Naw' keenam puluh empat membahas Al-Mawali -nisbat "maula" yang melekat pada banyak rawi dan ulama besar dalam sejarah Islam.
وَرُبَّمَا يُنْسَبُ إِلَى الْقَبِيلِ * مَوْلًى عَتَاقَةٍ، وَهَذَا الْأَغْلَبُ
"Terkadang (seorang rawi) dinisbatkan ke sebuah kabilah sebagai maula 'Ataqah (pembebasan dari perbudakan) -dan inilah yang paling umum." Makna "maula" paling sering dipahami adalah bekas budak yang telah dimerdekakan, lalu menisbatkan dirinya ke kabilah/keluarga yang membebaskannya -sebuah bentuk penghormatan dan pengakuan hubungan yang tetap terjaga meski status perbudakannya sudah berakhir.
Dua Jenis Wala' Lain: Perjanjian dan Kesamaan Agama
أَوْ لِوَلَاءِ الْحِلْفِ؛ كَالتَّيْمِيِّ؛ أَوْ لِلدِّينِ؛ كَالْجُعْفِيِّ
"Atau karena wala' Al-Hilf (perjanjian persekutuan); seperti (nisbat) At-Taimi. Atau karena (kesamaan) agama; seperti Al-Ju'fi." Dua sebab lain yang sama sekali berbeda dari makna umum "maula": Wala' Al-Hilf adalah nisbat karena perjanjian persekutuan/aliansi antar suku (tanpa hubungan perbudakan sama sekali), dan Wala' Ad-Din adalah nisbat karena kesamaan keyakinan agama -seperti nisbat "Al-Ju'fi" yang dipakai Imam Al-Bukhari sendiri (karena leluhurnya masuk Islam berkat perantaraan seorang dari suku Ju'fi, bukan karena hubungan darah atau perbudakan).
Maula dari Maula
وَرُبَّمَا يُنْسَبُ مَوْلَى الْمَوْلَى
"Dan terkadang dinisbatkan (sebagai) 'maula dari maula' -seperti (contoh) Sa'id bin Yasar." Ini lapisan tambahan yang lebih kompleks: seseorang yang statusnya "maula" dari orang lain yang DIA SENDIRI juga berstatus maula -sebuah rantai nisbat berlapis yang butuh ketelitian ekstra untuk dilacak asal-usulnya.
Memahami keragaman makna "maula" ini penting supaya peneliti sanad tidak salah menyimpulkan latar belakang seorang rawi hanya dari satu nisbat yang tampak familiar -persis seperti kehati-hatian yang sama ditekankan pada naw' 58 (Nasab yang Zahirnya Berbeda dari Batinnya).
Catatan & Referensi
Bait naw' 64 (bait ke-994 s/d ke-996) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Mawali min Al-'Ulama war-Ruwat".
↩