Muqaddimah Ibnu Shalah Bab 47: As-Sabiq wal-Lahiq

النَّوْعُ السَّادِسُ وَالْأَرْبَعُونَ: مُعْرِفَةُ مَنِ اشْتَرَكَ فِي الرِّوَايَةِ عَنْهُ رَاوِيَانِ
"Anwa' keempat puluh enam: mengenal perawi yang diriwayatkan darinya oleh dua orang perawi (lain)."1

مُتَقَدِّمٌ وَمُتَأَخِّرٌ، تَبَايَنَ وَقْتُ وَفَاتَيْهِمَا تَبَايُنًا شَدِيدًا، فَحَصَلَ بَيْنَهُمَا أَمَدٌ بَعِيدٌ، وَإِنْ كَانَ الْمُتَأَخِّرُ مِنْهُمَا غَيْرَ مَعْدُودٍ مِنْ مُعَاصِرِي الْأَوَّلِ وَذَوِي طَبَقَتِهِ.
"(Dua perawi itu ada yang) lebih dahulu (mutaqaddim) dan yang lebih belakangan (muta'akhkhir), waktu wafat keduanya sangat berjauhan, sehingga terdapat rentang jarak yang jauh di antara keduanya - meskipun perawi yang belakangan tidak lagi terhitung sezaman atau sethabaqat dengan yang pertama."
وَمِنْ فَوَائِدِ ذَلِكَ تَقْرِيرُ حَلَاوَةِ عُلُوِّ الْإِسْنَادِ فِي الْقُلُوبِ.
"Di antara faedah mengetahui hal ini adalah menetapkan kelezatan ke-'ulwan (tinggi/pendeknya jalur) sanad di dalam hati."
وَقَدْ أَفْرَدَهُ الْخَطِيبُ الْحَافِظُ فِي كِتَابٍ حَسَنٍ سَمَّاهُ "كِتَابَ السَّابِقِ وَاللَّاحِقِ".
"Al-Khathib al-Hafizh telah mengkhususkan pembahasan ini dalam sebuah kitab yang baik, ia menamainya 'Kitab as-Sabiq wal-Lahiq' (Kitab tentang yang Terdahulu dan yang Belakangan)."
وَمِنْ أَمْثِلَتِهِ: أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْحَاقَ الثَّقَفِيَّ السَّرَّاجَ النَّيْسَابُورِيَّ رَوَى عَنْهُ الْبُخَارِيُّ الْإِمَامُ فِي تَارِيخِهِ، وَرَوَى عَنْهُ أَبُو الْحُسَيْنِ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْخَفَّافُ النَّيْسَابُورِيُّ، وَبَيْنَ وَفَاتَيْهِمَا مِائَةٌ وَسَبْعٌ وَثَلَاثُونَ سَنَةً أَوْ أَكْثَرُ، وَذَلِكَ أَنَّ الْبُخَارِيَّ مَاتَ سَنَةَ سِتٍّ وَخَمْسِينَ وَمِائَتَيْنِ، وَمَاتَ الْخَفَّافُ سَنَةَ ثَلَاثٍ وَتِسْعِينَ وَثَلَاثِمِائَةٍ، وَقِيلَ: مَاتَ فِي سَنَةِ أَرْبَعٍ أَوْ خَمْسٍ وَتِسْعِينَ وَثَلَاثِمِائَةٍ.
"Di antara contohnya: Muhammad bin Ishaq ats-Tsaqafi as-Sarraj an-Naisaburi, diriwayatkan darinya oleh Imam al-Bukhari dalam kitab tarikhnya, dan diriwayatkan pula darinya oleh Abul Husain Ahmad bin Muhammad al-Khaffaf an-Naisaburi. Jarak antara wafat keduanya (al-Bukhari dan al-Khaffaf) adalah seratus tiga puluh tujuh tahun atau lebih - sebab al-Bukhari wafat tahun 256H, sedangkan al-Khaffaf wafat tahun 393H, dan ada yang mengatakan ia wafat tahun 394H atau 395H."
وَكَذَلِكَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ الْإِمَامُ حَدَّثَ عَنْهُ الزُّهْرِيُّ وَزَكَرِيَّا بْنُ دُوَيْدٍ الْكِنْدِيُّ، وَبَيْنَ وَفَاتَيْهِمَا مِائَةٌ وَسَبْعٌ وَثَلَاثُونَ سَنَةً أَوْ أَكْثَرُ - إِذْ مَاتَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ سَنَةَ تِسْعٍ وَتِسْعِينَ وَمِائَةٍ - وَمَاتَ الزُّهْرِيُّ سَنَةَ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ وَمِائَةٍ، وَلَقَدْ حَظِيَ مَالِكٌ بِكَثِيرٍ مِنْ هَذَا النَّوْعِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
"Demikian pula Imam Malik bin Anas, diriwayatkan darinya oleh Az-Zuhri dan oleh Zakariya bin Duwaid al-Kindi. Jarak antara wafat keduanya (Az-Zuhri dan Zakariya) adalah seratus tiga puluh tujuh tahun atau lebih - mengingat Malik bin Anas sendiri wafat tahun 199H -, sedangkan Az-Zuhri wafat tahun 124H. Sungguh, Malik banyak mengalami contoh-contoh dari anwa' ini (memiliki murid yang sangat awal dan murid yang sangat belakangan sekaligus, karena panjangnya rentang usia mengajarnya). Wallahu a'lam."2

Catatan & Referensi

  1. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 314.

  2. Dikutip dari Muqaddimah Ibnu Shalah (Nuruddin 'Itr, tahqiq), Syamela.ws, kitab no. 22870, hlm. 315.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email