Naw' keempat puluh enam membahas As-Sabiq wal-Lahiq -dua rawi yang sama-sama meriwayatkan dari SATU guru yang sama, tapi terpisah jauh dari sisi kapan mereka masing-masing wafat.
وَصَنَّفُوا فِي «سَابِقٍ وَلَاحِقِ» * وَهْوَ: اشْتِرَاكُ رَاوِيَيْنِ؛ سَابِقِ مَوْتاً
"Mereka menyusun (kitab) tentang 'As-Sabiq wal-Lahiq' -yaitu: berbaginya dua rawi (yang meriwayatkan dari guru yang sama), yang satu mendahului (dalam) kematian." As-Sabiq (yang mendahului) adalah murid yang wafat relatif cepat setelah belajar dari sang guru, sedangkan Al-Lahiq (yang menyusul) adalah murid lain dari guru yang sama, yang wafat jauh belakangan -kadang selisihnya puluhan tahun.
كَابْنِ دُوَيْدٍ، رَوَيَا عَنْ مَالِكِ * أُخِّرَ؛ كَالْجُعْفِيِّ وَالْخَفَّافِ
Al-'Iraqi memberi contoh: Az-Zuhri dan Ibnu Duwaid sama-sama meriwayatkan dari Imam Malik, tapi keduanya wafat pada rentang waktu berjauhan -begitu pula contoh Al-Ju'fi (Al-Bukhari) dan Al-Khaffaf, yang wafatnya berselisih jauh meski berbagi guru yang sama.
Data semacam ini penting bagi ahli sanad: kalau ditemukan dua rawi dengan guru yang sama tapi rentang wafat mereka sangat berjauhan, itu bukan tanda kejanggalan -justru fenomena wajar yang perlu didokumentasikan, supaya tidak salah menyangka salah satu riwayat mustahil terjadi karena "terlalu jauh jaraknya" dari sang guru.
Catatan & Referensi
Bait naw' 46 (bait ke-851 s/d ke-853) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "As-Sabiq wal-Lahiq".
↩