النَّوْعُ الثَّالِثُ وَالسِّتُّونَ: مَعْرِفَةُ طَبَقَاتِ الرُّوَاةِ وَالْعُلَمَاءِ
"Anwa' keenam puluh tiga: mengenal thabaqat (tingkatan generasi) para perawi dan ulama."1
وَذَلِكَ مِنَ الْمُهِمَّاتِ الَّتِي افْتَضَحَ بِسَبَبِ الْجَهْلِ بِهَا غَيْرُ وَاحِدٍ مِنَ الْمُصَنِّفِينَ وَغَيْرِهِمْ.
"Ini termasuk perkara penting yang karena ketidaktahuan terhadapnya, tidak sedikit di antara para penyusun kitab dan selain mereka menjadi terbongkar aibnya (tersingkap kesalahannya)."
وَكِتَابُ الطَّبَقَاتِ الْكَبِيرُ لِمُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ كَاتِبِ الْوَاقِدِيِّ كِتَابٌ حَفِيلٌ كَثِيرُ الْفَوَائِدِ، وَهُوَ ثِقَةٌ، غَيْرَ أَنَّهُ كَثِيرُ الرِّوَايَةِ فِيهِ عَنِ الضُّعَفَاءِ، وَمِنْهُمُ الْوَاقِدِيُّ وَهُوَ مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ الَّذِي لَا يَنْسُبُهُ.
"Kitab Ath-Thabaqat al-Kabir karya Muhammad bin Sa'd, juru tulis Al-Waqidi, adalah kitab yang besar lagi banyak faedahnya. Penyusunnya tsiqah, hanya saja ia banyak meriwayatkan di dalamnya dari para perawi dhaif, di antaranya Al-Waqidi sendiri, yaitu Muhammad bin 'Umar, yang namanya tidak ia sebutkan nasabnya (secara lengkap dalam kitab itu)."
Definisi Thabaqah dan Contohnya
وَالطَّبَقَةُ فِي اللُّغَةِ عِبَارَةٌ عَنِ الْقَوْمِ الْمُتَشَابِهِينَ، وَعِنْدَ هَذَا فَرُبَّ شَخْصَيْنِ يَكُونَانِ مِنْ طَبَقَةٍ وَاحِدَةٍ لِتَشَابُهِهِمَا بِالنِّسْبَةِ إِلَى جِهَةٍ، وَمِنْ طَبَقَتَيْنِ بِالنِّسْبَةِ إِلَى جِهَةٍ أُخْرَى لَا يَتَشَابَهَانِ فِيهَا، فَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيُّ وَغَيْرُهُ مِنْ أَصَاغِرِ الصَّحَابَةِ مَعَ الْعَشَرَةِ وَغَيْرِهِمْ مِنْ أَكَابِرِ الصَّحَابَةِ مِنْ طَبَقَةٍ وَاحِدَةٍ إِذَا نَظَرْنَا إِلَى تَشَابُهِهِمْ فِي أَصْلِ صِفَةِ الصُّحْبَةِ.
"Thabaqah secara bahasa adalah ungkapan untuk suatu kaum yang saling menyerupai. Berdasarkan hal ini, boleh jadi dua orang berada pada thabaqah yang sama karena kesamaan keduanya dari satu sisi, namun berada pada dua thabaqah berbeda jika ditinjau dari sisi lain yang tidak mereka miliki kesamaan padanya. Maka Anas bin Malik al-Anshari dan sahabat-sahabat kecil lainnya, bersama Al-'Asyrah (sepuluh sahabat yang dijamin surga) dan sahabat-sahabat besar lainnya, berada pada satu thabaqah yang sama jika kita memandang kesamaan mereka dalam sifat dasar persahabatan (dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam)."
وَعَلَى هَذَا فَالصَّحَابَةُ بِأَسْرِهِمْ طَبَقَةٌ أُولَى، وَالتَّابِعُونَ طَبَقَةٌ ثَانِيَةٌ، وَأَتْبَاعُ التَّابِعِينَ ثَالِثَةٌ، وَهَلُمَّ جَرًّا.
"Atas dasar ini, maka seluruh Sahabat adalah thabaqah pertama, Tabi'in adalah thabaqah kedua, Atba' at-Tabi'in adalah thabaqah ketiga, dan demikian seterusnya."
وَإِذَا نَظَرْنَا إِلَى تَفَاوُتِ الصَّحَابَةِ فِي سَوَابِقِهِمْ وَمَرَاتِبِهِمْ كَانُوا - عَلَى مَا سَبَقَ ذِكْرُهُ - بِضْعَ عَشْرَةَ طَبَقَةً، وَلَا يَكُونُ عِنْدَ هَذَا أَنَسٌ وَغَيْرُهُ مِنْ أَصَاغِرِ الصَّحَابَةِ مِنْ طَبَقَةِ الْعَشَرَةِ مِنَ الصَّحَابَةِ، بَلْ دُونَهُمْ بِطَبَقَاتٍ.
"Namun jika kita memandang perbedaan para Sahabat dalam keutamaan mendahului (masuk Islam) dan kedudukan mereka, maka mereka - sebagaimana telah disebutkan sebelumnya - terbagi menjadi belasan thabaqah. Dalam pandangan ini, Anas dan sahabat-sahabat kecil lainnya tidak termasuk dalam thabaqah Al-'Asyrah dari kalangan Sahabat, bahkan berada beberapa thabaqah di bawah mereka."
Yang Perlu Diketahui Peneliti Thabaqat
وَالْبَاحِثُ النَّاظِرُ فِي هَذَا الْفَنِّ يَحْتَاجُ إِلَى مَعْرِفَةِ الْمَوَالِيدِ وَالْوَفَيَاتِ، وَمَنْ أَخَذُوا عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ عَنْهُمْ، وَنَحْوِ ذَلِكَ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Peneliti yang menelaah cabang ilmu ini memerlukan pengetahuan tentang tahun-tahun kelahiran dan wafat, siapa saja yang mereka ambil riwayat darinya dan siapa saja yang mengambil riwayat dari mereka, dan hal-hal semisal itu. Wallahu a'lam."2