Naw' 35: At-Tashif -Ketika Satu Huruf atau Titik yang Salah Mengubah Makna Total

Naw' ketiga puluh lima membahas At-Tashif -kesalahan dalam menyalin atau membaca hadits yang mengubah maknanya, akibat kemiripan bentuk huruf, bunyi, atau kesalahpahaman makna sebuah kata.

Tashif pada Matan dan Sanad

وَالْعَسْكَرِيْ وَالدَّارَقُطْنِيْ صَنَّفَا * فِيهِ لَهُ بَعْضُ الرُّوَاةِ صَحَّفَا

1

"Al-'Askari dan Ad-Daraquthni menyusun kitab tentang (At-Tashif) -tentang (kasus) sejumlah rawi yang mengalami tashif di dalamnya." At-Tashif begitu pentingnya sampai jadi genre kitab tersendiri, disusun ulama seperti Al-Hasan bin 'Abdillah Al-'Askari dan Ad-Daraquthni -mencatat kasus-kasus nyata kesalahan baca yang pernah terjadi, baik pada matan maupun sanad hadits.

Contoh: Kesalahan Membaca Huruf yang Mirip

صَحَّفَ فِيهِ الطَّبَرِيُّ قَالَا: * «بُذُرُ» بِالْبَاءِ وَنَقْطِ ذَالَا

"Ath-Thabari salah membaca (tashif) di dalamnya, mereka berkata: '(seharusnya dibaca) Budzur, dengan huruf ba dan dzal bertitik'." Kesalahan tashif klasik semacam ini terjadi karena bentuk tulisan tangan Arab (sebelum standar penitikan huruf jadi baku) membuat huruf-huruf tertentu -seperti ba/ta/tsa, atau dal/dzal- sangat mirip bentuknya, sehingga penyalin bisa membaca huruf yang salah tanpa sadar.

Contoh: "Berbekam" vs "Menahan Diri"

كَقَوْلِهِ: «اِحْتَجَمْ» مَكَانَ «اِحْتَجَرَا»

"Seperti perkataannya: 'ihtajam' (berbekam) sebagai ganti (yang seharusnya) 'ihtajara' (menahan diri)." Dua kata ini terlihat mirip dalam tulisan Arab tanpa harakat, tapi maknanya sama sekali berbeda -satu soal pengobatan tradisional (bekam), satu lagi soal menahan diri dari sesuatu. Kesalahan seperti ini menunjukkan kenapa pentashihan naskah (dibahas di naw' 25) begitu krusial -satu huruf tertukar bisa mengubah total maksud sebuah hadits.

Tashif Akibat Salah Dengar (Bukan Salah Baca)

وَوَاصِلٌ بِعَاصِمٍ وَالْأَحْدَبُ * بِأَحْوَالِ «تَصْحِيفِ سَمْعٍ» لَقَّبُوا

"Washil (tertukar) dengan 'Ashim, dan Al-Ahdab -keadaan semacam ini mereka juluki 'Tashif Sam'in' (tashif pendengaran)." Ini jenis tashif yang berbeda -bukan salah membaca tulisan, tapi salah MENDENGAR nama/kata yang bunyinya mirip saat menyimak periwayatan lisan, lalu salah menuliskannya berdasarkan apa yang (secara keliru) ia dengar.

Tashif Makna: Salah Paham Objek yang Dimaksud

وَصَحَّفَ الْمَعْنَى إِمَامٌ عَنَزَة * ظَنَّ الْقَبِيلَ بِحَدِيثِ الْعَنَزَةْ

"Dan seorang imam salah memahami MAKNA (kata) 'anazah -ia menyangka (yang dimaksud) suku ('Anazah, nama kabilah Arab), padahal (yang dimaksud) adalah hadits tentang 'anazah (tongkat pendek, alat bantu penanda arah shalat)." Ini bentuk tashif paling halus -tulisan dan bacaannya sudah benar, tapi si pembaca salah memahami OBJEK yang dirujuk, karena kata yang sama ('anazah) punya dua makna sama sekali berbeda dalam bahasa Arab (nama suku vs nama benda). Kesalahan jenis ini yang paling berbahaya, karena tidak terdeteksi lewat pengecekan ejaan semata -butuh pemahaman konteks yang mendalam, sejalan dengan kehati-hatian yang sama ditekankan di naw' 32 (Gharibul Hadits).

Catatan & Referensi

  1. Bait naw' 35 (bait ke-772 s/d ke-778) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "At-Tashif".

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email