Muqaddimah Ibnu Shalah Bab 48: Man Lam Yarwi 'anhu Illa Wahid
16 Agustus 2026 · 8 menit baca
النَّوْعُ السَّابِعُ وَالْأَرْبَعُونَ: مَعْرِفَةُ مَنْ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ إِلَّا رَاوٍ وَاحِدٌ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ فَمَنْ بَعْدَهُمْ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
"Anwa' keempat puluh tujuh: mengenal orang yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh satu perawi saja, dari kalangan sahabat, tabi'in, dan generasi sesudah mereka radhiyallahu 'anhum."
وَلِمُسْلِمٍ فِيهِ كِتَابٌ لَمْ أَرَهُ، وَمِثَالُهُ مِنَ الصَّحَابَةِ وَهْبُ بْنُ خَنْبَشٍ - وَهُوَ فِي كِتَابَيِ الْحَاكِمِ وَأَبِي نُعَيْمٍ الْأَصْبَهَانِيِّ فِي مَعْرِفَةِ عُلُومِ الْحَدِيثِ هَرِمُ بْنُ خَنْبَشٍ، وَهُوَ رِوَايَةُ دَاوُدَ الْأَوْدِيِّ عَنِ الشَّعْبِيِّ، وَذَلِكَ خَطَأٌ - صَحَابِيٌّ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ الشَّعْبِيِّ.
"Imam Muslim memiliki sebuah kitab tentang tema ini yang belum pernah kulihat. Contohnya dari kalangan sahabat adalah Wahb bin Khanbasy - dalam kitab al-Hakim dan Abu Nu'aim al-Ashbahani tentang ilmu-ilmu hadits ia disebut Harim bin Khanbasy, yaitu dalam riwayat Dawud al-Awdi dari asy-Sya'bi, dan itu adalah kekeliruan (khatha') - ia seorang sahabat yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh asy-Sya'bi."
وَكَذَلِكَ عَامِرُ بْنُ شَهْرٍ، وَعُرْوَةُ بْنُ مُضَرِّسٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ صَفْوَانَ الْأَنْصَارِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ صَيْفِيٍّ الْأَنْصَارِيُّ - وَلَيْسَا بِوَاحِدٍ وَإِنْ قَالَهُ بَعْضُهُمْ - صَحَابِيُّونَ، لَمْ يَرْوِ عَنْهُمْ غَيْرُ الشَّعْبِيِّ.
"Demikian pula Amir bin Syahr, Urwah bin Mudharris, Muhammad bin Shafwan al-Anshari, dan Muhammad bin Saifi al-Anshari - keduanya (yang terakhir) bukan orang yang sama sekalipun sebagian orang mengiranya begitu -, semuanya sahabat yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh asy-Sya'bi."
وَانْفَرَدَ قَيْسُ بْنُ أَبِي حَازِمٍ بِالرِّوَايَةِ عَنْ أَبِيهِ، وَعَنْ دُكَيْنِ بْنِ سَعِيدٍ الْمُزَنِيِّ، وَالصُّنَابِحِ بْنِ الْأَعْسَرِ، وَمِرْدَاسِ بْنِ مَالِكٍ الْأَسْلَمِيِّ، وَكُلُّهُمْ صَحَابَةٌ.
"Qais bin Abi Hazim menyendiri (menjadi satu-satunya perawi) dalam meriwayatkan dari ayahnya sendiri, dari Dukain bin Sa'id al-Muzani, dari ash-Shunabih bin al-A'sar, dan dari Mirdas bin Malik al-Aslami - semuanya adalah sahabat."
وَقُدَامَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْكِلَابِيُّ مِنْهُمْ، لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ أَيْمَنَ بْنِ نَابِلٍ.
"Dan Qudamah bin Abdillah al-Kilabi termasuk di antara mereka, tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh Aiman bin Nabil."
وَفِي الصَّحَابَةِ جَمَاعَةٌ لَمْ يَرْوِ عَنْهُمْ غَيْرُ أَبْنَائِهِمْ مِنْهُمْ: شَكَلُ بْنُ حُمَيْدٍ، لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ ابْنِهِ شُتَيْرٍ.
"Di kalangan sahabat ada sekelompok orang yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh anak mereka sendiri, di antaranya: Syakal bin Humaid, tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh putranya, Syutair."
وَمِنْهُمْ: الْمُسَيَّبُ بْنُ حَزْنٍ الْقُرَشِيُّ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ ابْنِهِ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ.
"Dan di antaranya: al-Musayyab bin Hazn al-Qurasyi, tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh putranya, Sa'id bin al-Musayyab."
وَمُعَاوِيَةُ بْنُ حَيْدَةَ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ ابْنِهِ حَكِيمٍ وَالِدِ بَهْزٍ.
"Dan Mu'awiyah bin Haidah, tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh putranya Hakim, ayah dari Bahz."
وَقُرَّةُ بْنُ إِيَاسٍ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ ابْنِهِ مُعَاوِيَةَ.
"Dan Qurrah bin Iyas, tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh putranya, Mu'awiyah."
وَأَبُو لَيْلَى الْأَنْصَارِيُّ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ ابْنِهِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى.
"Dan Abu Laila al-Anshari, tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh putranya, Abdurrahman bin Abi Laila."
ثُمَّ إِنَّ الْحَاكِمَ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ حَكَمَ فِي "الْمَدْخَلِ إِلَى كِتَابِ الْإِكْلِيلِ" بِأَنَّ أَحَدًا مِنْ هَذَا الْقَبِيلِ لَمْ يُخَرِّجْ عَنْهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِي صَحِيحَيْهِمَا.
"Kemudian al-Hakim Abu Abdillah menetapkan dalam kitab 'al-Madkhal ila Kitab al-Iklil' bahwa tidak seorang pun dari kalangan (yang hanya diriwayatkan satu orang) ini yang haditsnya dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam kedua kitab Shahih mereka."
وَأُنْكِرَ ذَلِكَ عَلَيْهِ، وَنُقِضَ عَلَيْهِ بِإِخْرَاجِ الْبُخَارِيِّ فِي صَحِيحِهِ حَدِيثَ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ:
"يَذْهَبُ الصَّالِحُونَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ"
"Orang-orang saleh akan pergi (wafat), satu demi satu, yang terdahulu lebih dulu." (HR. Bukhari, dari Mirdas al-Aslami radhiyallahu 'anhu, melalui Qais bin Abi Hazim)
وَلَا رَاوِيَ لَهُ غَيْرُ قَيْسٍ.
"Dan tidak ada perawi lain untuk hadits ini selain Qais."
وَبِإِخْرَاجِهِ - بَلْ بِإِخْرَاجِهِمَا - حَدِيثَ الْمُسَيَّبِ بْنِ حَزْنٍ فِي وَفَاةِ أَبِي طَالِبٍ، مَعَ أَنَّهُ لَا رَاوِيَ لَهُ غَيْرُ ابْنِهِ.
"Dan dengan dikeluarkannya oleh al-Bukhari - bahkan oleh keduanya (al-Bukhari dan Muslim) - hadits al-Musayyab bin Hazn tentang wafatnya Abu Thalib, padahal tidak ada perawi untuk hadits itu selain putranya sendiri."
وَبِإِخْرَاجِهِ حَدِيثَ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ تَغْلِبَ:
"إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ، وَالَّذِي أَدَعُ أَحَبُّ إِلَيَّ"
"Sesungguhnya aku memberi kepada seseorang, padahal orang yang aku tinggalkan (tidak aku beri) lebih aku cintai." (HR. Bukhari, dari Amr bin Taghlib radhiyallahu 'anhu, melalui al-Hasan al-Bashri)
وَلَمْ يَرْوِ عَنْ عَمْرٍو غَيْرُ الْحَسَنِ.
"Dan tidak ada yang meriwayatkan dari Amr selain al-Hasan."
وَكَذَلِكَ أَخْرَجَ مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِهِ حَدِيثَ رَافِعِ بْنِ عَمْرٍو الْغِفَارِيِّ، وَلَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ، وَحَدِيثَ أَبِي رِفَاعَةَ الْعَدَوِيِّ وَلَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ الْعَدَوِيِّ.
"Demikian pula Muslim mengeluarkan dalam Shahih-nya hadits Rafi' bin Amr al-Ghifari, padahal tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Abdullah bin ash-Shamit; dan hadits Abu Rifa'ah al-Adawi, padahal tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Humaid bin Hilal al-Adawi."
وَحَدِيثَ الْأَغَرِّ الْمُزَنِيِّ:
"إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي"
"Sesungguhnya hatiku terkadang tertutup kabut kelalaian." (HR. Muslim, dari al-Aghar al-Muzani radhiyallahu 'anhu, melalui Abu Burdah)
وَلَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ أَبِي بُرْدَةَ، فِي أَشْيَاءَ كَثِيرَةٍ عِنْدَهُمَا فِي كِتَابَيْهِمَا عَلَى هَذَا النَّحْوِ.
"Padahal tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Abu Burdah. Masih banyak lagi contoh serupa yang ada pada keduanya (al-Bukhari dan Muslim) di dalam kedua kitab mereka dengan pola seperti ini."
وَذَلِكَ دَالٌّ عَلَى مَصِيرِهِمَا إِلَى أَنَّ الرَّاوِيَ قَدْ يَخْرُجُ عَنْ كَوْنِهِ مَجْهُولًا مَرْدُودًا بِرِوَايَةِ وَاحِدٍ عَنْهُ.
"Hal ini menunjukkan bahwa pendirian keduanya (al-Bukhari dan Muslim) adalah: seorang perawi bisa saja keluar dari status majhul (tidak dikenal) yang tertolak, hanya dengan riwayat satu orang saja darinya."
وَقَدْ قَدَّمْتُ هَذَا فِي النَّوْعِ الثَّالِثِ وَالْعِشْرِينَ، ثُمَّ بَلَغَنِي عَنْ أَبِي عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْبَرِّ الْأَنْدَلُسِيِّ وِجَادَةٌ قَالَ: "كُلُّ مَنْ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ إِلَّا رَجُلٌ وَاحِدٌ فَهُوَ عِنْدُهُمْ مَجْهُولٌ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَجُلًا مَشْهُورًا فِي غَيْرِ حَمْلِ الْعِلْمِ، كَاشْتِهَارِ مَالِكِ بْنِ دِينَارٍ بِالزُّهْدِ، وَعَمْرِو بْنِ مَعْدِي كَرِبَ بِالنَّجْدَةِ".
"Aku (Ibnu Shalah) telah mengemukakan hal ini sebelumnya di anwa' kedua puluh tiga. Kemudian sampai kepadaku secara wijadah (menemukan tulisan tanpa mendengar langsung) dari Abu Umar bin Abdil Barr al-Andalusi, ia berkata: 'setiap orang yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh satu orang, maka menurut mereka (ulama hadits) ia majhul, kecuali jika ia adalah orang yang masyhur dalam bidang selain periwayatan ilmu, seperti masyhurnya Malik bin Dinar dengan kezuhudannya, dan Amr bin Ma'di Karib dengan keberaniannya.'"
وَاعْلَمْ أَنَّهُ قَدْ يُوجَدُ فِي بَعْضِ مَنْ ذَكَرْنَا تَفَرُّدَ رَاوٍ وَاحِدٍ عَنْهُ خِلَافٌ فِي تَفَرُّدِهِ، وَمِنْ ذَلِكَ قُدَامَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، ذَكَرَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ أَنَّهُ رَوَى عَنْهُ أَيْضًا حُمَيْدُ بْنُ كِلَابٍ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Ketahuilah, pada sebagian orang yang kami sebutkan sebagai hanya diriwayatkan oleh satu perawi, terkadang ada perselisihan tentang kesendirian riwayat itu. Di antaranya adalah Qudamah bin Abdillah - Ibnu Abdil Barr menyebutkan bahwa Humaid bin Kilab juga meriwayatkan darinya. Wallahu a'lam."
Contohnya di kalangan tabi'in:
أَبُو الْعُشَرَاءِ الدَّارِمِيُّ، لَمْ يَرْوِ عَنْهُ - فِيمَا يُعْلَمُ - غَيْرُ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ.
"Abul Usyara' ad-Darimi, tidak diriwayatkan darinya - sejauh yang diketahui - kecuali oleh Hammad bin Salamah."
وَمَثَّلَ الْحَاكِمُ لِهَذَا النَّوْعِ فِي التَّابِعِينَ بِمُحَمَّدِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ الثَّقَفِيِّ، وَذَكَرَ أَنَّهُ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ الزُّهْرِيِّ فِيمَا يَعْلَمُ، قَالَ: وَكَذَلِكَ تَفَرَّدَ الزُّهْرِيُّ عَنْ نَيِّفٍ وَعِشْرِينَ رَجُلًا مِنَ التَّابِعِينَ، لَمْ يَرْوِ عَنْهُمْ غَيْرُهُ، وَكَذَلِكَ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ تَفَرَّدَ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ التَّابِعِينَ، وَكَذَلِكَ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ، وَأَبُو إِسْحَاقَ السَّبِيعِيُّ وَهِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ وَغَيْرُهُمْ.
"Al-Hakim mencontohkan anwa' ini di kalangan tabi'in dengan Muhammad bin Abi Sufyan ats-Tsaqafi, dan menyebutkan bahwa tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Az-Zuhri sejauh yang diketahui. Ia berkata: demikian pula Az-Zuhri menyendiri dalam meriwayatkan dari lebih dari dua puluh orang tabi'in, tidak ada yang meriwayatkan dari mereka selain dirinya. Demikian pula Amr bin Dinar menyendiri meriwayatkan dari sekelompok tabi'in, begitu juga Yahya bin Sa'id al-Anshari, Abu Ishaq as-Sabi'i, dan Hisyam bin Urwah, serta selain mereka."
وَسَمَّى الْحَاكِمُ مِنْهُمْ فِي بَعْضِ الْمَوَاضِعِ فِيمَنْ تَفَرَّدَ عَنْهُمْ: عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ: عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ مَعْبَدٍ، وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ فَرُّوخَ، وَفِيمَنْ تَفَرَّدَ عَنْهُمِ الزُّهْرِيُّ: عَمْرَو بْنَ أَبَانِ بْنِ عُثْمَانَ، وَسِنَانَ بْنَ أَبِي سِنَانٍ الدُّؤَلِيَّ، وَفِيمَنْ تَفَرَّدَ عَنْهُمْ يَحْيَى: عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أُنَيْسٍ الْأَنْصَارِيَّ.
"Al-Hakim menyebutkan nama-nama di antara mereka pada sebagian tempat, tentang siapa saja yang menyendiri meriwayatkan dari mereka: Amr bin Dinar menyendiri (meriwayatkan) dari Abdurrahman bin Ma'bad, dan Abdurrahman bin Farrukh; Az-Zuhri menyendiri (meriwayatkan) dari Amr bin Aban bin Utsman, dan Sinan bin Abi Sinan ad-Du'ali; Yahya (bin Sa'id al-Anshari) menyendiri (meriwayatkan) dari Abdullah bin Unais al-Anshari."
وَمَثَّلَ فِي أَتْبَاعِ التَّابِعِينَ بِالْمِسْوَرِ بْنِ رِفَاعَةَ الْقُرَظِيِّ، وَذَكَرَ أَنَّهُ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ غَيْرُ مَالِكٍ، وَكَذَلِكَ تَفَرَّدَ مَالِكٌ عَنْ زُهَاءَ عَشَرَةٍ مِنْ شُيُوخِ الْمَدِينَةِ.
"Al-Hakim mencontohkan pula di kalangan atba' at-tabi'in dengan al-Miswar bin Rifa'ah al-Qurazhi, dan menyebutkan bahwa tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Malik. Demikian pula Malik menyendiri meriwayatkan dari kurang lebih sepuluh orang syaikh Madinah."
قُلْتُ: وَأَخْشَى أَنْ يَكُونَ الْحَاكِمُ فِي تَنْزِيلِهِ بَعْضَ مَنْ ذَكَرَهُ بِالْمَنْزِلَةِ الَّتِي جَعَلَهُ فِيهَا - مُعْتَمِدًا عَلَى الْحُسْبَانِ وَالتَّوَهُّمِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Aku (Ibnu Shalah) berkata: aku khawatir bahwa al-Hakim, dalam menempatkan sebagian orang yang beliau sebutkan pada kedudukan yang beliau berikan itu, hanya bersandar pada dugaan dan persangkaan semata. Wallahu a'lam."