Naw' 48: Rawi Bernama/Bergelar Lebih dari Satu -Kasus Nyata Seorang Mudallis Menyamarkan Identitas

Naw' keempat puluh delapan membahas rawi yang disebut dengan berbagai nama atau gelar berbeda-beda -dan menjadi contoh konkret paling jelas dari Tadlis asy-Syuyukh yang sudah dibahas di naw' 12.

وَاعْنَ بِأَنْ تَعْرِفَ مَا يَلْتَبِسُ * مِنْ خَلْطٍ يُعْنَى بِهَا الْمُدَلِّسُ

1

"Perhatikanlah untuk mengetahui apa yang membingungkan dari pencampuran (identitas) yang dimanfaatkan seorang mudallis (untuk tadlis)." Al-'Iraqi menghubungkan naw' ini langsung dengan bahaya tadlis -menyebut satu rawi dengan berbagai nama/gelar berbeda bisa jadi taktik sengaja untuk mengaburkan jejak, terutama kalau rawi itu sebenarnya lemah/bermasalah.

Kasus Nyata: Muhammad bin As-Sa'ib Al-Kalbi

نَحْوُ مَا فَعِلَ فِي الْكَلْبِيِّ حَتَّى أَبْهَمَا

مُحَمَّدِ بْنِ السَّائِبِ الْعَلَّامَهْ * سَمَّاهُ «حَمَّاداً» أَبُو أُسَامَهْ

وَبِـ«أَبِي النَّضْرِ» ابْنُ إِسْحَاقَ ذَكَرْ * وَبِـ«أَبِي سَعِيدِ» الْعَوْفِيْ شَهَرْ

"Seperti apa yang dilakukan pada (kasus) Al-Kalbi, sampai disamarkan (identitasnya). Muhammad bin As-Sa'ib Al-'Allamah -Abu Usamah menamainya 'Hammad', sedangkan Ibnu Ishaq menyebutnya dengan 'Abu An-Nadhr', dan (dikenal juga dengan) 'Abu Sa'id Al-'Awfi'." Ini contoh nyata yang persis dibicarakan di naw' 12: seorang rawi bernama asli Muhammad bin As-Sa'ib Al-Kalbi (dikenal lemah keilmuannya) disebut dengan MINIMAL TIGA sebutan berbeda oleh murid-muridnya yang berbeda -sengaja atau tidak, akibatnya siapa pun yang membaca sanad tanpa tahu bahwa ketiga nama itu merujuk orang yang SAMA akan gagal mendeteksi kelemahannya, karena mengira itu tiga rawi berbeda yang masing-masing terdengar tidak familiar (bukan nama yang sudah diketahui bermasalah).

Inilah kenapa kitab-kitab biografi rawi (rijal) begitu penting -mendata SEMUA nama/kunyah/gelar alternatif seorang rawi, supaya penyamaran semacam ini bisa dibongkar oleh peneliti sanad di generasi berikutnya.

Catatan & Referensi

  1. Bait naw' 48 (bait ke-858 s/d ke-861) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Man Dzukira bi Nu'ut Muta'addidah".

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email