Muqaddimah Ibnu Shalah Bab 44: Al-Ikhwah wal-Akhawat

النَّوْعُ الثَّالِثُ وَالْأَرْبَعُونَ: مَعْرِفَةُ الْإِخْوَةِ وَالْأَخَوَاتِ مِنَ الْعُلَمَاءِ وَالرُّوَاةِ
"Anwa' keempat puluh tiga: mengenal al-ikhwah wal-akhawat (saudara-saudara laki-laki dan perempuan) dari kalangan ulama dan perawi."1

وَذَلِكَ إِحْدَى مَعَارِفِ أَهْلِ الْحَدِيثِ الْمُفْرَدَةِ بِالتَّصْنِيفِ. صَنَّفَ فِيهَا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، وَأَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ النَّسَوِيُّ، وَأَبُو الْعَبَّاسِ السَّرَّاجُ وَغَيْرُهُمْ.
"Ini adalah salah satu cabang pengetahuan ahli hadits yang telah dikhususkan dengan penulisan kitab tersendiri. Yang menulis tentangnya antara lain Ali bin al-Madini, Abu Abdirrahman an-Nasawi, Abul Abbas as-Sarraj, dan selain mereka."

Contoh dua bersaudara di kalangan sahabat:
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ، وَعُتْبَةُ بْنُ مَسْعُودٍ هُمَا أَخَوَانِ، زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَيَزِيدُ بْنُ ثَابِتٍ هُمَا أَخَوَانِ، عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ، وَهِشَامُ بْنُ الْعَاصِ أَخَوَانِ.
"Abdullah bin Mas'ud dan Utbah bin Mas'ud, keduanya bersaudara. Zaid bin Tsabit dan Yazid bin Tsabit, keduanya bersaudara. Amr bin al-Ash dan Hisyam bin al-Ash, keduanya bersaudara."

Dari kalangan tabi'in:
عَمْرُو بْنُ شُرَحْبِيلَ أَبُو مَيْسَرَةَ وَأَخُوهُ أَرْقَمُ بْنُ شُرَحْبِيلَ، كِلَاهُمَا مِنْ أَفَاضِلِ أَصْحَابِ ابْنِ مَسْعُودٍ، هُزَيْلُ بْنُ شُرَحْبِيلَ وَأَرْقَمُ بْنُ شُرَحْبِيلَ، أَخَوَانِ آخَرَانِ مِنْ أَصْحَابِ ابْنِ مَسْعُودٍ أَيْضًا.
"Amr bin Syurahbil Abu Maisarah dan saudaranya Arqam bin Syurahbil, keduanya termasuk sahabat-sahabat utama Ibnu Mas'ud. Huzail bin Syurahbil dan Arqam bin Syurahbil, pasangan bersaudara lain, juga dari kalangan sahabat-sahabat Ibnu Mas'ud."

Contoh tiga bersaudara:
سَهْلٌ، وَعَبَّادٌ، وَعُثْمَانُ، بَنُو حُنَيْفٍ إِخْوَةٌ ثَلَاثَةٌ، عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، وَعُمَرُ، وَشُعَيْبٌ بَنُو شُعَيْبِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ إِخْوَةٌ ثَلَاثَةٌ.
"Sahl, Abbad, dan Utsman, putra-putra Hunaif, tiga bersaudara. Amr bin Syu'aib, Umar, dan Syu'aib, putra-putra Syu'aib bin Muhammad bin Abdullah bin Amr bin al-Ash, tiga bersaudara."

Contoh empat bersaudara:
سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانُ الزَّيَّاتُ، وَإِخْوَتُهُ عَبْدُ اللَّهِ الَّذِي يُقَالُ لَهُ عَبَّادٌ، وَمُحَمَّدٌ، وَصَالِحٌ.
"Suhail bin Abi Shalih as-Samman az-Zayyat, dan saudara-saudaranya: Abdullah - yang juga disebut Abbad -, Muhammad, dan Shalih."

Contoh lima bersaudara:
مَا نَرْوِيهِ عَنِ الْحَاكِمِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عَلِيٍّ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ الْحَافِظَ غَيْرَ مَرَّةٍ يَقُولُ: "آدَمُ بْنُ عُيَيْنَةَ، وَعِمْرَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ، وَسُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ عُيَيْنَةَ، حَدَّثُوا عَنْ آخِرِهِمْ".
"Apa yang kami riwayatkan dari al-Hakim Abu Abdillah, ia berkata: aku mendengar Abu Ali al-Husain bin Ali al-Hafizh berkali-kali berkata: 'Adam bin Uyainah, Imran bin Uyainah, Muhammad bin Uyainah, Sufyan bin Uyainah, dan Ibrahim bin Uyainah - semuanya telah meriwayatkan hadits, sampai yang terakhir dari mereka.'"

Contoh enam bersaudara:
أَوْلَادُ سِيرِينَ، سِتَّةٌ تَابِعِيُّونَ، وَهُمْ: مُحَمَّدٌ، وَأَنَسٌ، وَيَحْيَى، وَمَعْبَدٌ، وَحَفْصَةُ، وَكَرِيمَةُ ذَكَرَهُمْ هَكَذَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ النَّسَوِيُّ، وَنَقَلْتُهُ مِنْ كِتَابِهِ بِخَطِّ الدَّارَقُطْنِيِّ فِيمَا أَحْسَبُ، وَرُوِيَ ذَلِكَ أَيْضًا عَنْ يَحْيَى بْنِ مَعِينٍ، وَهَكَذَا ذَكَرَهُمُ الْحَاكِمُ فِي "كِتَابِ الْمَعْرِفَةِ"، لَكِنْ ذَكَرَ فِيمَا نَرْوِيهِ مِنْ تَارِيخِهِ بِإِسْنَادِنَا عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا عَلِيٍّ الْحَافِظَ يَذْكُرُ بَنِي سِيرِينَ خَمْسَةَ إِخْوَةٍ: مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ، وَأَكْبَرُهُمْ مَعْبَدُ بْنُ سِيرِينَ، وَيَحْيَى بْنُ سِيرِينَ، وَخَالِدُ بْنُ سِيرِينَ، وَأَنَسُ بْنُ سِيرِينَ، وَأَصْغَرُهُمْ حَفْصَةُ بِنْتُ سِيرِينَ.
"Anak-anak (keluarga) Sirin, enam orang tabi'in, yaitu: Muhammad, Anas, Yahya, Ma'bad, Hafshah, dan Karimah - demikianlah Abu Abdirrahman an-Nasawi menyebutkan mereka, dan aku menukilnya dari kitabnya dengan tulisan tangan ad-Daraquthni sepanjang yang kuingat; hal ini juga diriwayatkan dari Yahya bin Ma'in, dan demikian pula al-Hakim menyebutkan mereka dalam 'Kitab al-Ma'rifah'. Namun beliau menyebutkan, dalam apa yang kami riwayatkan dari kitab tarikhnya dengan isnad kami darinya, bahwa ia mendengar Abu Ali al-Hafizh menyebut bani Sirin sebagai lima bersaudara: Muhammad bin Sirin, dan yang tertua dari mereka Ma'bad bin Sirin, Yahya bin Sirin, Khalid bin Sirin, Anas bin Sirin, dan yang termuda dari mereka Hafshah binti Sirin."2

قُلْتُ: وَقَدْ رُوِيَ عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "لَبَّيْكَ حَقًّا حَقًّا تَعَبُّدًا وَرِقًّا".
"Aku (Ibnu Shalah) berkata: telah diriwayatkan dari Muhammad, dari Yahya, dari Anas (tiga bersaudara bani Sirin), dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Labbaika haqqan haqqan ta'abbudan wa riqqan' (Aku penuhi panggilan-Mu dengan sebenar-benarnya, sebagai bentuk penghambaan dan perbudakan diri kepada-Mu)." (HR. melalui jalur tiga bersaudara bani Sirin, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu)

وَهَذِهِ غَرِيبَةٌ، عَايَا بِهَا بَعْضُهُمْ فَقَالَ: أَيُّ ثَلَاثَةِ إِخْوَةٍ رَوَى بَعْضُهُمْ عَنْ بَعْضٍ؟
"Riwayat ini gharibah (asing/jarang). Sebagian ulama bahkan menjadikannya teka-teki, dengan bertanya: 'tiga bersaudara mana yang saling meriwayatkan satu dari yang lain (secara berurutan)?'"

Contoh tujuh bersaudara:
النُّعْمَانُ بْنُ مُقَرِّنٍ، وَإِخْوَتُهُ: مَعْقِلٌ، وَعَقِيلٌ، وَسُوَيْدٌ، وَسِنَانٌ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَسَابِعٌ لَمْ يُسَمَّ لَنَا، بَنُو مُقَرِّنٍ الْمُزَنِيُّونَ سَبْعَةُ إِخْوَةٍ، هَاجَرُوا وَصَحِبُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يُشَارِكْهُمْ - فِيمَا ذَكَرَهُ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ وَجَمَاعَةٌ - فِي هَذِهِ الْمَكْرُمَةِ غَيْرُهُمْ، وَقَدْ قِيلَ: إِنَّهُمْ شَهِدُوا الْخَنْدَقَ كُلُّهُمْ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"An-Nu'man bin Muqarrin, dan saudara-saudaranya: Ma'qil, Aqil, Suwaid, Sinan, Abdurrahman, dan yang ketujuh tidak disebutkan namanya kepada kami - bani Muqarrin al-Muzani, tujuh bersaudara, yang berhijrah dan menyertai (menjadi sahabat) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Menurut yang disebutkan Ibnu Abdil Barr dan sejumlah ulama, tidak ada seorang pun selain mereka yang mendapatkan kemuliaan ini (tujuh bersaudara sekaligus menjadi sahabat). Bahkan dikatakan, mereka semua menyaksikan peristiwa (Perang) Khandaq. Wallahu a'lam."

وَقَدْ يَقَعُ فِي الْإِخْوَةِ مَا فِيهِ خِلَافٌ فِي مِقْدَارِ عَدَدِهِمْ، وَلَمْ نُطَوِّلْ بِمَا زَادَ عَلَى السَّبْعَةِ لِنُدْرَتِهِ، وَلِعَدَمِ الْحَاجَةِ إِلَيْهِ فِي غَرَضِنَا هَاهُنَا، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Terkadang di antara kasus persaudaraan ini terdapat perselisihan tentang jumlah pastinya. Kami tidak memperpanjang pembahasan tentang jumlah yang melebihi tujuh, karena kelangkaannya dan karena tidak dibutuhkan untuk tujuan kami di sini. Wallahu a'lam."3

Catatan & Referensi

  1. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 307.

  2. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 307-309.

  3. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 309.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email