suhail dan kedua saudaranya, Sahl dan Shafwan, putra-putra Baidha' - ia adalah ibu mereka, namanya Da'd, sedangkan nama ayah mereka adalah Wahb."
شُرَحْبِيلُ ابْنُ حَسَنَةَ، هِيَ أُمُّهُ، وَأَبُوهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُطَاعِ الْكِنْدِيُّ.
"Syurahbil Ibnu Hasanah - ia adalah ibunya, sedangkan ayahnya adalah Abdullah bin al-Muttha' al-Kindi."
عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ بُحَيْنَةَ، هِيَ أُمُّهُ، وَأَبُوهُ مَالِكُ بْنُ الْقِشْبِ الْأَزْدِيُّ الْأَسَدِيُّ.
"Abdullah Ibnu Buhainah - ia adalah ibunya, sedangkan ayahnya adalah Malik bin al-Qisyb al-Azdi al-Asadi."
سَعْدُ ابْنُ حَبْتَةَ الْأَنْصَارِيُّ: هِيَ أُمُّهُ، وَأَبُوهُ بُحَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ جَدُّ أَبِي يُوسُفَ الْقَاضِي.
"Sa'd Ibnu Habtah al-Anshari - ia adalah ibunya, sedangkan ayahnya adalah Buhair bin Mu'awiyah, kakek dari Abu Yusuf al-Qadhi."
هَؤُلَاءِ صَحَابَةٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ.
"Mereka semua adalah sahabat radhiyallahu 'anhum."
وَمِنْ غَيْرِهِمْ: مُحَمَّدُ ابْنُ الْحَنَفِيَّةِ: هِيَ أُمُّهُ وَاسْمُهَا خَوْلَةُ، وَأَبُوهُ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ.
"Dari kalangan bukan sahabat: Muhammad Ibnul Hanafiyyah - ia (al-Hanafiyyah) adalah ibunya, namanya Khaulah, sedangkan ayahnya adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu."
إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ: هِيَ أُمُّهُ، وَأَبُوهُ إِبْرَاهِيمُ أَبُو إِسْحَاقَ.
"Isma'il Ibnu 'Ulayyah - ia adalah ibunya, sedangkan ayahnya adalah Ibrahim, Abu Ishaq."
إِبْرَاهِيمُ ابْنُ هَرَاسَةَ: قَالَ عَبْدُ الْغَنِيِّ بْنُ سَعِيدٍ: هِيَ أُمُّهُ، وَأَبُوهُ سَلَمَةُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Ibrahim Ibnu Harasah - Abdul Ghani bin Sa'id berkata: ia adalah ibunya, sedangkan ayahnya adalah Salamah. Wallahu a'lam."

Golongan Kedua: Dinisbatkan kepada Nenek

الثَّانِي: مَنْ نُسِبَ إِلَى جَدَّتِهِ: مِنْهُمْ: يَعْلَى ابْنُ مُنْيَةَ الصَّحَابِيُّ هِيَ فِي قَوْلِ الزُّبَيْرِ بْنِ بَكَّارٍ جَدَّتُهُ أُمُّ أَبِيهِ، وَأَبُوهُ أُمَيَّةُ.
"Kedua: orang yang dinisbatkan kepada neneknya. Di antaranya: Ya'la Ibnu Munyah, seorang sahabat - menurut az-Zubair bin Bakkar, Munyah adalah neneknya (ibu dari ayahnya), sedangkan ayahnya adalah Umayyah."
وَمِنْهُمْ: بَشِيرِ ابْنُ الْخَصَاصِيَةِ الصَّحَابِيُّ هُوَ بَشِيرُ بْنُ مَعْبَدٍ، وَالْخَصَاصِيَةُ هِيَ أُمُّ الثَّالِثِ مِنْ أَجْدَادِهِ.
"Di antaranya pula: Basyir Ibnul Khashashiyah, seorang sahabat, ia adalah Basyir bin Ma'bad - al-Khashashiyah adalah ibu dari kakek buyutnya yang ketiga."
وَمِنْ أَحْدَثِ ذَلِكَ عَهْدًا شَيْخُنَا أَبُو أَحْمَدَ عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَلِيٍّ الْبَغْدَادِيُّ، يُعْرَفُ بِابْنِ سُكَيْنَةَ وَهِيَ أُمُّ أَبِيهِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Contoh yang lebih baru dari itu adalah guru kami, Abu Ahmad Abdul Wahhab bin Ali al-Baghdadi, dikenal dengan Ibnu Sukainah - ia adalah ibu dari ayahnya. Wallahu a'lam."

Golongan Ketiga: Dinisbatkan kepada Kakek

الثَّالِثُ: مَنْ نُسِبَ إِلَى جَدِّهِ، مِنْهُمْ: أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ أَحَدُ الْعَشَرَةِ، هُوَ عَامِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْجَرَّاحِ.
"Ketiga: orang yang dinisbatkan kepada kakeknya. Di antaranya: Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijanjikan surga, ia adalah Amir bin Abdillah bin al-Jarrah."
حَمَلُ بْنُ النَّابِغَةِ الْهُذَلِيُّ الصَّحَابِيُّ: هُوَ حَمَلُ بْنُ مَالِكِ بْنِ الْنَابِغَةِ.
"Hamal bin an-Nabighah al-Hudzali, seorang sahabat, ia adalah Hamal bin Malik bin an-Nabighah."
مُجَمِّعُ بْنُ جَارِيَةَ الصَّحَابِيُّ، هُوَ مُجَمِّعُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَارِيَةَ.
"Mujammi' bin Jariyah, seorang sahabat, ia adalah Mujammi' bin Yazid bin Jariyah."
ابْنُ جُرَيْجٍ: هُوَ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ جُرَيْجٍ.
"Ibnu Juraij, ia adalah Abdul Malik bin Abdil Aziz bin Juraij."
بَنُو الْمَاجِشُونِ بِكَسْرِ الْجِيمِ: مِنْهُمْ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونِ، قَالَ أَبُو عَلِيٍّ الْغَسَّانِيُّ: هُوَ لَقَبُ يَعْقُوبَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، وَجَرَى عَلَى بَنِيهِ وَبَنِي أَخِيهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ.
"Bani al-Majisyun, dengan kasrah pada jim - di antara mereka Yusuf bin Ya'qub bin Abi Salamah al-Majisyun. Abu Ali al-Ghassani berkata: al-Majisyun adalah laqab Ya'qub bin Abi Salamah, yang kemudian berlaku pula pada anak-anaknya dan anak-anak saudaranya, Abdullah bin Abi Salamah."
قُلْتُ: وَالْمُخْتَارُ فِي مَعْنَاهُ أَنَّهُ الْأَبْيَضُ الْأَحْمَرُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Aku (Ibnu Shalah) berkata: pendapat yang lebih dipilih tentang maknanya adalah 'yang putih kemerah-merahan'. Wallahu a'lam."
ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ: هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي ذِئْبٍ.
"Ibnu Abi Dzi'b, ia adalah Muhammad bin Abdirrahman bin al-Mughirah bin Abi Dzi'b."
ابْنُ أَبِي لَيْلَى الْفَقِيهُ: هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى.
"Ibnu Abi Laila al-Faqih, ia adalah Muhammad bin Abdirrahman bin Abi Laila."
ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ: هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ.
"Ibnu Abi Mulaikah, ia adalah Abdullah bin Ubaidillah bin Abi Mulaikah."
أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ الْإِمَامُ: هُوَ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ، أَبُو عَبْدِ اللَّهِ.
"Ahmad bin Hanbal, sang imam, ia adalah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Abu Abdillah."
بَنُو أَبِي شَيْبَةَ: أَبُو بَكْرٍ وَعُثْمَانُ الْحَافِظَانِ وَأَخُوهُمَا الْقَاسِمُ، أَبُو شَيْبَةَ هُوَ جَدُّهُمْ، وَاسْمُهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُثْمَانَ وَاسِطِيٌّ، وَأَبُوهُمْ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ.
"Bani Abi Syaibah: Abu Bakr dan Utsman, kedua huffazh, serta saudara mereka al-Qasim - Abu Syaibah adalah kakek mereka, namanya Ibrahim bin Utsman, seorang penduduk Wasith, sedangkan ayah mereka adalah Muhammad bin Abi Syaibah."
وَمِنَ الْمُتَأَخِّرِينَ: أَبُو سَعِيدِ بْنُ يُونُسَ صَاحِبُ تَارِيخِ مِصْرَ: هُوَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ يُونُسَ بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّدَفِيُّ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Dari kalangan mutaakhirin: Abu Sa'id bin Yunus, penulis kitab Tarikh Mishr, ia adalah Abdurrahman bin Ahmad bin Yunus bin Abdil A'la ash-Shadafi. Wallahu a'lam."

Golongan Keempat: Dinisbatkan kepada Orang Lain karena Sebab Tertentu

الرَّابِعُ: مَنْ نُسِبَ إِلَى رَجُلٍ غَيْرِ أَبِيهِ هُوَ مِنْهُ بِسَبَبٍ:
"Keempat: orang yang dinisbatkan kepada seorang laki-laki yang bukan ayahnya, karena ada suatu sebab yang menghubungkannya dengannya:"
مِنْهُمُ: الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ: هُوَ الْمِقْدَادُ بْنُ عَمْرِو بْنِ ثَعْلَبَةَ الْكِنْدِيُّ، وَقِيلَ: الْبَهْرَانِيُّ، كَانَ فِي حَجْرِ الْأَسْوَدِ بْنِ عَبْدِ يَغُوثَ الزُّهْرِيِّ، وَتَبَنَّاهُ فَنُسِبَ إِلَيْهِ.
"Di antaranya: al-Miqdad bin al-Aswad, ia adalah al-Miqdad bin Amr bin Tsa'labah al-Kindi, ada pula yang mengatakan al-Bahrani - ia dahulu diasuh oleh al-Aswad bin Abdi Yaghuts az-Zuhri, yang mengangkatnya sebagai anak, sehingga ia dinisbatkan kepadanya."
الْحَسَنُ بْنُ دِينَارٍ: هُوَ ابْنُ وَاصِلٍ، وَدِينَارٌ زَوْجُ أُمِّهِ، وَكَأَنَّ هَذَا خَفِيَ عَلَى ابْنِ أَبِي حَاتِمٍ حَيْثُ قَالَ فِيهِ: الْحَسَنُ بْنُ دِينَارِ بْنِ وَاصِلٍ، فَجَعَلَ وَاصِلًا جَدَّهُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Al-Hasan bin Dinar, ia sebenarnya adalah Ibnu Washil - Dinar adalah suami ibunya (ayah tiri). Sepertinya hal ini tersembunyi bagi Ibnu Abi Hatim, karena ia menyebutnya 'al-Hasan bin Dinar bin Washil', sehingga menjadikan Washil sebagai kakeknya (padahal Washil adalah ayah kandungnya). Wallahu a'lam."2

Catatan & Referensi

  1. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 370.

  2. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 370-373.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email