Muqaddimah Ibnu Shalah Bab 65: Al-Mawali dari Kalangan Perawi

النَّوْعُ الرَّابِعُ وَالسِّتُّونَ: مَعْرِفَةُ الْمَوَالِي مِنَ الرُّوَاةِ وَالْعُلَمَاءِ
"Anwa' keenam puluh empat: mengenal al-mawali (para budak yang dimerdekakan/bersekutu) dari kalangan perawi dan ulama."1

وَأَهَمُّ ذَلِكَ مَعْرِفَةُ الْمَوَالِي الْمَنْسُوبِينَ إِلَى الْقَبَائِلِ بِوَصْفِ الْإِطْلَاقِ، فَإِنَّ الظَّاهِرَ فِي الْمَنْسُوبِ إِلَى قَبِيلَةٍ - كَمَا إِذَا قِيلَ: " فُلَانٌ الْقُرَشِيُّ " أَنَّهُ مِنْهُمْ صَلِيبَةً، فَإِذًا بَيَانُ مَنْ قِيلَ فِيهِ " قُرَشِيٌّ " مِنْ أَجْلِ كَوْنِهِ مَوْلًى لَهُمْ مُهِمٌّ.
"Yang paling penting dari ini adalah mengenal al-mawali yang dinisbahkan kepada kabilah-kabilah secara mutlak (tanpa keterangan). Sebab, secara zahir, orang yang dinisbahkan kepada suatu kabilah - seperti jika dikatakan 'Fulan al-Qurasyi' - dipahami bahwa ia keturunan asli (nasab murni) kabilah tersebut. Maka menjelaskan siapa yang disebut 'Qurasyi' karena statusnya sebagai maula (budak yang dimerdekakan) mereka, adalah perkara yang penting."

Empat Jenis Wala' (Status Kemaulaan)

وَاعْلَمْ أَنَّ فِيهِمْ مَنْ يُقَالُ فِيهِ: " مَوْلَى فُلَانٍ " أَوْ " لِبَنِي فُلَانٍ " وَالْمُرَادُ بِهِ مَوْلَى الْعَتَاقَةِ، وَهَذَا هُوَ الْأَغْلَبُ فِي ذَلِكَ.
"Ketahuilah, di antara mereka ada yang disebut 'maula fulan' atau 'maula bani fulan', yang dimaksud dengannya adalah maula al-'ataqah (budak yang dimerdekakan), dan inilah jenis yang paling umum dalam hal ini."
وَمِنْهُمْ مَنْ أُطْلِقَ عَلَيْهِ لَفْظُ " الْمَوْلَى " وَالْمُرَادُ بِهَا وَلَاءُ الْإِسْلَامِ، وَمِنْهُمْ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْبُخَارِيُّ: فَهُوَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْجُعْفِيُّ مَوْلَاهُمْ، نُسِبَ إِلَى وَلَاءِ الْجُعْفِيِّينَ لِأَنَّ جَدَّهُ - وَأَظُنُّهُ الَّذِي يُقَالُ لَهُ الْأَحْنَفُ - أَسْلَمَ - وَكَانَ مَجُوسِيًّا - عَلَى يَدِ الْيَمَانِ بْنِ أَخْنَسَ الْجُعْفِيِّ جَدِّ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْمُسْنَدِيِّ الْجُعْفِيِّ أَحَدِ شُيُوخِ الْبُخَارِيِّ.
"Di antara mereka pula ada yang disebut dengan lafal 'al-maula' namun yang dimaksud adalah wala' al-Islam (kesetiaan karena masuk Islam melalui perantaraan seseorang). Di antaranya adalah Abu 'Abdillah al-Bukhari, yaitu Muhammad bin Isma'il al-Ju'fi, maula mereka - dinisbahkan kepada wala' Bani Ju'fi karena kakeknya - dan aku menduga dialah yang dipanggil Al-Ahnaf - masuk Islam - padahal sebelumnya seorang Majusi - melalui tangan Al-Yaman bin Akhnas al-Ju'fi, kakek 'Abdullah bin Muhammad al-Musnadi al-Ju'fi, salah seorang guru al-Bukhari."
وَكَذَلِكَ الْحَسَنُ بْنُ عِيسَى الْمَاسَرْجِسِيُّ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ: إِنَّمَا وَلَاؤُهُ مِنْ حَيْثُ كَوْنُهُ أَسْلَمَ - وَكَانَ نَصْرَانِيًّا - عَلَى يَدَيْهِ.
"Demikian pula Al-Hasan bin 'Isa al-Masarjisi, maula 'Abdullah bin al-Mubarak: wala'-nya semata-mata karena ia masuk Islam - padahal sebelumnya seorang Nasrani - melalui tangan 'Abdullah bin al-Mubarak."
وَمِنْهُمْ مَنْ هُوَ مَوْلًى بِوَلَاءِ الْحِلْفِ وَالْمُوَالَاةِ: كَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ الْإِمَامِ وَنَفَرُهُ: هُمْ أَصْبَحِيُّونَ حِمْيَرِيُّونَ صَلِيبَةً، وَهُمْ مَوَالٍ لِتَيْمِ قُرَيْشٍ بِالْحِلْفِ، وَقِيلَ: لِأَنَّ جَدَّهُ مَالِكَ بْنَ أَبِي عَامِرٍ كَانَ عَسِيفًا عَلَى طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ التَّيْمِيِّ أَيْ أَجِيرًا، وَطَلْحَةُ يَخْتَلِفُ بِالتِّجَارَةِ فَقِيلَ: " مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ " لِكَوْنِهِ مَعَ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ التَّيْمِيِّ.
"Di antara mereka pula ada yang menjadi maula karena wala' al-hilf wal-muwalah (persekutuan dan perjanjian saling melindungi), seperti Imam Malik bin Anas dan kaumnya: mereka adalah orang Ashbahi Himyari asli (nasab murni), namun mereka menjadi maula Bani Taim Quraisy melalui perjanjian persekutuan. Ada juga yang mengatakan: karena kakeknya, Malik bin Abi 'Amir, adalah seorang pekerja pada Thalhah bin 'Ubaidillah at-Taimi - yakni buruh upahan - sementara Thalhah sering bepergian untuk berdagang, sehingga dikatakan 'maula bani Taim' karena kebersamaannya dengan Thalhah bin 'Ubaidillah at-Taimi."
وَهَذَا قِسْمٌ رَابِعٌ فِي ذَلِكَ: وَهُوَ نَحْوُ مَا أَسْلَفْنَاهُ فِي مِقْسَمٍ أَنَّهُ قِيلَ فِيهِ: " مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ " لِلُزُومِهِ إِيَّاهُ.
"Dan ini adalah jenis keempat dalam hal ini: yaitu serupa dengan apa yang telah kami sebutkan sebelumnya tentang Miqsam, bahwa ia disebut 'maula Ibnu 'Abbas' karena kesetiaannya senantiasa menyertai Ibnu 'Abbas."

Contoh-Contoh Mawali yang Dinisbahkan kepada Kabilah

وَهَذِهِ أَمْثِلَةٌ لِلْمَنْسُوبِينَ إِلَى الْقَبَائِلِ مِنْ مَوَالِيهِمْ:
"Berikut ini adalah contoh-contoh orang yang dinisbahkan kepada kabilah-kabilah karena mereka adalah mawali kabilah tersebut:"
أَبُو الْبَخْتَرِيِّ الطَّائِيُّ سَعِيدُ بْنُ فَيْرُوزَ التَّابِعِيُّ، هُوَ مَوْلَى طَيِّئٍ.
"Abu al-Bakhtari ath-Tha'i, Sa'id bin Fairuz, seorang Tabi'in, adalah maula Bani Tha'i."
أَبُو الْعَالِيَةِ رُفَيْعٌ الرِّيَاحَيُّ التَّمِيمِيُّ التَّابِعِيُّ: كَانَ مَوْلَى امْرَأَةٍ مِنْ بَنِي رِيَاحٍ.
"Abu al-'Aliyah Rufai' ar-Riyahi at-Tamimi, seorang Tabi'in, adalah maula seorang wanita dari Bani Riyah."
عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ هُرْمُزَ الْأَعْرَجُ الْهَاشِمِيُّ أَبُو دَاوُدَ الرَّاوِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَابْنِ بُحَيْنَةَ وَغَيْرِهِمَا: هُوَ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ.
"'Abdurrahman bin Hurmuz al-A'raj al-Hasyimi, Abu Dawud, perawi dari Abu Hurairah, Ibnu Buhainah, dan selain keduanya, adalah maula Bani Hasyim."
اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ الْمِصْرِيُّ الْفَهْمِيُّ مَوْلَاهُمْ.
"Al-Laits bin Sa'd al-Mishri al-Fahmi, maula mereka."
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ الْمَرْوَزِيُّ الْحَنْظَلِيُّ مَوْلَاهُمْ.
"'Abdullah bin al-Mubarak al-Marwazi al-Hanzhali, maula mereka."
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ الْمِصْرِيُّ الْقُرَشِيُّ مَوْلَاهُمْ.
"'Abdullah bin Wahb al-Mishri al-Qurasyi, maula mereka."
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ الْمِصْرِيُّ كَاتِبُ اللَّيْثِ الْجُهَنِيُّ مَوْلَاهُمْ.
"'Abdullah bin Shalih al-Mishri, juru tulis Al-Laits, al-Juhani, maula mereka."
وَرُبَّمَا نُسِبَ إِلَى الْقَبِيلَةِ مَوْلَى مَوْلَاهَا كَأَبِي الْحُبَابِ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ الْهَاشِمِيِّ الرَّاوِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَابْنِ عُمَرَ، كَانَ مَوْلًى لِمَوْلَى هَاشِمٍ، لِأَنَّهُ مَوْلَى شُقْرَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (وَاللَّهُ أَعْلَمُ).
"Terkadang, seseorang dinisbahkan kepada suatu kabilah padahal ia adalah maula dari maula kabilah itu, seperti Abu al-Hubab Sa'id bin Yasar al-Hasyimi, perawi dari Abu Hurairah dan Ibnu 'Umar. Ia adalah maula dari maula Bani Hasyim, karena ia adalah maula Syuqran, maula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Wallahu a'lam."

Dialog Az-Zuhri dengan 'Abdul Malik bin Marwan

رُوِّينَا ... عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ: " قَدِمْتُ عَلَى عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَرْوَانَ فَقَالَ: مِنْ أَيْنَ قَدِمْتَ يَا زُهْرِيُّ؟ قُلْتُ: مِنْ مَكَّةَ. قَالَ: فَمَنْ خَلَّفْتَ بِهَا يَسُودُ أَهْلَهَا؟ قُلْتُ: عَطَاءَ بْنَ أَبِي رَبَاحٍ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْمَوَالِي. قَالَ: وَبِمَ سَادَهُمْ؟ قُلْتُ: بِالدِّيَانَةِ وَالرِّوَايَةِ. قَالَ: إِنَّ أَهْلَ الدِّيَانَةِ وَالرِّوَايَةِ لَيَنْبَغِي أَنْ يَسُودُوا.
"Kami meriwayatkan ... dari Az-Zuhri, ia berkata: 'Aku datang menemui 'Abdul Malik bin Marwan, ia bertanya: dari mana engkau datang, wahai Zuhri? Aku menjawab: dari Makkah. Ia bertanya: siapa yang engkau tinggalkan di sana sebagai pemuka penduduknya? Aku menjawab: 'Atha' bin Abi Rabah. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan mawali. Ia bertanya: dengan apa ia menjadi pemuka mereka? Aku menjawab: dengan agama (kesalehan) dan periwayatan (ilmu hadits). Ia berkata: sesungguhnya ahli agama dan periwayatan memang sepatutnya menjadi pemuka.'"
قَالَ: فَمَنْ يَسُودُ أَهْلَ الْيَمَنِ؟ قَالَ: قُلْتُ: طَاوُسُ بْنُ كَيْسَانَ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْمَوَالِي. قَالَ: وَبِمَ سَادَهُمْ؟ قُلْتُ: بِمَا سَادَهُمْ بِهِ عَطَاءٌ. قَالَ: إِنَّهُ لَيَنْبَغِي.
"Ia bertanya lagi: siapa yang menjadi pemuka penduduk Yaman? Aku menjawab: Thawus bin Kaisan. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan mawali. Ia bertanya: dengan apa ia menjadi pemuka mereka? Aku menjawab: dengan hal yang sama yang menjadikan 'Atha' sebagai pemuka. Ia berkata: memang sepatutnya demikian."
قَالَ: فَمَنْ يَسُودُ أَهْلَ مِصْرَ؟ قَالَ: قُلْتُ: يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْمَوَالِي.
"Ia bertanya: siapa yang menjadi pemuka penduduk Mesir? Aku menjawab: Yazid bin Abi Habib. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan mawali."
قَالَ: فَمَنْ يَسُودُ أَهْلَ الشَّامِ؟ قَالَ: قُلْتُ: مَكْحُولٌ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْمَوَالِي، عَبْدٌ نَوْبِيٌّ أَعْتَقَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْ هُذَيْلٍ.
"Ia bertanya: siapa yang menjadi pemuka penduduk Syam? Aku menjawab: Makhul. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan mawali, seorang budak Nubia yang dimerdekakan oleh seorang wanita dari Bani Hudzail."
قَالَ: فَمَنْ يَسُودُ أَهْلَ الْجَزِيرَةِ؟ قُلْتُ: مَيْمُونُ بْنُ مِهْرَانَ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْمَوَالِي.
"Ia bertanya: siapa yang menjadi pemuka penduduk Jazirah? Aku menjawab: Maimun bin Mihran. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan mawali."
قَالَ: فَمَنْ يَسُودُ أَهْلَ خُرَاسَانَ؟ قَالَ: قُلْتُ: الضَّحَّاكُ بْنُ مُزَاحِمٍ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْمَوَالِي.
"Ia bertanya: siapa yang menjadi pemuka penduduk Khurasan? Aku menjawab: Adh-Dhahhak bin Muzahim. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan mawali."
قَالَ: فَمَنْ يَسُودُ أَهْلَ الْبَصْرَةِ؟ قَالَ: قُلْتُ: الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الْحَسَنِ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْمَوَالِي.
"Ia bertanya: siapa yang menjadi pemuka penduduk Bashrah? Aku menjawab: Al-Hasan bin Abi al-Hasan. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan mawali."
قَالَ: وَيْلَكَ! فَمَنْ يَسُودُ أَهْلَ الْكُوفَةِ؟ قَالَ: قُلْتُ: إِبْرَاهِيمُ النَّخَعِيُّ. قَالَ: فَمِنَ الْعَرَبِ أَمْ مِنَ الْمَوَالِي؟ قَالَ: قُلْتُ: مِنَ الْعَرَبِ.
"Ia berkata: celaka engkau! Lalu siapa yang menjadi pemuka penduduk Kufah? Aku menjawab: Ibrahim an-Nakha'i. Ia bertanya: dari kalangan Arab atau mawali? Aku menjawab: dari kalangan Arab."
قَالَ: وَيْلَكَ يَا زُهْرِيُّ! فَرَّجْتَ عَنِّي، وَاللَّهِ لَتَسُودَنَّ الْمَوَالِي عَلَى الْعَرَبِ، حَتَّى يُخْطَبَ لَهَا عَلَى الْمَنَابِرِ وَالْعَرَبُ تَحْتَهَا. قَالَ: قُلْتُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ؟ إِنَّمَا هُوَ أَمْرُ اللَّهِ وَدِينُهُ، مَنْ حَفِظَهُ سَادَ، وَمَنْ ضَيَّعَهُ سَقَطَ ...".
"Ia berkata: celaka engkau, wahai Zuhri! Engkau telah melapangkan (dadaku, atau: membuatku lega dari kekhawatiran). Demi Allah, sungguh mawali akan menjadi pemuka atas orang-orang Arab, sampai khutbah disampaikan untuk mereka di atas mimbar-mimbar sementara orang-orang Arab berada di bawahnya. Aku (Az-Zuhri) berkata: wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ini hanyalah perkara Allah dan agama-Nya - siapa yang menjaganya, ia menjadi pemuka, dan siapa yang menyia-nyiakannya, ia akan jatuh ...'"

Riwayat tentang Fiqh yang Beralih kepada Mawali

وَفِيمَا نَرْوِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ: " لَمَّا مَاتَ الْعَبَادِلَةُ صَارَ الْفِقْهُ فِي جَمِيعِ الْبُلْدَانِ إِلَى الْمَوَالِي إِلَّا الْمَدِينَةَ، فَإِنَّ اللَّهَ خَصَّهَا بِقُرَشِيٍّ، فَكَانَ فَقِيهُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ غَيْرَ مُدَافَعٍ ".
"Dalam apa yang kami riwayatkan dari 'Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, ia berkata: 'Ketika Al-'Abadilah (para Sahabat bernama 'Abdullah yang menjadi rujukan fatwa) wafat, ilmu fiqh di seluruh negeri beralih kepada mawali, kecuali Madinah - karena Allah mengkhususkannya dengan seorang Quraisy - maka fakih penduduk Madinah adalah Sa'id bin al-Musayyab, tanpa ada yang menandinginya.'"
قُلْتُ: وَفِي هَذَا بَعْضُ الْمَيْلِ، فَقَدْ كَانَ حِينَئِذٍ مِنَ الْعَرَبِ غَيْرَ ابْنِ الْمُسَيَّبِ فُقَهَاءُ أَئِمَّةٌ مَشَاهِيرُ، مِنْهُمْ الشَّعْبِيُّ وَالنَّخَعِيُّ، وَجَمِيعُ الْفُقَهَاءِ السَّبْعَةِ الَّذِينَ مِنْهُمُ ابْنُ الْمُسَيَّبِ عَرَبٌ إِلَّا سُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Aku (Ibnu Shalah) berkata: dalam pernyataan ini terdapat sedikit kecondongan (yang kurang tepat). Sebab, pada masa itu, selain Ibnu al-Musayyab, ada pula dari kalangan Arab para fakih yang menjadi imam lagi masyhur, di antaranya Asy-Sya'bi dan An-Nakha'i. Bahkan seluruh Al-Fuqaha as-Sab'ah (Tujuh Fakih Madinah), yang di antaranya adalah Ibnu al-Musayyab, semuanya orang Arab kecuali Sulaiman bin Yasar. Wallahu a'lam."2

Catatan & Referensi

  1. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 400.

  2. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 400-403.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email