Setelah Al-Mursal (naw' 9) -yang secara spesifik membahas hilangnya rawi di ANTARA Tabi'in dan Sahabat- naw' kesepuluh membahas kategori yang lebih umum: Al-Munqathi', sanad yang kehilangan satu rawi di titik MANA PUN dalam rangkaiannya, bukan cuma di dekat Sahabat.
Definisi: Satu Rawi Hilang Sebelum Sahabat
وَسَمِّ بِ«الْمُنْقَطِعِ»: الَّذِي سَقَطْ * مِنْهُ رَاوٍ قَبْلَ الصَّحَابِيِّ بِهِ رَاوٍ فَقَطْ
"Namailah dengan 'Al-Munqathi'': (sanad) yang hilang darinya satu rawi sebelum (level) Sahabat, hanya satu rawi (yang hilang)." Definisi teknisnya menekankan dua hal: (1) yang hilang hanya SATU rawi, bukan dua atau lebih (kalau dua atau lebih, itu Al-Mu'dhal -naw' berikutnya), dan (2) titik hilangnya bisa di mana saja SEBELUM Sahabat -berbeda dari Al-Mursal yang spesifik letak kekosongannya persis di antara Tabi'in dan Sahabat.
Definisi Alternatif: Sanad yang Tidak Bersambung Secara Umum
Al-'Iraqi mencatat ada juga definisi yang lebih longgar/umum untuk istilah ini, meski beliau menandai bahwa definisi ini kurang tepat sebagai istilah teknis baku.
وَقِيلَ: مَا لَمْ يَتَّصِلْ، وَقَالَا * بِأَنَّهُ الْأَقْرَبُ، لَا الِاسْتِعْمَالَا
"Dan dikatakan (pula, definisi lain): apa saja yang tidak bersambung (sanadnya) -dan mereka (sebagian ulama) berkata bahwa itu yang lebih dekat (dengan makna bahasa aslinya, inqitha' = terputus), tapi bukan (definisi yang jadi) pemakaian (istilah teknis baku)." Ini contoh lain dari kehati-hatian metodologis Al-'Iraqi: beliau mengakui definisi bahasa yang lebih luas ada, tapi tetap menandaskan definisi teknis yang lebih SPESIFIK (satu rawi hilang) sebagai yang dipakai dalam praktik ilmu Musthalah Hadits.
Dengan naw' Al-Munqathi' ini, sekarang ada tiga istilah berbeda untuk "sanad yang kehilangan rawi", tergantung DI MANA dan BERAPA BANYAK rawi yang hilang: Al-Mursal (hilang tepat di antara Tabi'in dan Sahabat), Al-Munqathi' (hilang satu rawi di titik lain), dan Al-Mu'dhal (hilang dua rawi atau lebih berurutan, dibahas di naw' berikutnya).
Catatan & Referensi
Bait naw' 10 (bait ke-132 s/d ke-133) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Munqathi' wal-Mu'dhal" -naw' 10 dan 11 disatukan Al-'Iraqi dalam satu blok bait yang sama karena keduanya sama-sama membahas sanad yang kehilangan rawi, hanya berbeda jumlahnya. Lihat juga naw' 8 (Al-Maqthu') untuk kerancuan istilah Munqathi' vs Maqthu' yang pernah dicatat Al-'Iraqi.
↩