Al-Mazid fi Muttashilil Asanid
وَهُوَ أَنْ يَزِيدَ فِي الْإِسْنَادِ رَجُلًا لَمْ يَذْكُرْهُ غَيْرُهُ. وَهَذَا يَقَعُ كَثِيرًا فِي أَحَادِيثَ مُتَعَدِّدَةٍ.
"Yaitu seorang rawi menambahkan dalam sanad seorang perawi lain yang tidak disebutkan oleh rawi-rawi lainnya. Hal ini banyak terjadi pada berbagai hadits."
وَقَدْ صَنَّفَ الْحَافِظُ الْخَطِيبُ الْبَغْدَادِيُّ فِي ذَلِكَ كِتَابًا حَافِلًا. قَالَ ابْنُ الصَّلَاحِ: وَفِي بَعْضِ مَا ذَكَرَهُ نَظَرٌ.
"Al-Hafizh Al-Khathib Al-Baghdadi telah menyusun sebuah kitab yang lengkap mengenai bidang ini. Ibnu Shalah berkata: sebagian dari apa yang disebutkannya masih perlu ditinjau ulang."
وَمَثَّلَ ابْنُ الصَّلَاحِ هَذَا النَّوْعَ بِمَا رَوَاهُ بَعْضُهُمْ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ سَمِعْتُ أَبَا إِدْرِيسَ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
"Ibnu Shalah mencontohkan jenis ini dengan riwayat yang dibawakan sebagian rawi dari 'Abdullah bin Al-Mubarak, dari Sufyan, dari 'Abdullah bin Yazid bin Jabir — 'telah menceritakan kepadaku Busr bin 'Abdullah, aku mendengar Abu Idris berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:'"
لَا تَجْلِسُوا عَلَى الْقُبُورِ، وَلَا تُصَلُّوا إِلَيْهَا.
"Janganlah kalian duduk di atas kuburan, dan janganlah kalian shalat menghadap ke arahnya. (Dicontohkan oleh Ibnu Shalah, dari jalur Abu Idris)"
وَرَوَاهُ آخَرُونَ عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ، فَلَمْ يَذْكُرُوا سُفْيَانَ، وَقَالَ أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ: وَهِمَ ابْنُ الْمُبَارَكِ فِي إِدْخَالِهِ أَبَا إِدْرِيسَ فِي الْإِسْنَادِ. وَهَاتَانِ زِيَادَتَانِ.
"Perawi-perawi lain meriwayatkannya dari Ibnul Mubarak, namun mereka tidak menyebutkan Sufyan (dalam sanadnya). Abu Hatim Ar-Razi berkata: Ibnul Mubarak keliru dalam memasukkan (nama) Abu Idris ke dalam sanad. Maka kedua hal ini (penyebutan Sufyan, dan penyebutan Abu Idris) merupakan dua tambahan (ziyadah) dalam sanad."