Idraj (proses terjadinya mudraj) biasanya terjadi karena seorang perawi menambahkan penjelasan, komentar, atau kesimpulan fiqihnya sendiri langsung setelah menyebutkan matan hadits, tanpa memberi jeda atau keterangan yang jelas bahwa bagian itu adalah tambahannya sendiri - sehingga perawi berikutnya yang mendengar riwayat itu mengira seluruhnya adalah sabda Nabi. Idraj juga bisa terjadi pada sanad (mudraj fil-isnad), misalnya ketika seorang perawi meriwayatkan dua hadits dengan sanad berbeda secara berurutan, lalu perawi setelahnya keliru menggabungkan keduanya menjadi satu sanad.
Mendeteksi mudraj membutuhkan perbandingan dengan riwayat-riwayat lain dari hadits yang sama yang datang dari jalur berbeda - jika salah satu jalur memisahkan dengan jelas mana sabda Nabi dan mana komentar perawi, sementara jalur lain menggabungkan keduanya tanpa keterangan, itu adalah tanda kuat adanya idraj.
Bab ini bagian dari rangkaian At-Tadzkirah fi 'Ulum al-Hadits, jenjang Pemula program Ulumul Hadits Berjenjang.