Naw' keempat puluh satu membahas Ar-Riwayah 'an Al-Akabir 'an Al-Ashaghir -kasus ketika seorang rawi senior (dari sisi generasi, usia, atau kedudukan keilmuan) justru meriwayatkan dari rawi yang lebih junior.
وَقَدْ رَوَى الْكَبِيرُ عَنْ ذِي الصِّغَرِ * طَبَقَةً وَسِنّاً أَوْ فِي الْقَدْرِ
"Rawi besar (senior) terkadang meriwayatkan dari rawi kecil (junior) -baik dari sisi thabaqah (tingkatan generasi) dan usia, atau dari sisi kedudukan (keilmuan)." Ini fenomena yang tampak tidak biasa tapi sah terjadi -ilmu tidak selalu mengalir dari yang tua ke yang muda; kadang seorang ulama besar tetap mengambil satu riwayat spesifik dari orang yang usianya atau levelnya di bawahnya, karena orang itu kebetulan yang paling tahu/hadir di kejadian tersebut.
وَمِنْهُ أَخْذُ الصَّحْبِ عَنْ تَابِعٍ كَعِدَّةٍ عَنْ كَعْبِ
"Dan termasuk contohnya: (beberapa) Sahabat mengambil riwayat dari seorang Tabi'in, seperti sejumlah Sahabat (yang meriwayatkan) dari Ka'b (Al-Ahbar)." Contoh paling mencolok: bahkan generasi Sahabat -yang levelnya seharusnya di atas Tabi'in- pernah mengambil riwayat/informasi dari Ka'b Al-Ahbar, seorang Tabi'in mantan pendeta Yahudi yang masuk Islam dan dikenal luas pengetahuannya tentang kisah-kisah kitab terdahulu.
Catatan & Referensi
Bait naw' 41 (bait ke-831 s/d ke-832) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Akabir 'an Al-Ashaghir".
↩