Naw' ketiga puluh tujuh membahas Al-Mazid fi Muttashilil Asanid -kasus di mana dua riwayat dari hadits yang sama, sama-sama tampak bersambung (Muttasil), tapi salah satu versinya punya SATU rawi tambahan yang tidak ada di versi lainnya.
Bergantung pada Lafal Periwayatan yang Dipakai
كَذَا زِيَادَةُ اسْمِ رَاوٍ فِي السَّنَدْ * إِنْ كَانَ حَذْفُهُ بِ«عَنْ» فِيهِ وَرَدْ
"Begitu juga bertambahnya nama seorang rawi dalam sanad -jika penghapusannya (di versi yang lebih pendek) terjadi karena lafal 'an (yang bersifat ambigu) dipakai di sana." Kalau versi sanad yang lebih PENDEK memakai lafal 'an (yang tidak secara eksplisit menegaskan mendengar langsung -rawan dicurigai sebagai Tadlis, dibahas di naw' 12), maka ada kemungkinan rawi tambahan itu memang benar ada, hanya saja terlewat/dianggap tidak perlu disebut secara eksplisit oleh perawi yang meriwayatkan versi pendek.
Kalau Lafalnya Tegas: Tambahan Tetap Diakui, Kecuali Terbukti Keliru
وَإِنْ بِتَحْدِيثٍ أَتَى فَالْحُكْمُ لَهْ * مَعَ احْتِمَالِ كَوْنِهِ قَدْ حَمَلَهْ
عَنْ كُلِّ، إِلَّا حَيْثُ مَا زِيدَ وَقَعْ * وَهْماً
"Dan jika (sanad versi pendek) datang dengan lafal 'haddatsani' (tegas, bukan ambigu), maka hukumnya (rawi tambahan itu tetap diakui ada) dengan kemungkinan bahwa ia (rawi utama) memang menerimanya dari SETIAP (guru dalam jalur itu) -kecuali di mana penambahan itu terjadi karena wahm (kekeliruan murni)." Ini poin penting: kalau perawi versi pendek memakai lafal periwayatan yang TEGAS (seperti "haddatsani", bukan "'an" yang ambigu), maka klaimnya (bahwa ia mendengar LANGSUNG tanpa perantara tambahan itu) dianggap kuat -rawi tambahan pada versi yang lebih panjang justru yang perlu dipertanyakan, KECUALI kalau ada bukti nyata bahwa penambahan itu terjadi karena kekeliruan (wahm) dari rawi yang meriwayatkan versi panjang.
Al-'Iraqi mencatat bahwa Al-Khathib Al-Baghdadi telah menghimpun pembahasan mendalam soal dua kasus ini (Al-Mazid dan naw' berikutnya, Khafiyyul Irsal) dalam karyanya -menunjukkan betapa detailnya ulama klasik memetakan setiap kemungkinan perbedaan kecil antar jalur periwayatan, karena satu rawi tambahan atau kurang bisa mengubah status keseluruhan sanad.
Catatan & Referensi
Bait naw' 37 (bait ke-783 s/d ke-785) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Khafiyyul Irsal wal-Mazid fi Muttashilil Isnad" -naw' 37 dan 38 disatukan Al-'Iraqi dalam satu blok bait yang sama.
↩