Bab sebelumnya membahas pendataan nama dan kun-yah secara umum. Bab ini membahas kasus khusus: rawi yang kun-yahnya jauh lebih masyhur dibanding nama aslinya.
Man 'Urifa bi-Kunyatihi
Kategori ini adalah bagian kedua dari sembilan atau sepuluh pembagian al-asma' wal-kuna yang dirangkum Alfiyah al-'Iraqi (lihat bab sebelumnya), sebagaimana disebutkan dalam bait berikut:
Man 'urifa bi-kunyatihi adalah rawi yang dikenal luas lewat kun-yahnya, sampai-sampai nama aslinya nyaris terlupakan atau bahkan diperselisihkan ulama sendiri.1 Fenomena ini cukup umum dalam sejarah periwayatan hadits - sebagian rawi memang lebih sering dipanggil dengan kun-yahnya sehari-hari oleh gurunya dan murid-muridnya, sehingga catatan riwayat yang diwariskan generasi berikutnya lebih sering mencantumkan kun-yah itu dibanding nama aslinya.
Kasus ini menuntut kehati-hatian ekstra dari peneliti sanad: kalau nama asli seorang rawi diperselisihkan atau bahkan tidak diketahui pasti, sementara ia hanya dikenal lewat kun-yahnya, verifikasi kredibilitasnya harus tetap dilakukan berdasarkan kun-yah itu sebagai identitas utama - bukan menunda penilaian sampai nama aslinya "ditemukan", karena riwayatnya sudah dikenal luas dan diverifikasi ulama lewat kun-yah tersebut.
Bab selanjutnya membahas identifikasi rawi lewat cara ketiga: gelar kehormatan yang disematkan kepada seorang rawi karena keistimewaan tertentu, al-alqab.
Catatan & Referensi
Kategori man 'urifa bi-kunyatihi dijelaskan As-Sakhawi dalam Fathul Mughits sebagai bagian dari cabang ilmu al-asma' wal-kuna, mengikuti rumusan Ibnu Shalah.
↩