Muqaddimah Ibnu Shalah Bab 51: Al-Asma' wal-Kuna

النَّوْعُ الْمُوفِي خَمْسِينَ: مَعْرِفَةُ الْأَسْمَاءِ وَالْكُنَى
"Anwa' yang menggenapkan lima puluh: mengenal nama dan kunyah."1

كُتُبُ الْأَسْمَاءِ وَالْكُنَى كَثِيرَةٌ، مِنْهَا: كِتَابُ عَلِيِّ بْنِ الْمَدِينِيِّ، وَكِتَابُ مُسْلِمٍ، وَكِتَابُ النَّسَائِيِّ، وَكِتَابُ الْحَاكِمِ الْكَبِيرِ أَبِي أَحْمَدَ الْحَافِظِ. وَلِابْنِ عَبْدِ الْبَرِّ فِي أَنْوَاعٍ مِنْهُ كُتُبٌ لَطِيفَةٌ رَائِقَةٌ.
"Kitab-kitab tentang nama dan kunyah cukup banyak, di antaranya: kitab Ali bin al-Madini, kitab Muslim, kitab an-Nasa'i, dan kitab al-Hakim al-Kabir Abu Ahmad al-Hafizh. Ibnu Abdil Barr juga memiliki kitab-kitab yang indah lagi memikat dalam beberapa cabang bidang ini."
وَالْمُرَادُ بِهَذِهِ التَّرْجَمَةِ: بَيَانُ أَسْمَاءِ ذَوِي الْكُنَى.
"Yang dimaksud dengan pembahasan ini adalah: menjelaskan nama-nama asli orang-orang yang dikenal dengan kunyahnya."
وَالْمُصَنِّفُ فِي ذَلِكَ يُبَوِّبُ كِتَابَهُ عَلَى الْكُنَى مُبَيِّنًا أَسْمَاءِ أَصْحَابِهَا.
"Penulis kitab dalam bidang ini menyusun babnya berdasarkan kunyah, kemudian menjelaskan nama asli pemiliknya."
وَهَذَا فَنٌّ مَطْلُوبٌ، لَمْ يَزَلْ أَهْلُ الْعِلْمِ بِالْحَدِيثِ يُعْنَوْنَ بِهِ وَيَتَحَفَّظُونَهُ وَيَتَطَارَحُونَهُ فِيمَا بَيْنَهُمْ وَيَتَنَقَّصُونَ مَنْ جَهِلَهُ. وَقَدِ ابْتَكَرْتُ فِيهِ تَقْسِيمًا حَسَنًا، فَأَقُولُ: أَصْحَابُ الْكُنَى فِيهَا عَلَى ضُرُوبٍ:
"Ini adalah disiplin ilmu yang sangat dituntut - ahli ilmu hadits senantiasa memperhatikannya, menghafalkannya, saling melontarkan pertanyaan tentangnya di antara mereka, dan meremehkan siapa saja yang tidak menguasainya. Aku (Ibnu Shalah) telah merintis sebuah pembagian yang baik dalam bidang ini, maka aku katakan: pemilik kunyah terbagi menjadi beberapa golongan:"

Golongan Pertama: Nama Aslinya Adalah Kunyahnya Sendiri

أَحَدُهَا: الَّذِينَ سُمُّوا بِالْكُنَى، فَأَسْمَاؤُهُمْ كُنَاهُمْ، لَا أَسْمَاءَ لَهُمْ غَيْرُهَا وَيَنْقَسِمُ هَؤُلَاءِ إِلَى قِسْمَيْنِ:
"Pertama: mereka yang dinamai dengan kunyah, sehingga nama asli mereka adalah kunyah itu sendiri, tidak ada nama lain bagi mereka. Golongan ini terbagi menjadi dua bagian:"
أَحَدُهُمَا: مَنْ لَهُ كُنْيَةٌ أُخْرَى سِوَى الْكُنْيَةِ الَّتِي هِيَ اسْمُهُ، فَصَارَ كَأَنَّ لِلْكُنْيَةِ كُنْيَةً، وَذَلِكَ طَرِيفٌ عَجِيبٌ، وَهَذَا كَأَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ الْمَخْزُومِيِّ، أَحَدِ فُقَهَاءِ الْمَدِينَةِ السَّبْعَةِ، وَكَانَ يُقَالُ لَهُ: "رَاهِبُ قُرَيْشٍ" اسْمُهُ أَبُو بَكْرٍ، وَكُنْيَتُهُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَكَذَلِكَ أَبُو بَكْرِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ الْأَنْصَارِيُّ، يُقَالُ إِنَّ اسْمَهُ أَبُو بَكْرٍ، وَكُنْيَتُهُ أَبُو مُحَمَّدٍ.
"Bagian pertama: orang yang memiliki kunyah lain di samping kunyah yang menjadi nama aslinya, sehingga seolah-olah kunyah itu sendiri memiliki kunyah - hal ini unik lagi mengherankan. Seperti Abu Bakr bin Abdirrahman bin al-Harits bin Hisyam al-Makhzumi, salah seorang dari tujuh fuqaha Madinah, yang dijuluki 'Rahib Quraisy' - nama aslinya adalah Abu Bakr, sedangkan kunyahnya adalah Abu Abdirrahman. Demikian pula Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm al-Anshari - dikatakan bahwa nama aslinya adalah Abu Bakr, sedangkan kunyahnya adalah Abu Muhammad."
وَلَا نَظِيرَ لِهَذَيْنِ فِي ذَلِكَ، قَالَهُ الْخَطِيبُ، وَقَدْ قِيلَ إِنَّهُ لَا كُنْيَةَ لِابْنِ حَزْمٍ غَيْرُ الْكُنْيَةِ الَّتِي هِيَ اسْمُهُ.
"Tidak ada bandingan bagi keduanya dalam hal ini - demikian dikatakan al-Khathib. Ada pula yang berpendapat bahwa Ibnu Hazm tidak memiliki kunyah lain selain kunyah yang menjadi nama aslinya itu."
الثَّانِي مِنْ هَؤُلَاءِ: مَنْ لَا كُنْيَةَ لَهُ غَيْرُ الْكُنْيَةِ الَّتِي هِيَ اسْمُهُ، مِثَالُهُ: أَبُو بِلَالٍ الْأَشْعَرِيُّ، الرَّاوِي عَنْ شَرِيكٍ وَغَيْرِهِ، رُوِيَ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: لَيْسَ لِيَ اسْمٌ، اسْمِي وَكُنْيَتِي وَاحِدٌ، وَهَكَذَا أَبُو حَصِينِ بْنُ يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ الرَّازِيُّ بِفَتْحِ الْحَاءِ، رَوَى عَنْهُ جَمَاعَةٌ مِنْهُمْ أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ، وَسَأَلَهُ: هَلْ لَكَ اسْمٌ؟ فَقَالَ: لَا، اسْمِي وَكُنْيَتِي وَاحِدٌ.
"Bagian kedua dari golongan ini: orang yang tidak memiliki kunyah lain selain kunyah yang menjadi nama aslinya. Contohnya: Abu Bilal al-Asy'ari, perawi dari Syarik dan lainnya, diriwayatkan darinya bahwa ia berkata: 'aku tidak memiliki nama, namaku dan kunyahku adalah satu.' Demikian pula Abu Hashin bin Yahya bin Sulaiman ar-Razi, dengan fathah pada huruf ha, sekelompok ulama meriwayatkan darinya, di antaranya Abu Hatim ar-Razi, yang bertanya kepadanya: 'apakah engkau punya nama?' Ia menjawab: 'tidak, namaku dan kunyahku adalah satu.'"

Golongan Kedua: Dikenal dengan Kunyah, Nama Aslinya Tidak Diketahui

الضَّرْبُ الثَّانِي: الَّذِينَ عُرِفُوا بِكُنَاهُمْ، وَلَمْ يُوقَفْ عَلَى أَسْمَائِهِمْ وَلَا عَلَى حَالِهِمْ فِيهَا، هَلْ هِيَ كُنَاهُمْ أَوْ غَيْرُهَا؟
"Golongan kedua: mereka yang dikenal dengan kunyahnya, namun tidak diketahui nama asli mereka, bahkan tidak diketahui pula apakah kunyah itu sendiri sesungguhnya nama asli mereka atau bukan?"
مِثَالُهُ مِنَ الصَّحَابَةِ: أَبُو أُنَاسٍ - بِالنُّونِ - الْكِنَانِيُّ، وَيُقَالُ: الدِّيلِيُّ مِنْ رَهْطِ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِيِّ، وَيُقَالُ فِيهِ: الدُّؤَلِيُّ، بِالضَّمِّ، وَالْهَمْزَةُ مَفْتُوحَةٌ فِي النَّسَبِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعَرَبِيَّةِ، وَمَكْسُورَةٌ عِنْدَ بَعْضِهِمْ عَلَى الشُّذُوذِ فِيهِ.
"Contohnya dari kalangan sahabat: Abu Unas - dengan huruf nun - al-Kinani, ada pula yang menyebutnya ad-Dili dari kalangan Abul Aswad ad-Dili, dan ada pula yang menyebutnya ad-Du'ali, dengan dhammah - hamzah dibaca fathah dalam bentuk nasabnya menurut sebagian ahli bahasa Arab, dan dibaca kasrah menurut sebagian lain sebagai bentuk pengecualian (syadz) di dalamnya."
وَأَبُو مُوَيْهِبَةَ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.
"Dan Abu Muwaihibah, mawla Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
وَأَبُو شَيْبَةَ الْخُدْرِيُّ، الَّذِي مَاتَ فِي حِصَارِ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ وَدُفِنَ هُنَاكَ مَكَانَهُ.
"Dan Abu Syaibah al-Khudri, yang wafat dalam pengepungan Konstantinopel dan dimakamkan di tempat itu juga."
وَمِنْ غَيْرِ الصَّحَابَةِ: أَبُو الْأَبْيَضِ، الرَّاوِي عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ، مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ، رَوَى عَنْهُ مَالِكٌ وَغَيْرُهُ.
"Dari kalangan bukan sahabat: Abul Abyadh, perawi dari Anas bin Malik; Abu Bakr bin Nafi', mawla Ibnu Umar, Malik dan lainnya meriwayatkan darinya."
أَبُو النَّجِيبِ، مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ بِالنُّونِ الْمَفْتُوحَةِ فِي أَوَّلِهِ، وَقِيلَ: بِالتَّاءِ الْمَضْمُومَةِ، اثْنَتَيْنِ مِنْ فَوْقُ.
"Abun-Najib, mawla Abdullah bin Amr bin al-'Ash, dengan huruf nun berfathah di awalnya, ada pula yang menyebutnya dengan huruf ta berdhammah, bertitik dua di atas."
أَبُو الْحَرْبِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِيُّ.
"Abul Harb bin Abil Aswad ad-Dili."
أَبُو حَرِيزٍ الْمَوْقِفِيُّ، وَالْمَوْقِفُ مَحَلَّةٌ بِمِصْرَ، رَوَى عَنْهُ ابْنُ وَهْبٍ وَغَيْرُهُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Abu Hariz al-Mawqifi - al-Mawqif adalah nama sebuah daerah di Mesir, Ibnu Wahb dan lainnya meriwayatkan darinya. Wallahu a'lam."

Golongan Ketiga: Dijuluki dengan Kunyah, Padahal Memiliki Kunyah dan Nama Lain

الضَّرْبُ الثَّالِثُ: الَّذِينَ لُقِّبُوا بِالْكُنَى، وَلَهُمْ غَيْرُ ذَلِكَ كُنَى وَأَسْمَاءٌ، مِثَالُهُ: عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يُلَقَّبُ بِأَبِي تُرَابٍ، وَيُكْنَى أَبَا الْحَسَنِ.
"Golongan ketiga: mereka yang dijuluki dengan sesuatu berbentuk kunyah, padahal memiliki kunyah dan nama asli lain di luar itu. Contohnya: Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, dijuluki Abu Turab, sedangkan kunyah aslinya adalah Abul Hasan."
أَبُو الزِّنَادِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ ذَكْوَانَ، كُنْيَتُهُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَأَبُو الزِّنَادِ لَقَبٌ، وَذَكَرَ الْحَافِظُ أَبُو الْفَضْلِ الْفَلَكِيُّ فِيمَا بَلَغَنَا عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَغْضَبُ مِنْ أَبِي الزِّنَادِ، وَكَانَ عَالِمًا مُفْتَنًّا.
"Abuz-Zinad Abdullah bin Dzakwan, kunyahnya adalah Abu Abdirrahman, sedangkan Abuz-Zinad adalah laqab - al-Hafizh Abul Fadhl al-Falaki menyebutkan, sejauh yang sampai kepada kami darinya, bahwa ia (Abuz-Zinad) marah bila dipanggil dengan Abuz-Zinad, padahal ia seorang alim yang menguasai banyak disiplin ilmu."
أَبُو الرِّجَالِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْصَارِيُّ كُنْيَتُهُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَأَبُو الرِّجَالِ لَقَبٌ لُقِّبَ بِهِ لِأَنَّهُ كَانَ لَهُ عَشَرَةُ أَوْلَادٍ كُلُّهُمْ رِجَالٌ.
"Abur-Rijal Muhammad bin Abdirrahman al-Anshari, kunyahnya adalah Abu Abdirrahman, sedangkan Abur-Rijal adalah laqab yang disematkan kepadanya karena ia memiliki sepuluh anak, semuanya laki-laki."
أَبُو تُمَيْلَةَ - بِتَاءٍ مَضْمُومَةٍ مُثَنَّاةٍ مِنْ فَوْقُ - يَحْيَى بْنُ وَاضِحٍ الْأَنْصَارِيُّ الْمَرْوَزِيُّ، يُكْنَى أَبَا مُحَمَّدٍ، وَأَبُو تُمَيْلَةَ لَقَبٌ، وَثَّقَهُ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ وَغَيْرُهُ، وَأَنْكَرَ أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ عَلَى الْبُخَارِيِّ إِدْخَالَهُ إِيَّاهُ فِي كِتَابِ الضُّعَفَاءِ.
"Abu Tumailah - dengan huruf ta berdhammah bertitik dua di atas - yaitu Yahya bin Wadhih al-Anshari al-Marwazi, kunyahnya adalah Abu Muhammad, sedangkan Abu Tumailah adalah laqab. Yahya bin Ma'in dan lainnya menilainya tsiqah, dan Abu Hatim ar-Razi mengingkari al-Bukhari yang memasukkannya ke dalam Kitab adh-Dhu'afa'."
أَبُو الْآذَانِ الْحَافِظُ عُمَرُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، يُكْنَى أَبَا بَكْرٍ، وَأَبُو الْآذَانِ لَقَبٌ لُقِّبَ بِهِ لِأَنَّهُ كَانَ كَبِيرَ الْأُذُنَيْنِ.
"Abul Adzan al-Hafizh Umar bin Ibrahim, kunyahnya adalah Abu Bakr, sedangkan Abul Adzan adalah laqab yang disematkan kepadanya karena kedua telinganya besar."
أَبُو الشَّيْخِ الْأَصْبَهَانِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْحَافِظُ، كُنْيَتُهُ أَبُو مُحَمَّدٍ وَأَبُو الشَّيْخِ لَقَبٌ.
"Abusy-Syaikh al-Ashbahani Abdullah bin Muhammad al-Hafizh, kunyahnya adalah Abu Muhammad, sedangkan Abusy-Syaikh adalah laqab."
أَبُو حَازِمٍ الْعَبْدُوِيُّ الْحَافِظُ عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ كُنْيَتُهُ أَبُو حَفْصٍ، وَأَبُو حَازِمٍ لَقَبٌ، وَإِنَّمَا اسْتَفَدْنَاهُ مِنْ كِتَابِ الْفَلَكِيِّ فِي الْأَلْقَابِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Abu Hazim al-'Abduwi al-Hafizh Umar bin Ahmad, kunyahnya adalah Abu Hafsh, sedangkan Abu Hazim adalah laqab - dan kami memperoleh keterangan ini dari kitab al-Falaki tentang alqab. Wallahu a'lam."

Golongan Keempat: Memiliki Dua Kunyah atau Lebih

الضَّرْبُ الرَّابِعُ: مَنْ لَهُ كُنْيَتَانِ أَوْ أَكْثَرُ
"Golongan keempat: orang yang memiliki dua kunyah atau lebih."
مِثَالُ ذَلِكَ: عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ جُرَيْجٍ، كَانَتْ لَهُ كُنْيَتَانِ: أَبُو خَالِدٍ، وَأَبُو الْوَلِيدِ.
"Contohnya: Abdul Malik bin Abdil Aziz bin Juraij, ia memiliki dua kunyah: Abu Khalid dan Abul Walid."
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ حَفْصٍ الْعُمَرِيُّ، أَخُو عُبَيْدِ اللَّهِ، رُوِيَ أَنَّهُ كَانَ يُكْنَى أَبَا الْقَاسِمِ، فَتَرَكَهَا وَاكْتَنَى أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ.
"Abdullah bin Umar bin Hafsh al-'Umari, saudara Ubaidillah, diriwayatkan bahwa dahulu ia berkunyah Abul Qasim, kemudian meninggalkannya dan berkunyah Abu Abdirrahman."
وَكَانَ لِشَيْخِنَا مَنْصُورِ بْنِ أَبِي الْمَعَالِي النَّيْسَابُورِيِّ - حَفِيدِ الْفَرَاوِيِّ - ثَلَاثُ كُنَى: أَبُو بَكْرٍ، وَأَبُو الْفَتْحِ، وَأَبُو الْقَاسِمِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Guru kami, Manshur bin Abil Ma'ali an-Naisaburi - cucu al-Farawi - memiliki tiga kunyah: Abu Bakr, Abul Fath, dan Abul Qasim. Wallahu a'lam."

Golongan Kelima: Diperselisihkan Kunyahnya

الضَّرْبُ الْخَامِسُ: مَنِ اخْتُلِفَ فِي كُنْيَتِهِ، فَذُكِرَ لَهُ عَلَى الِاخْتِلَافِ كُنْيَتَانِ أَوْ أَكْثَرُ، وَاسْمُهُ مَعْرُوفٌ، وَلِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَطَاءٍ الْإِبْرَاهِيمِيِّ الْهَرَوِيِّ - مِنَ الْمُتَأَخِّرِينَ - فِيهِ مُخْتَصَرٌ.
"Golongan kelima: orang yang diperselisihkan kunyahnya, sehingga disebutkan baginya dua kunyah atau lebih menurut perbedaan pendapat, sedangkan nama aslinya sudah dikenal dengan pasti. Abdullah bin Atha' al-Ibrahimi al-Harawi - dari kalangan ulama mutaakhirin - memiliki ringkasan mengenai bidang ini."
مِثَالُهُ: أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قِيلَ: كُنْيَتُهُ أَبُو زَيْدٍ، وَقِيلَ: أَبُو مُحَمَّدٍ، وَقِيلَ: أَبُو عَبْدِ اللَّهِ، وَقِيلَ: أَبُو خَارِجَةَ.
"Contohnya: Usamah bin Zaid, kesayangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam - ada yang mengatakan kunyahnya Abu Zaid, ada yang mengatakan Abu Muhammad, ada yang mengatakan Abu Abdillah, dan ada yang mengatakan Abu Kharijah."
أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ أَبُو الْمُنْذِرِ، وَقِيلَ: أَبُو الطُّفَيْلِ.
"Ubay bin Ka'b, Abul Mundzir, ada pula yang mengatakan Abuth-Thufail."
قَبِيصَةُ بْنُ ذُوَيْبٍ أَبُو إِسْحَاقَ، وَقِيلَ: أَبُو سَعِيدٍ.
"Qabishah bin Dzuwaib, Abu Ishaq, ada pula yang mengatakan Abu Sa'id."
الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَقِيلَ: أَبُو مُحَمَّدٍ.
"Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr ash-Shiddiq, Abu Abdirrahman, ada pula yang mengatakan Abu Muhammad."
سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ الْمَدَنِيُّ أَبُو بِلَالٍ، وَقِيلَ: أَبُو مُحَمَّدٍ.
"Sulaiman bin Bilal al-Madani, Abu Bilal, ada pula yang mengatakan Abu Muhammad."
وَفِي بَعْضِ مَنْ ذُكِرَ فِي هَذَا الْقِسْمِ مَنْ هُوَ فِي نَفْسِ الْأَمْرِ مُلْتَحِقٌ بِالضَّرْبِ الَّذِي قَبْلَهُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Dalam sebagian yang disebutkan pada golongan ini, ada yang sesungguhnya lebih tepat digabungkan dengan golongan sebelumnya. Wallahu a'lam."

Golongan Keenam: Kunyahnya Dikenal, Namanya Diperselisihkan

الضَّرْبُ السَّادِسِ: مَنْ عُرِفَتْ كُنْيَتُهُ وَاخْتُلِفَ فِي اسْمِهِ
"Golongan keenam: orang yang kunyahnya sudah dikenal pasti, namun namanya diperselisihkan."
مِثَالُهُ مِنَ الصَّحَابَةِ أَبُو بَصْرَةَ الْغِفَارِيُّ، عَلَى لَفْظِ الْبَصْرَةِ الْبَلْدَةِ، قِيلَ: اسْمُهُ جَمِيلُ بْنُ بَصْرَةَ، بِالْجِيمِ، وَقِيلَ حُمَيْلٌ بِالْحَاءِ الْمُهْمَلَةِ الْمَضْمُومَةِ، وَهُوَ الْأَصَحُّ.
"Contohnya dari kalangan sahabat: Abu Bashrah al-Ghifari, dengan lafal seperti kota Bashrah - ada yang mengatakan namanya Jamil bin Bashrah, dengan huruf jim, dan ada yang mengatakan Humail, dengan huruf ha tak bertitik berdhammah, dan inilah yang lebih shahih."
أَبُو جُحَيْفَةَ السُّوَائِيُّ، قِيلَ: اسْمُهُ وَهْبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، وَقِيلَ: وَهْبُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ.
"Abu Juhaifah as-Suwa'i, ada yang mengatakan namanya Wahb bin Abdillah, dan ada yang mengatakan Wahballah bin Abdillah."
أَبُو هُرَيْرَةَ الدَّوْسِيُّ، اخْتُلِفَ فِي اسْمِهِ وَاسْمِ أَبِيهِ اخْتِلَافٌ كَثِيرٌ جِدًّا، لَمْ يُخْتَلَفْ مِثْلُهُ فِي اسْمِ أَحَدٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَالْإِسْلَامِ، وَذَكَرَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ أَنَّ فِيهِ نَحْوَ عِشْرِينَ قَوْلَةً فِي اسْمِهِ وَاسْمِ أَبِيهِ، وَأَنَّهُ لِكَثْرَةِ الِاضْطِرَابِ لَمْ يَصِحَّ عِنْدَهُ فِي اسْمِهِ شَيْءٌ يُعْتَمَدُ عَلَيْهِ، إِلَّا أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ أَوْ عَبْدَ الرَّحْمَنِ هُوَ الَّذِي يَسْكُنُ إِلَيْهِ الْقَلْبُ فِي اسْمِهِ فِي الْإِسْلَامِ، وَذُكِرُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ أَنَّ اسْمَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ صَخْرٍ، قَالَ: وَعَلَى هَذَا اعْتَمَدَتْ طَائِفَةٌ أَلَّفَتْ فِي الْأَسْمَاءِ وَالْكُنَى.
"Abu Hurairah ad-Dawsi, diperselisihkan namanya dan nama ayahnya dengan perselisihan yang sangat banyak - tidak ada perselisihan seperti itu tentang nama seseorang, baik pada masa jahiliyah maupun Islam. Ibnu Abdil Barr menyebutkan bahwa ada sekitar dua puluh pendapat tentang namanya dan nama ayahnya, dan karena begitu banyaknya kegoncangan pendapat, tidak ada satu pun yang dianggapnya shahih dan bisa dijadikan pegangan pasti tentang namanya - hanya saja hati lebih condong pada Abdullah atau Abdurrahman sebagai namanya di masa Islam. Disebutkan dari Muhammad bin Ishaq bahwa namanya adalah Abdurrahman bin Sakhr - ia berkata: dan pendapat inilah yang dipegang oleh sekelompok ulama yang menyusun kitab tentang nama dan kunyah."
قَالَ: وَقَالَ أَبُو أَحْمَدَ الْحَاكِمُ: أَصَحُّ شَيْءٍ عِنْدَنَا فِي اسْمِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ صَخْرٍ.
"Ia berkata: dan Abu Ahmad al-Hakim berkata: 'yang paling shahih menurut kami tentang nama Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Sakhr.'"
وَمِنْ غَيْرِ الصَّحَابَةِ: أَبُو بُرْدَةَ بْنُ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ، أَكْثَرُهُمْ عَلَى أَنَّ اسْمَهُ عَامِرٌ، وَعَنْ ابْنِ مَعِينٍ أَنَّ اسْمَهُ الْحَارِثُ.
"Dari kalangan bukan sahabat: Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy'ari, mayoritas ulama berpendapat namanya adalah Amir, sedangkan dari Ibnu Ma'in disebutkan bahwa namanya adalah al-Harits."
أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ رَاوِي قِرَاءَةِ عَاصِمٍ، اخْتُلِفَ فِي اسْمِهِ عَلَى أَحَدَ عَشَرَ قَوْلًا، قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: إِنْ صَحَّ لَهُ اسْمٌ فَهُوَ شُعْبَةُ لَا غَيْرَ، وَهُوَ الَّذِي صَحَّحَهُ أَبُو زُرْعَةَ. قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: وَقِيلَ: اسْمُهُ كُنْيَتُهُ، وَهَذَا أَصَحُّ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ -؛ لِأَنَّهُ رُوِيَ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: مَا لِيَ اسْمٌ غَيْرُ أَبِي بَكْرٍ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Abu Bakr bin 'Ayyasy, perawi qira'ah 'Ashim, diperselisihkan namanya hingga sebelas pendapat. Ibnu Abdil Barr berkata: 'jika memang benar ia memiliki nama, maka namanya adalah Syu'bah, tidak lain' - dan inilah yang dishahihkan oleh Abu Zur'ah. Ibnu Abdil Barr berkata: 'ada pula yang mengatakan namanya sama dengan kunyahnya, dan inilah yang lebih shahih - insya Allah - karena diriwayatkan darinya bahwa ia berkata: aku tidak memiliki nama selain Abu Bakr.' Wallahu a'lam."

Golongan Ketujuh: Diperselisihkan Kunyah dan Namanya Sekaligus

السَّابِعُ: مَنِ اخْتُلِفَ فِي كُنْيَتِهِ وَاسْمِهِ مَعًا، وَذَلِكَ قَلِيلٌ.
"Ketujuh: orang yang diperselisihkan kunyah dan namanya sekaligus - dan ini jarang terjadi."
مِثَالُهُ: سَفِينَةُ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قِيلَ: اسْمُهُ عُمَيْرٌ، وَقِيلَ: صَالِحٌ، وَقِيلَ: مِهْرَانُ، وَكُنْيَتُهُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَقِيلَ: أَبُو الْبَخْتَرِيِّ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Contohnya: Safinah, mawla Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam - ada yang mengatakan namanya Umair, ada yang mengatakan Shalih, dan ada yang mengatakan Mihran; sedangkan kunyahnya Abu Abdirrahman, ada pula yang mengatakan Abul Bakhtari. Wallahu a'lam."

Golongan Kedelapan: Nama dan Kunyah Sama-Sama Sudah Pasti dan Masyhur

الثَّامِنُ: مَنْ لَمْ يُخْتَلَفْ فِي كُنْيَتِهِ وَاسْمِهِ، وَعُرِفَا جَمِيعًا وَاشْتَهَرَا.
"Kedelapan: orang yang tidak diperselisihkan sama sekali kunyah dan namanya, keduanya diketahui dan sama-sama masyhur."
وَمِنْ أَمْثِلَتِهِ: أَئِمَّةُ الْمَذَاهِبِ ذَوُو أَبِي عَبْدِ اللَّهِ، مَالِكٌ، وَمُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ الشَّافِعِيُّ، وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، وَأَبُو حَنِيفَةَ النُّعْمَانُ بْنُ ثَابِتٍ، فِي خَلْقٍ كَثِيرٍ.
"Di antara contohnya: para imam mazhab yang berkunyah Abu Abdillah - Malik, Muhammad bin Idris asy-Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, Sufyan ats-Tsauri, dan Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit, serta banyak lagi lainnya."

Golongan Kesembilan: Masyhur dengan Kunyahnya, Bukan Namanya

التَّاسِعُ: مَنِ اشْتَهَرَ بِكُنْيَتِهِ دُونَ اسْمِهِ، وَاسْمُهُ مَعَ ذَلِكَ غَيْرُ مَجْهُولٍ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ بِالْحَدِيثِ، وَلِابْنِ عَبْدِ الْبَرِّ تَصْنِيفٌ مَلِيحٌ فِيمَنْ بَعْدَ الصَّحَابَةِ مِنْهُمْ.
"Kesembilan: orang yang lebih masyhur dengan kunyahnya daripada namanya, namun namanya tetap tidak majhul (tidak diketahui) di kalangan ahli ilmu hadits. Ibnu Abdil Barr memiliki karya tulis yang indah tentang golongan ini dari kalangan setelah sahabat."
مِثَالُهُ: أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ، اسْمُهُ عَائِذُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَبُو إِسْحَاقَ السَّبِيعِيُّ: اسْمُهُ عَمْرُو بْنُ عَبْدِ اللَّهِ.
"Contohnya: Abu Idris al-Khaulani, namanya adalah 'A'idzullah bin Abdillah. Abu Ishaq as-Sabi'i, namanya adalah 'Amr bin Abdillah."
أَبُو الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيُّ صَنْعَاءَ دِمَشْقَ، اسْمُهُ شَرَاحِيلُ بْنُ آدَةَ، بِهَمْزَةٍ مَمْدُودَةٍ بَعْدَهَا دَالٌ مُهْمَلَةٌ مَفْتُوحَةٌ مُخَفَّفَةٌ، وَمِنْهُمْ مَنْ شَدَّدَ الدَّالَ وَلَمْ يَمُدَّ.
"Abul Asy'ats ash-Shan'ani, dari Shan'a Damaskus, namanya adalah Syarahil bin Adah - dengan hamzah panjang diikuti huruf dal tak bertitik berfathah tanpa tasydid; sebagian ulama menyebutnya dengan dal bertasydid tanpa dipanjangkan hamzahnya."
أَبُو الضُّحَى مُسْلِمُ بْنُ صُبَيْحٍ، بِضَمِّ الصَّادِ الْمُهْمَلَةِ.
"Abudh-Dhuha Muslim bin Shubaih, dengan dhammah pada huruf shad tak bertitik."
أَبُو حَازِمٍ الْأَعْرَجُ الزَّاهِدُ الرَّاوِي عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ وَغَيْرِهِ اسْمُهُ سَلَمَةُ بْنُ دِينَارٍ، وَمَنْ لَا يُحْصَى، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Abu Hazim al-A'raj az-Zahid, perawi dari Sahl bin Sa'd dan lainnya, namanya adalah Salamah bin Dinar - dan masih banyak lagi contoh lain yang tidak terhitung jumlahnya. Wallahu a'lam."2

Catatan & Referensi

  1. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 329.

  2. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 329-335.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email