An-Naw' Al-Khamis wa-Sittin: Ma'rifatu Authanir Ruwah wa Buldanihim
وَهُوَ مِمَّا يُعْتَنَى بِهِ كَثِيرٌ مِنْ عُلَمَاءِ الْحَدِيثِ، وَرُبَّمَا تَرَتَّبَ عَلَيْهِ فَوَائِدُ مُهِمَّةٌ
"Ilmu ini termasuk yang diperhatikan secara khusus oleh banyak ulama hadits, dan terkadang darinya muncul faedah-faedah yang penting."
مِنْهَا: مَعْرِفَةُ شَيْخِ الرَّاوِي، فَرُبَّمَا اشْتَبَهَ بِغَيْرِهِ، فَإِذَا عَرَفْنَا بَلَدَهُ تَعَيَّنَ بَلَدِيُّهُ غَالِبًا، وَهَذَا مُهِمٌّ جَلِيلٌ
"Di antara faedahnya: mengetahui identitas guru seorang perawi - sebab terkadang namanya mirip dengan orang lain, namun apabila kita mengetahui negerinya, maka pada umumnya dapat dipastikan bahwa gurunya adalah orang senegerinya juga. Ini adalah perkara penting yang besar manfaatnya."
وَقَدْ كَانَتِ الْعَرَبُ إِنَّمَا يُنْسَبُونَ إِلَى الْقَبَائِلِ وَالْعَمَائِرِ وَالْعَشَائِرِ وَالْبُيُوتِ، وَالْعَجَمُ إِلَى شُعُوبِهَا وَرَسَاتِيقِهَا وَبُلْدَانِهَا، وَبَنُو إِسْرَائِيلَ إِلَى أَسْبَاطِهَا. فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ وَانْتَشَرَ النَّاسُ فِي الْأَقَالِيمِ، نُسِبُوا إِلَيْهَا، أَوْ إِلَى مُدُنِهَا أَوْ قُرَاهَا
"Dahulu, bangsa Arab dinisbatkan kepada kabilah, batang suku ('imarah), rumpun keluarga ('asyirah), dan keluarga (bait) mereka masing-masing; bangsa non-Arab ('Ajam) dinisbatkan kepada bangsa, distrik pedesaan (rasatiq), dan negeri mereka; sedangkan Bani Israil dinisbatkan kepada suku-suku (asbath) mereka. Ketika Islam datang dan manusia tersebar ke berbagai wilayah, mereka pun dinisbatkan kepada wilayah itu, atau kepada kota-kota dan desa-desanya."
فَمَنْ كَانَ مِنْ قَرْيَةٍ فَلَهُ الِانْتِسَابُ إِلَيْهَا بِعَيْنِهَا، وَإِلَى مَدِينَتِهَا إِنْ شَاءَ، أَوْ إِقْلِيمِهَا، وَمَنْ كَانَ مِنْ بَلْدَةٍ ثُمَّ انْتَقَلَ مِنْهَا إِلَى غَيْرِهَا فَلَهُ الِانْتِسَابُ إِلَى أَيِّهِمَا شَاءَ، وَالْأَحْسَنُ أَنْ يَذْكُرَهُمَا، فَيَقُولَ مَثَلًا: الشَّامِيُّ ثُمَّ الْعِرَاقِيُّ، أَوِ الدِّمَشْقِيُّ ثُمَّ الْمِصْرِيُّ، وَنَحْوَ ذَلِكَ
"Siapa saja yang berasal dari suatu desa, ia boleh dinisbatkan kepada desa itu sendiri, atau kepada kotanya jika ia mau, atau kepada wilayahnya secara umum. Siapa saja yang berasal dari suatu negeri lalu berpindah ke negeri lain, ia boleh dinisbatkan kepada yang mana saja ia kehendaki, dan yang lebih baik adalah menyebutkan keduanya - misalnya dengan mengatakan: 'Asy-Syami kemudian Al-'Iraqi', atau 'Ad-Dimasyqi kemudian Al-Mishri', dan semisalnya."
وَقَالَ بَعْضُهُمْ: إِنَّمَا يَسُوغُ الِانْتِسَابُ إِلَى الْبَلَدِ إِذَا قَامَ فِيهِ أَرْبَعَ سِنِينَ فَأَكْثَرَ، وَفِي هَذَا نَظَرٌ. وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
"Sebagian ulama berkata: Penisbatan kepada suatu negeri hanya sah apabila seseorang telah menetap di sana selama empat tahun atau lebih. Namun pendapat ini masih perlu ditinjau ulang. Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lamu bish-shawab."
وَهَذَا آخِرُ مَا يَسَّرَهُ اللَّهُ تَعَالَى مِنْ " اخْتِصَارِ عُلُومِ الْحَدِيثِ " وَلَهُ الْحَمْدُ وَالْمِنَّةُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
"Inilah akhir dari apa yang Allah Ta'ala mudahkan penyusunannya dari kitab 'Ikhtishar 'Ulumil Hadits' - segala puji dan karunia hanya milik-Nya. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami, Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya."