Naw' 43: Al-Ikhwah wal-Akhawat -Ketika Beberapa Bersaudara Sama-Sama Jadi Perawi

Naw' keempat puluh tiga membahas Al-Ikhwah wal-Akhawat -topik unik yang mendata keluarga-keluarga dengan beberapa saudara kandung yang sama-sama dikenal sebagai perawi hadits.

وَأَفْرَدُوا الْإِخْوَةَ بِالتَّصْنِيفِ * فَذُو ثَلَاثَةٍ: بَنُو حُنَيْفِ

1

"Mereka (ulama) mengkhususkan (topik) persaudaraan dengan penyusunan kitab tersendiri. Ada yang tiga bersaudara: Bani Hunaif (ayah mereka As-Samman)." Al-'Iraqi lalu merinci contoh dengan jumlah saudara yang makin banyak: empat dan lima bersaudara (yang paling mulia adalah keluarga Sufyan), enam bersaudara seperti Bani Sirin (tiga di antaranya yang meriwayatkan hadits), sampai tujuh bersaudara sekaligus -Bani Muqarrin, semuanya Muhajirin, jumlahnya tidak diperselisihkan ulama.

وَالْأَخَوَانِ جُمْلَةٌ: كَعُتْبَةِ * أَخِي ابْنِ مَسْعُودٍ هُمَا ذُو صُحْبَةِ

"Dan (contoh) dua bersaudara jumlahnya sangat banyak, seperti 'Utbah, saudara (Abdullah) Ibnu Mas'ud -keduanya termasuk Sahabat." Kasus dua bersaudara paling umum ditemukan, sedangkan jumlah tujuh bersaudara sekaligus (Bani Muqarrin) jadi rekor yang khusus dicatat karena kelangkaannya. Genre pendataan ini berguna praktis: kalau seorang peneliti sanad menemukan dua nama mirip dengan nasab keluarga sama dalam satu jalur, data ini membantu memastikan apakah keduanya memang saudara kandung yang berbeda, bukan kekeliruan penulisan nama yang sama.

Catatan & Referensi

  1. Bait naw' 43 (bait ke-835 s/d ke-839) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Ikhwah wal-Akhawat".

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email