Naw' 60: Tarikh Para Rawi -Ilmu yang Lahir untuk Menangkap Pendusta Hadits

Naw' keenam puluh membahas Tawarikh Ar-Ruwat wal-Wafayat -pencatatan tahun lahir dan wafat para rawi, sebuah cabang ilmu yang lahir dari kebutuhan mendesak melawan pemalsuan hadits.

وَوَضَعُوا التَّارِيخَ لَمَّا كَذَبَا * ذَوُوهُ حَتَّى بَانَ لَمَّا حُسِبَا

1

"Mereka menyusun ilmu Tarikh ketika para pendusta (hadits) mulai berdusta, sampai jelas (kedustaan mereka) ketika dihitung (secara kronologis)." Ini penjelasan langsung kenapa ilmu ini penting: seorang pemalsu hadits (naw' 21) bisa mengaku belajar langsung dari seorang guru tertentu -tapi kalau catatan tahun wafat sang guru dan tahun lahir si pengaku sudah tidak mungkin bertemu (misalnya sang guru wafat sebelum si pengaku lahir), kebohongannya langsung terbongkar lewat perhitungan sederhana.

Contoh: Usia Wafat Empat Khalifah

فَاسْتَكْمَلَ النَّبِيُّ وَالصِّدِّيقُ * كَذَا عَلِيٌّ وَكَذَا الْفَارُوقُ * ثَلَاثَةَ الْأَعْوَامِ وَالسِّتِّينَا

"Maka (diketahui): Nabi dan Ash-Shiddiq (Abu Bakr), begitu pula 'Ali, begitu pula Al-Faruq ('Umar), masing-masing genap tiga dan enam puluh (63) tahun (usianya saat wafat)." Al-'Iraqi mencontohkan pencatatan presisi ini dengan fakta terkenal: Nabi Muhammad, Abu Bakr, 'Umar, dan 'Ali -empat tokoh sentral awal Islam- semuanya wafat pada usia 63 tahun, sebuah kebetulan yang dicatat rapi oleh ahli tarikh.

Ketelitian mencatat tanggal lahir-wafat inilah yang menjadi fondasi ilmu Thabaqat (naw' 63) -tanpa data kronologis yang akurat, mustahil memetakan generasi demi generasi rawi secara sistematis, dan mustahil pula membongkar sanad yang secara kronologis tidak masuk akal (Khafiyyul Irsal, naw' 38, misalnya sangat bergantung pada data tarikh ini untuk dideteksi).

Catatan & Referensi

  1. Bait naw' 60 (bait ke-951 s/d ke-953) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Tawarikh Ar-Ruwat wal-Wafayat".

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email