Muqaddimah Ibnu Shalah Bab 1: Muqaddimah
24 Agustus 2026 · 9 menit baca
Sebelum masuk ke anwa' (jenis pembahasan) pertama tentang Hadits Shahih, Ibnu Shalah membuka kitabnya dengan mukadimah - menjelaskan keprihatinannya atas kemunduran ilmu hadits di zamannya, lalu menyebutkan tujuan penulisan kitab ini, dan menutup dengan fahrasah (daftar) lengkap 65 anwa' yang akan dibahas satu per satu. Bab ini menyajikan mukadimah tersebut secara utuh.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
(رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا)
"(Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.)"
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْهَادِي مَنِ اسْتَهْدَاهُ، الْوَاقِي مَنِ اتَّقَاهُ، الْكَافِي مَنْ تَحَرَّى رِضَاهُ، حَمْدًا بَالِغًا أَمَدَ التَّمَامِ وَمُنْتَهَاهُ.
"Segala puji bagi Allah yang memberi petunjuk kepada siapa yang memohon petunjuk-Nya, yang melindungi siapa yang bertakwa kepada-Nya, yang mencukupi siapa yang mencari keridhaan-Nya - puji yang mencapai batas kesempurnaan dan puncaknya."
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَكْمَلَانِ عَلَى نَبِيِّنَا وَالنَّبِيِّينَ، وَآلِ كُلٍّ، مَا رَجَا رَاجٍ مَغْفِرَتَهُ وَرُحْمَاهُ، آمِينَ.
"Dan shalawat serta salam yang paling sempurna semoga tercurah atas Nabi kami dan para nabi, serta keluarga masing-masing, selama orang yang berharap masih mengharapkan ampunan dan rahmat-Nya, amin."
هَذَا، وَإِنَّ عِلْمَ الْحَدِيثِ مِنْ أَفْضَلِ الْعُلُومِ الْفَاضِلَةِ، وَأَنْفَعِ الْفُنُونِ النَّافِعَةِ، يُحِبُّهُ ذُكُورُ الرِّجَالِ وَفُحُولَتُهُمْ، وَيُعْنَى بِهِ مُحَقِّقُو الْعُلَمَاءِ وَكَمَلَتُهُمْ، وَلَا يَكْرَهُهُ مِنَ النَّاسِ إِلَّا رُذَالَتُهُمْ وَسَفَلَتُهُمْ. وَهُوَ مِنْ أَكْثَرِ الْعُلُومِ تَوَلُّجًا فِي فُنُونِهَا، لَا سِيَّمَا الْفِقْهُ الَّذِي هُوَ إِنْسَانُ عُيُونِهَا. وَلِذَلِكَ كَثُرَ غَلَطُ الْعَاطِلِينَ مِنْهُ مِنْ مُصَنِّفِي الْفُقَهَاءِ، وَظَهَرَ الْخَلَلُ فِي كَلَامِ الْمُخِلِّينَ بِهِ مِنَ الْعُلَمَاءِ.
"Adapun setelah itu: sesungguhnya ilmu hadits termasuk ilmu yang paling utama di antara ilmu-ilmu yang utama, dan cabang yang paling bermanfaat di antara cabang-cabang ilmu yang bermanfaat. Ilmu ini dicintai oleh laki-laki sejati dan orang-orang unggul di antara mereka, diperhatikan oleh para ulama yang mendalam dan sempurna keilmuannya, dan tidak dibenci kecuali oleh orang-orang rendahan dan hina di antara manusia. Ilmu ini juga termasuk yang paling banyak menembus/masuk ke dalam cabang-cabang keilmuan lain, terutama fikih yang merupakan 'biji mata'-nya (bagian paling inti). Karena itulah kesalahan orang-orang yang mengabaikan ilmu hadits di antara para penulis kitab fikih menjadi banyak, dan kekurangan/cacat pun tampak dalam perkataan para ulama yang mengabaikannya."
وَلَقَدْ كَانَ شَأْنُ الْحَدِيثِ فِيمَا مَضَى عَظِيمًا، عَظِيمَةً جُمُوعُ طَلَبَتِهِ، رَفِيعَةً مَقَادِيرُ حُفَّاظِهِ وَحَمَلَتِهِ. وَكَانَتْ عُلُومُهُ بِحَيَاتِهِمْ حَيَّةً، وَأَفْنَانُ فُنُونِهِ بِبَقَائِهِمْ غَضَّةً، وَمَغَانِيهِ بِأَهْلِهِ آهِلَةً، فَلَمْ يَزَالُوا فِي انْقِرَاضٍ، وَلَمْ يَزَلْ فِي انْدِرَاسٍ حَتَّى آضَتْ بِهِ الْحَالُ إِلَى أَنْ صَارَ أَهْلُهُ إِنَّمَا هُمْ شِرْذِمَةٌ قَلِيلَةُ الْعَدَدِ، ضَعِيفَةُ الْعُدَدِ. لَا تُعْنَى عَلَى الْأَغْلَبِ فِي تَحَمُّلِهِ بِأَكْثَرَ مِنْ سَمَاعِهِ غُفْلًا، وَلَا تَتَعَنَّى فِي تَقْيِيدِهِ بِأَكْثَرَ مِنْ كِتَابَتِهِ عُطْلًا، مُطَّرِحِينَ عُلُومَهُ الَّتِي بِهَا جَلَّ قَدْرُهُ، مُبَاعَدِينَ مَعَارِفَهُ الَّتِي بِهَا فُخِّمَ أَمْرُهُ.
"Dahulu, kedudukan ilmu hadits sangatlah agung - besar jumlah penuntutnya, tinggi kedudukan para penghafal dan pengembannya. Cabang-cabang ilmunya hidup selama mereka hidup, ranting-ranting keilmuannya tetap segar selama mereka bertahan, dan tempat-tempat kediamannya ramai dengan ahlinya. Namun mereka terus berkurang, dan ilmu itu pun terus memudar, hingga keadaannya berubah menjadi hanya tersisa segelintir orang yang jumlahnya sedikit, kekuatannya pun lemah. Mereka pada umumnya tidak memperhatikan cara menerima hadits lebih dari sekadar mendengarnya secara lalai, dan tidak bersusah payah mencatatnya lebih dari sekadar menuliskannya secara asal-asalan - meninggalkan ilmu-ilmu (pendukung)nya yang justru menjadikan hadits itu mulia, dan menjauhi pengetahuan-pengetahuan yang dengannya perkara hadits menjadi agung."
فَحِينَ كَادَ الْبَاحِثُ عَنْ مُشْكِلِهِ لَا يُلْفِي لَهُ كَاشِفًا، وَالسَّائِلُ عَنْ عِلْمِهِ لَا يَلْقَى بِهِ عَارِفًا، مَنَّ اللَّهُ الْكَرِيمُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيَّ وَلَهُ الْحَمْدُ أَجْمَعُ بِكِتَابِ " مَعْرِفَةِ أَنْوَاعِ عِلْمِ الْحَدِيثِ "، هَذَا الَّذِي بَاحَ بِأَسْرَارِهِ الْخَفِيَّةِ، وَكَشَفَ عَنْ مُشْكِلَاتِهِ الْأَبِيَّةِ، وَأَحْكَمَ مَعَاقِدَهُ، وَقَعَّدَ قَوَاعِدَهُ، وَأَنَارَ مَعَالِمَهُ، وَبَيَّنَ أَحْكَامَهُ، وَفَصَّلَ أَقْسَامَهُ، وَأَوْضَحَ أُصُولَهُ، وَشَرَحَ فُرُوعَهُ وَفُصُولَهُ، وَجَمَعَ شَتَاتَ عُلُومِهِ وَفَوَائِدِهِ، وَقَنَصَ شَوَارِدَ نُكَتِهِ وَفَرَائِدِهِ.
"Maka ketika hampir saja orang yang mencari (jawaban atas) permasalahannya tidak menemukan orang yang bisa menyingkapnya, dan orang yang bertanya tentang ilmunya tidak bertemu dengan orang yang benar-benar memahaminya, Allah Yang Maha Pemurah, Yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi, mengaruniakan kepadaku - dan segala puji bagi-Nya semata - kitab 'Ma'rifat Anwa' 'Ilm al-Hadits' ini. Kitab yang telah membuka rahasia-rahasianya yang tersembunyi, menyingkap permasalahannya yang pelik, mengokohkan ikatan-ikatannya, menetapkan kaidah-kaidahnya, menerangi rambu-rambunya, menjelaskan hukum-hukumnya, merinci bagian-bagiannya, menerangkan dasar-dasarnya, menjelaskan cabang dan pasal-pasalnya, mengumpulkan ilmu-ilmu dan faedah-faedahnya yang tercerai-berai, serta menangkap catatan-catatan berharga dan mutiara-mutiaranya yang berserakan."
فَاللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي بِيَدِهِ الضُّرُّ وَالنَّفْعُ، وَالْإِعْطَاءُ وَالْمَنْعُ أَسْأَلُ، وَإِلَيْهِ أَضْرَعُ وَأَبْتَهِلُ، مُتَوَسِّلًا إِلَيْهِ بِكُلِّ وَسِيلَةٍ، مُتَشَفِّعًا إِلَيْهِ بِكُلِّ شَفِيعٍ، أَنْ يَجْعَلَهُ مَلِيًّا بِذَلِكَ وَأَمْلَى وَفِيًّا بِكُلِّ ذَلِكَ وَأَوْفَى. وَأَنْ يُعَظِّمَ الْأَجْرَ وَالنَّفْعَ بِهِ فِي الدَّارَيْنِ، إِنَّهُ قَرِيبٌ مُجِيبٌ. (وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ).
"Maka kepada Allah Yang Maha Agung, yang di tangan-Nya segala mudarat dan manfaat, pemberian dan penahanan, aku memohon. Kepada-Nya aku merendahkan diri dan bersungguh-sungguh berdoa, bertawasul kepada-Nya dengan segala wasilah, memohon syafaat kepada-Nya dengan segala bentuk syafaat, agar Dia menjadikan kitab ini benar-benar layak dan lebih dari layak akan hal itu, benar-benar memenuhi dan lebih dari memenuhi semua itu. Dan agar Dia melipatgandakan pahala dan manfaatnya di dunia dan akhirat, sesungguhnya Dia Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan. (Dan tidaklah keberhasilanku melainkan dengan pertolongan Allah; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku kembali.)"
Fahrasah (Daftar) 65 Anwa'
Setelah mukadimah di atas, Ibnu Shalah menutup dengan kalimat "وَهَذِهِ فَهْرَسَةُ أَنْوَاعِهِ" ("Dan inilah daftar jenis-jenisnya"), lalu menyebutkan seluruh 65 naw' (jenis pembahasan) satu per satu secara berurutan - daftar inilah yang menjadi kerangka seluruh kitab, dan yang diikuti persis oleh seri bab 2 sampai 66 pada halaman ini. Daftar lengkapnya:
- Ma'rifat ash-Shahih minal Hadits (Mengenal Hadits Shahih)
- Ma'rifat al-Hasan minhu (Mengenal Hadits Hasan)
- Ma'rifat adh-Dha'if minhu (Mengenal Hadits Dha'if)
- Ma'rifat al-Musnad (Mengenal Hadits Musnad)
- Ma'rifat al-Muttashil (Mengenal Hadits Muttashil)
- Ma'rifat al-Marfu' (Mengenal Hadits Marfu')
- Ma'rifat al-Mauquf (Mengenal Hadits Mauquf)
- Ma'rifat al-Maqthu', wa huwa ghairul Munqathi' (Mengenal Hadits Maqthu', yang berbeda dari Munqathi')
- Ma'rifat al-Mursal (Mengenal Hadits Mursal)
- Ma'rifat al-Munqathi' (Mengenal Hadits Munqathi')
- Ma'rifat al-Mu'dhal, wa yalihi tafri'at (Mengenal Hadits Mu'dhal, disertai cabang-cabangnya)
- Ma'rifat at-Tadlis wa hukmul-Mudallis (Mengenal Tadlis dan hukum Mudallis)
- Ma'rifat asy-Syadz (Mengenal Hadits Syadz)
- Ma'rifat al-Munkar (Mengenal Hadits Munkar)
- Ma'rifat al-I'tibar wal-Mutaba'at wasy-Syawahid (Mengenal I'tibar, Mutaba'at, dan Syawahid)
- Ma'rifat Ziyadatuts Tsiqat wa hukmuha (Mengenal Tambahan dari Perawi Tsiqah dan hukumnya)
- Ma'rifat al-Afrad (Mengenal Hadits Afrad)
- Ma'rifat al-Hadits al-Mu'allal (Mengenal Hadits Mu'allal)
- Ma'rifat al-Mudhtharib minal Hadits (Mengenal Hadits Mudhtharib)
- Ma'rifat al-Mudraj fil Hadits (Mengenal Hadits Mudraj)
- Ma'rifat al-Hadits al-Maudhu' (Mengenal Hadits Maudhu'/Palsu)
- Ma'rifat al-Maqlub (Mengenal Hadits Maqlub)
- Ma'rifat Shifati man Tuqbalu Riwayatuhu wa man Turaddu Riwayatuhu (Mengenal Sifat Perawi yang Diterima dan yang Ditolak Riwayatnya)
- Ma'rifat Kaifiyyati Sama'il Hadits wa Tahammulih (Mengenal Cara Mendengar dan Menerima Hadits)
- Ma'rifat Kitabatil Hadits wa Kaifiyyati Dhabtil Kitab wa Taqyidih (Mengenal Cara Menulis dan Mencatat Hadits)
- Ma'rifat Kaifiyyati Riwayatil Hadits wa Syarthi Ada'ih (Mengenal Cara Meriwayatkan Hadits dan Syarat Penyampaiannya)
- Ma'rifat Adabil Muhaddits (Mengenal Adab Ahli Hadits)
- Ma'rifat Adabi Thalibil Hadits (Mengenal Adab Penuntut Ilmu Hadits)
- Ma'rifat al-Isnadil 'Ali wan-Nazil (Mengenal Sanad 'Ali/Tinggi dan Nazil/Rendah)
- Ma'rifat al-Masyhur minal Hadits (Mengenal Hadits Masyhur)
- Ma'rifat al-Gharib wal-'Aziz minal Hadits (Mengenal Hadits Gharib dan 'Aziz)
- Ma'rifat Gharibil Hadits (Mengenal Kosakata Asing dalam Matan Hadits)
- Ma'rifat al-Musalsal (Mengenal Hadits Musalsal)
- Ma'rifat Nasikhil Hadits wa Mansukhih (Mengenal Nasikh dan Mansukh dalam Hadits)
- Ma'rifat al-Mushahhaf min Asanidil Ahadits wa Mutuniha (Mengenal Tashif dalam Sanad dan Matan Hadits)
- Ma'rifat Mukhtalifil Hadits (Mengenal Hadits yang Tampak Bertentangan)
- Ma'rifat al-Mazid fi Muttashilil Asanid (Mengenal Tambahan pada Sanad yang Bersambung)
- Ma'rifat al-Marasilil Khafiyyi Irsaluha (Mengenal Hadits Mursal yang Tersembunyi Keterputusannya)
- Ma'rifat ash-Shahabah radhiyallahu 'anhum (Mengenal para Sahabat)
- Ma'rifat at-Tabi'in radhiyallahu 'anhum (Mengenal para Tabi'in)
- Ma'rifat al-Akabir ar-Ruwah 'anil Ashaghir (Mengenal Perawi Senior yang Meriwayatkan dari Perawi Junior)
- Ma'rifat al-Mudabbaj wa ma siwahu min Riwayatil Aqran (Mengenal Riwayat antar-Sesama/Sebaya)
- Ma'rifat al-Ikhwah wal-Akhawat minal Ulama war-Ruwah (Mengenal Saudara Laki-laki dan Perempuan di Kalangan Ulama dan Perawi)
- Ma'rifat Riwayatil Aba' 'anil Abna' (Mengenal Riwayat Ayah dari Anak)
- 'Aksu dzalik: Ma'rifat Riwayatil Abna' 'anil Aba' (Kebalikannya: Mengenal Riwayat Anak dari Ayah)
- Ma'rifat man Isytaraka fir-Riwayati 'anhu Rawiyani Mutaqaddimun wa Muta'akhkhirun (Mengenal Perawi yang Diriwayatkan Dua Orang dengan Jarak Wafat Berjauhan)
- Ma'rifat man Lam Yarwi 'anhu Illa Rawin Wahid (Mengenal Perawi yang Hanya Diriwayatkan oleh Satu Orang)
- Ma'rifat man Dzukira bi Asma'in Mukhtalifatin au Nu'utin Muta'addidatin (Mengenal Perawi dengan Beberapa Nama atau Julukan Berbeda)
- Ma'rifat al-Mufradat min Asma'ish Shahabah war-Ruwah wal-Ulama (Mengenal Nama-Nama Tunggal/Langka di Kalangan Sahabat, Perawi, dan Ulama)
- Ma'rifat al-Asma' wal-Kuna (Mengenal Nama dan Kunyah)
- Ma'rifat Kuna al-Ma'rufina bil-Asma' duna al-Kuna (Mengenal Kunyah bagi yang Dikenal dengan Nama, bukan Kunyah)
- Ma'rifat Alqabil Muhadditsin (Mengenal Julukan/Gelar Ahli Hadits)
- Ma'rifat al-Mu'talif wal-Mukhtalif (Mengenal Nama Mirip Tulisan Beda Ucapan, dan Sebaliknya)
- Ma'rifat al-Muttafiq wal-Muftariq (Mengenal Nama Sama Persis tapi Orang Berbeda)
- Naw'un Yatarakkabu min Hadzainin-Naw'ain (Jenis Gabungan dari Dua Jenis Sebelumnya)
- Ma'rifat ar-Ruwah al-Mutasyabihina fil-Ismi wan-Nasab (Mengenal Perawi dengan Nama dan Nasab Mirip yang Dibedakan Urutan Anak-Ayahnya)
- Ma'rifat al-Mansubina ila Ghairi Aba'ihim (Mengenal Perawi yang Dinisbatkan Bukan kepada Ayahnya)
- Ma'rifat al-Ansabil-lati Bathinuha 'ala Khilafi Zhahiriha (Mengenal Nasab yang Batinnya Berbeda dari Zahirnya)
- Ma'rifat al-Mubhamat (Mengenal Perawi yang Tidak Disebut Namanya/Mubham)
- Ma'rifat Tawarikhir-Ruwah fil-Wafayat wa Ghairiha (Mengenal Sejarah Wafat dan Riwayat Hidup Para Perawi)
- Ma'rifat ats-Tsiqat wadh-Dhu'afa' minar-Ruwah (Mengenal Perawi yang Tsiqah dan yang Dha'if)
- Ma'rifat man Khalatha fi Akhiri 'Umurihi minats-Tsiqat (Mengenal Perawi Tsiqah yang Mengalami Ikhtilath di Akhir Hayatnya)
- Ma'rifat Thabaqatir-Ruwah wal-Ulama (Mengenal Thabaqat/Tingkatan Para Perawi dan Ulama)
- Ma'rifat al-Mawali minar-Ruwah wal-Ulama (Mengenal Perawi dan Ulama dari Kalangan Mawali)
- Ma'rifat Awthanir-Ruwah wa Buldanihim (Mengenal Tempat Tinggal dan Negeri Asal Para Perawi)
Ibnu Shalah menutup fahrasah ini dengan sebuah catatan penting - bahwa 65 anwa' ini bukanlah batas akhir yang mutlak, melainkan sekadar cukup baginya untuk memulai:
وَذَلِكَ آخِرُهَا، وَلَيْسَ بِآخِرِ الْمُمْكِنِ فِي ذَلِكَ، فَإِنَّهُ قَابِلٌ لِلتَّنْوِيعِ إِلَى مَا لَا يُحْصَى، إِذْ لَا تُحْصَى أَحْوَالُ رُوَاةِ الْحَدِيثِ وَصِفَاتُهُمْ، وَلَا أَحْوَالُ مُتُونِ الْحَدِيثِ وَصِفَاتُهَا، وَمَا مِنْ حَالَةٍ مِنْهَا وَلَا صِفَةٍ إِلَّا وَهِيَ بِصَدَدِ أَنْ تُفْرَدَ بِالذِّكْرِ وَأَهْلِهَا، فَإِذَا هِيَ نَوْعٌ عَلَى حِيَالِهِ، وَلَكِنَّهُ نَصَبٌ مِنْ غَيْرِ أَرَبٍ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ.
"Itulah anwa' yang terakhir (dalam kitab ini), namun bukan berarti itu batas akhir dari yang mungkin ada - karena pembagian jenis-jenis ini sesungguhnya bisa terus dikembangkan hingga tak terhitung jumlahnya. Sebab keadaan-keadaan dan sifat-sifat para perawi hadits tidak terhitung, begitu pula keadaan-keadaan dan sifat-sifat matan hadits - dan tidak ada satu pun keadaan atau sifat dari itu semua kecuali berpotensi untuk dijadikan pembahasan tersendiri beserta ahlinya, sehingga jadilah ia satu jenis (naw') sendiri. Namun hal itu adalah kepayahan yang tidak ada gunanya (jika dipaksakan lebih jauh). Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung."
Urutan 65 naw' di atas itulah yang diikuti persis oleh bab 2 sampai bab 66 di kitab ini - bab 2 membahas Hadits Shahih (naw' pertama), sampai bab 66 membahas Awthanur Ruwah (naw' terakhir).