Naw' keempat puluh tujuh membahas kategori Al-Wuhdan -rawi yang riwayatnya HANYA diteruskan oleh satu murid saja, tidak ada murid kedua yang meriwayatkan darinya.
وَمُسْلِمٌ صَنَّفَ فِي «الْوُحْدَانِ» * مَنْ عَنْهُ رَاوٍ وَاحِدٌ لَا ثَانِي
"Imam Muslim menyusun kitab tentang 'Al-Wuhdan' -orang yang hanya diriwayatkan oleh satu rawi, tidak ada yang kedua." Al-'Iraqi memberi contoh: 'Amir bin Syahr, atau Wahb bin Khanbasy -keduanya hanya diriwayatkan oleh satu murid tunggal, Asy-Sya'bi.
Koreksi terhadap Klaim Al-Hakim
وَغُلِّطَ الْحَاكِمُ حَيْثُ زَعَمَا * بِأَنَّ هَذَا النَّوْعَ لَيْسَ فِيهِمَا
فَفِي الصَّحِيح أَخْرَجَا أَخْرَجَ الْمُسَيَّبَا
"Al-Hakim dinyatakan keliru ketika ia mengklaim bahwa jenis (rawi) ini tidak ada di dalam KEDUANYA (Shahih al-Bukhari dan Muslim) -padahal di dalam Shahih, keduanya telah mengeluarkan riwayat semacam ini, (misalnya) Al-Musayyab." Ini contoh bagus kejujuran metodologis Al-'Iraqi: beliau tidak segan mengoreksi klaim seorang ulama besar seperti Al-Hakim An-Naisaburi ketika terbukti keliru -sebuah rawi yang hanya punya satu murid periwayat tetap bisa ditemukan dalam Shahih al-Bukhari maupun Shahih Muslim, bertentangan dengan anggapan Al-Hakim bahwa kategori ini tidak masuk kriteria Shahihain.
Fenomena ini menunjukkan bahwa "jumlah murid yang meriwayatkan" bukan syarat mutlak Shahih -selama satu-satunya murid yang meriwayatkan itu memang tsiqah dan dhabith, riwayatnya tetap bisa diterima di level tertinggi, sejalan dengan pembahasan Al-Afrad di naw' 17.
Catatan & Referensi
Bait naw' 47 (bait ke-854 s/d ke-857) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Man Lam Yarwi 'Anhu Illa Rawin Wahid".
↩