Muqaddimah
بسم الله الرحمن الرحيم
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
قال شيخنا الإمام العلامة، مفتي الإسلام، قدوة العلماء، شيخ المحدثين، الحافظ المفسر، بقية السلف الصالحين، عماد الدين، أبو الفداء إسماعيل بن كثير القرشي الشافعي، إمام أئمة الحديث والتفسير بالشام المحروس، فسح الله للإسلام والمسلمين في أيامه، وبلغه في الدارين قصده ومرامه: الحمد لله، والسلام على عباده الذين اصطفى.
"Guru kami, sang imam yang mumpuni, mufti Islam, teladan para ulama, syaikh ahli hadits, Al-Hafizh ahli tafsir, sisa generasi salafush shalih, tiang agama, Abul Fida' Isma'il bin Katsir Al-Qurasyi Asy-Syafi'i, imam para imam hadits dan tafsir di negeri Syam yang terjaga - semoga Allah melapangkan (kebaikan) bagi Islam dan kaum muslimin sepanjang hidupnya, dan menyampaikannya kepada tujuan serta cita-citanya di dunia dan akhirat - berkata: Segala puji bagi Allah, dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang terpilih."
" أما بعد ": فإن علم الحديث النبوي - على قائله أفضل الصلاة والسلام - قد اعتنى بالكلام فيه جماعة من الحفاظ قديماً وحديثاً، كالحاكم والخطيب، ومن قبلهما من الأئمة، ومن بعدهما من حفاظ الأمة.
""Amma ba'du": Sesungguhnya ilmu hadits Nabi - shalawat dan salam terbaik atas beliau yang mengucapkannya - telah mendapat perhatian dari sejumlah huffazh (penghafal hadits), baik dahulu maupun belakangan, seperti Al-Hakim dan Al-Khathib, juga para imam sebelum keduanya, dan para huffazh umat sesudah keduanya."
ولما كان من أهم العلوم وأنفعها أحببت أن أعلق فيه مختصراً نافعاً جامعاً لمقاصد الفوائد، ومانعاً من مشكلات المسائل الفرائد. وكان الكتاب الذي اعتنى بتهذيبه الشيخ الإمام العلامة، أبو عمر بن الصلاح تغمده الله برحمته - من مشاهير المصنفات في ذلك بين الطلبة لهذا الشأن، وربما عُني بحفظه بعض المهرة من الشبان، سلكت وراءه، واحتذيت حذاءه، واختصرت ما بسطه، ونظمت ما فرطه. وقد ذكر من أنواع الحديث خمسة وستين، وتبع في ذلك الحاكم أبا عبد الله الحافظ النيسابوري شيخ المحدثين. وأنا - بعون الله - أذكر جميع ذلك، مع ما أضيف إليه من الفوائد الملتقطة من كتاب الحافظ الكبير أبي بكر البيهقي، المسمى " بالمدخل إلى كتاب السنن ". وقد اختصرته أيضاً نحو من هذا النمط، من غير وكس ولا شطط، والله المستعان، وعليه الاتكال.
"Karena ia termasuk ilmu yang paling penting dan paling bermanfaat, aku pun ingin menuliskan atasnya sebuah ringkasan yang bermanfaat, mencakup maksud-maksud faedahnya, serta mencegah dari permasalahan-permasalahan yang pelik. Adapun kitab yang diperhatikan penyusunannya oleh Asy-Syaikh Al-Imam Al-'Allamah Abu 'Amr bin Ash-Shalah - semoga Allah merahmatinya - termasuk karya paling masyhur dalam bidang ini di kalangan para penuntut ilmu, bahkan sebagian pemuda yang mahir pun menghafalnya. Aku mengikuti jejaknya, menempuh jalannya, meringkas apa yang beliau paparkan secara panjang lebar (ikhtashartu ma basathahu), dan menyusun ulang apa yang tercecer susunannya (nazhzhamtu ma farrathahu). Beliau telah menyebutkan enam puluh lima jenis hadits, mengikuti langkah Al-Hakim Abu 'Abdillah Al-Hafizh An-Naisaburi, syaikh para ahli hadits, dalam hal itu. Dan aku - dengan pertolongan Allah - akan menyebutkan seluruhnya, disertai tambahan faedah yang kupetik dari kitab Al-Hafizh Al-Kabir Abu Bakr Al-Baihaqi yang berjudul 'Al-Madkhal ila Kitab As-Sunan'. Kitab itu pun telah kuringkas dengan cara serupa, tanpa mengurangi dan tanpa berlebihan. Wallahul musta'an, wa 'alaihit-tikal (hanya kepada Allah aku memohon pertolongan, dan hanya kepada-Nya aku bersandar)."
[ذكر تعداد أنواع الحديث]
"[Penyebutan Jumlah Jenis-Jenis Hadits]"
صحيح، حسن، ضعيف، مسند، متصل، مرفوع، موقوف، مقطوع، مرسل، منقطع، معضل، مدلَّس، شاذ، منكر، ماله شاهد، زيادة الثقة، الأفراد، المعلَّل، المضطرب، المدْرَج، الموضوع، المقلوب، معرفة من تقبل روايته، معرفة كيفية سماع الحديث وإسماعه، وأنواع التحمل من إجازة وغيرها، معرفة كتابة الحديث وضبطه، كيفية رواية الحديث وشرط أدائه، آداب المحدث، آداب الطالب، معرفة العالي والنازل، المشهور، الغريب، العزيز، غريب الحديث ولغته، المسلسل، ناسخ الحديث ومنسوخه، المصحَّف إسناداً ومتناً، مختلف الحديث، المزيد في الأسانيد، المرسل، معرفة الصحابة، معرفة التابعين، معرفة أكابر الرواة عن الأصاغر، المبج ورواية الأقران، معرفة الإخوة والأخوات، رواية الآباء عن الأبناء، عكسه، من روي عنه اثنان متقدم ومتأخر، من لم يرو عنه إلا واحد، من له أسماء ونعوت متعددة، المفردات من الأسماء، معرفة الأسماء والكنى، من عرف باسمه دون كنيته، معرفة الألقاب، المؤتلف والمختلف، المتفق والمفترق، نوع مركب من اللذين قبله. نوع آخر من ذلك، من نسب إلى غير أبيه، الأنساب التي يختلف ظاهرها وباطنها، معرفة المبهمات، تواريخ الوفيات، معرفة الثقات والضعفاء، من خلط في آخر عمره، الطبقات، معرفة الموالي من العلماء والرواة، معرفة بلدانهم وأوطانهم.
"Shahih, Hasan, Dha'if, Musnad, Muttashil, Marfu', Mauquf, Maqthu', Mursal, Munqathi', Mu'dhal, Mudallas, Syadz, Munkar, hadits yang memiliki syahid, ziyadatuts tsiqah (tambahan dari perawi tsiqah), Al-Afrad, Al-Mu'allal, Al-Mudhtharib, Al-Mudraj, Al-Maudhu', Al-Maqlub, mengenal siapa yang diterima riwayatnya, mengenal tata cara mendengar hadits dan menyampaikannya serta jenis-jenis tahammul (penerimaan hadits) seperti ijazah dan lainnya, mengenal penulisan hadits dan penertibannya, tata cara meriwayatkan hadits dan syarat penunaiannya, adab al-muhaddits (adab ahli hadits), adab ath-thalib (adab penuntut ilmu), mengenal Al-'Ali dan An-Nazil (sanad tinggi dan rendah), Al-Masyhur, Al-Gharib, Al-'Aziz, gharib al-hadits (lafal-lafal asing dalam hadits) dan bahasanya, Al-Musalsal, nasikh hadits dan mansukhnya, Al-Mushahhaf pada sanad maupun matan, mukhtaliful hadits, Al-Mazid fil Asanid, Al-Mursal (yang khafi), mengenal para sahabat, mengenal para tabi'in, mengenal riwayat yang lebih tua dari yang lebih muda, Al-Mudabbaj dan riwayat sesama sahabat sebaya, mengenal saudara-saudara laki-laki dan perempuan (dalam periwayatan), riwayat bapak dari anaknya, kebalikannya (riwayat anak dari bapaknya), perawi yang diriwayatkan darinya oleh dua orang - yang satu lebih dahulu dan satu lagi belakangan, perawi yang hanya diriwayatkan darinya oleh satu orang saja, perawi yang memiliki banyak nama dan gelar, nama-nama yang hanya disebut sekali (Al-Mufradat), mengenal nama-nama asli dan kun-yah, perawi yang dikenal dengan namanya saja tanpa kun-yahnya, mengenal gelar-gelar (Al-Alqab), Al-Mu'talif wal Mukhtalif, Al-Muttafiq wal Muftariq, jenis gabungan dari dua jenis sebelumnya, jenis lain dari itu, perawi yang dinisbatkan kepada selain bapaknya, nasab-nasab yang berbeda antara makna lahiriah dan batiniahnya, mengenal Al-Mubhamat (perawi yang tidak disebut namanya), tahun-tahun wafat para perawi, mengenal perawi yang tsiqah dan yang dha'if, perawi yang mengalami ikhtilath (kekacauan hafalan) di akhir usianya, Ath-Thabaqat (tingkatan-tingkatan perawi), mengenal para mawali di kalangan ulama dan perawi, serta mengenal negeri dan tempat tinggal mereka."
وهذا تنويع الشيخ أبي عمرو وترتيبه رحمه الله، قال: وليس بآخر الممكن في ذلك، فإنه قابل للتنويع إلى ما لا يحصى، إذ لا تنحصر أحوال الرواة وصفاتهم، وأحوال متون الحديث وصفاتها.
"Itulah pembagian dan penyusunan Asy-Syaikh Abu 'Amr (Ibnu Shalah) - semoga Allah merahmatinya. Beliau berkata: "Ini bukanlah batas akhir dari kemungkinan pembagian tersebut, sebab ia masih bisa dibagi lagi hingga jumlah yang tak terhingga, karena keadaan-keadaan para perawi beserta sifat-sifatnya, dan keadaan-keadaan matan hadits beserta sifat-sifatnya, tidaklah terbatas.""
" قلت ": وفي هذا كله نظر، بل في بسطه هذه الأنواع إلى هذا العدد نظر. إذ يمكن إدماج بعضها في بعض، وكان أليق مما ذكره.
""Aku (Ibnu Katsir) berkata": Dalam semua ini ada yang perlu dicermati, bahkan dalam memperpanjang jenis-jenis ini hingga jumlah sebanyak itu pun ada yang perlu dicermati. Sebab sebagiannya bisa digabungkan dengan sebagian yang lain, dan itu lebih tepat daripada apa yang beliau sebutkan."
ثم إنه فرق بين متماثلات منها بعضها عن بعض، وكان اللائق ذكر كل نوع إلى جانب ما يناسبه.
"Selain itu, beliau juga memisahkan sebagian jenis yang sebenarnya serupa satu sama lain, padahal yang lebih pantas adalah menyebutkan setiap jenis berdampingan dengan jenis yang sesuai dengannya."
ونحن نرتب ما نذكره على ما هو الأنسب، وربما أدمجنا بعضها في بعض، طلباً للاختصار والمناسبة. وننبه على مناقشات لا بد منها، إن شاء الله تعالى.
"Karena itu, kami akan menyusun apa yang kami sebutkan menurut urutan yang lebih sesuai, dan terkadang kami menggabungkan sebagian jenis dengan sebagian yang lain demi keringkasan dan kesesuaian. Kami juga akan menyinggung sejumlah pembahasan yang memang perlu disinggung, insya Allah Ta'ala."