Al-Gharib wal-'Aziz
أَمَّا الْغَرَابَةُ: فَقَدْ تَكُونُ فِي الْمَتْنِ، بِأَنْ يَتَفَرَّدَ بِرِوَايَتِهِ رَاوٍ وَاحِدٌ، أَوْ فِي بَعْضِهِ، كَمَا إِذَا زَادَ فِيهِ وَاحِدٌ زِيَادَةً لَمْ يَقُلْهَا غَيْرُهُ. وَقَدْ تَقَدَّمَ الْكَلَامُ فِي زِيَادَةِ الثِّقَةِ.
"Adapun gharabah (keterasingan/kelangkaan riwayat): terkadang terletak pada matan-nya, yaitu apabila hanya seorang rawi saja yang meriwayatkannya; atau terletak pada sebagiannya saja, seperti apabila seorang rawi menambahkan suatu tambahan yang tidak dikatakan oleh rawi lain. Pembahasan tentang tambahan rawi tsiqah (ziyadatuts-tsiqah) telah disebutkan sebelumnya."
وَقَدْ تَكُونُ الْغَرَابَةُ فِي الْإِسْنَادِ، كَمَا إِذَا كَانَ فِي أَصْلِ الْحَدِيثِ مَحْفُوظًا مِنْ وَجْهٍ آخَرَ أَوْ وُجُوهٍ، وَلَكِنَّهُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ غَرِيبٌ.
"Gharabah juga bisa terletak pada sanad-nya, yaitu apabila pokok hadits itu sendiri telah dikenal (mahfuzh) melalui jalur lain atau beberapa jalur lain, namun melalui sanad yang satu ini ia menjadi gharib (asing/langka)."
فَالْغَرِيبُ: مَا تَفَرَّدَ بِهِ وَاحِدٌ، وَقَدْ يَكُونُ ثِقَةً، وَقَدْ يَكُونُ ضَعِيفًا، وَلِكُلٍّ حُكْمُهُ.
"Maka hadits gharib adalah hadits yang hanya diriwayatkan sendirian oleh satu orang rawi. Rawi itu bisa jadi tsiqah, bisa pula dhaif, dan masing-masing memiliki hukumnya sendiri."
فَإِنِ اشْتَرَكَ اثْنَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ فِي رِوَايَتِهِ عَنِ الشَّيْخِ، سُمِّيَ: " عَزِيزًا "، فَإِنْ رَوَاهُ عَنْهُ جَمَاعَةٌ، سُمِّيَ: " مَشْهُورًا "، كَمَا تَقَدَّمَ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Apabila dua atau tiga orang rawi bersekutu meriwayatkannya dari sang syaikh, maka disebut 'aziz. Dan apabila diriwayatkan darinya oleh sekelompok banyak rawi, maka disebut 'masyhur', sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Wallahu a'lam."